Unilever, Penguasa 400 Merek Ternama di Dunia

  Kamis, 21 Maret 2019



yesnetijen.web.id - Dari es krim hingga sabun pencuci piring, grup Unilever, gabungan dari perusahaan Inggris-Belanda, kini mampu menjadi salah satu produsen produk personal dan home care terbesar di dunia.

Raksasa barang perawatan peralatan rumah tangga ini lahir dari merger perusahaan Margarine Unie, Belanda dan perusahaan pembuat sabun, Lever Brothers, Inggris.

Siapa sangka, 85 tahun kemudian, Unilever telah menjelma menjadi salah satu induk perusahaan dengan anak perusahaan terbanyak di dunia. Kini perusahaan yang awalnya hanya memproduksi Sunlight, telah mampu melahirkan berbagai merek ternama.

Unilever telah mampu memasarkan produknya ke lebih dari 190 negara di seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Rangkaian produk Unilever Indonesia yang juga disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.

Tak heran, kapitalisasi pasar Unilever mampu mencapai angka US$ 129,1 miliar. Bagaimana Unilever mulai merangkai jejaring bisnisnya di seluruh dunia?

 

 

Pendiri Unilever

William Lever

William Lever lahir pada 19 September 1851 di 16 Wood Street, Bolton, Lancashire, Inggris. Ia adalah putra sulung dan anak ketujuh yang dilahirkan oleh James Lever (1809-1897), pemilik toko kelontong, dan Eliza Hesketh, putri dari manajer pabrik kapas. Ia dididik di Bolton Gereja Institute antara 1864 dan 1867 dan bekerja di bisnis kelontong keluarga dari 1867 hingga ia diberi kemitraan junior pada tahun 1872.

Setelah bekerja untuk bisnis kelontong grosir ayahnya, pada tahun 1885 (di Wiki sih 86) ia mendirikan sebuah perusahaan manufaktur sabun, Lever Brothers, dengan saudaranya James. Sekarang bagian dari Unilever. Itu salah satu perusahaan pertama yang memproduksi sabun dari minyak nabati, dan dengan ketajaman bisnis Lever dan praktik pemasaran, ia menghasilkan kekayaan besar.

Leverhulme meninggal di usia 74 karena pneumonia di rumahnya di Hampstead pada 7 Mei 1925. Pemakamannya dihadiri oleh 30.000 orang. Ia dimakamkan di gereja Christ Church di Port Sunlight, Cheshire. Ia digantikan oleh putranya, William Lever, 2 Viscount Leverhulme.




Sunlight, produk pertama Unilever

Sunlight

Lever Brothers yang didirikan pada 1885 oleh William Hesketh Lever, menjadi akar terbangunnya sebuah mega korporasi terbesar di dunia, Unilever. Perusahaan Lever merupakan produsen Sunlight, sabun pencuci bermerek dan tersedia dalam kemasan pertama di dunia.

Lever membangun reputasinya dengan sangat baik dan terkenal peduli pada seluruh masyarakat yang menjadi konsumennya. Kejayaan bisnis Lever awalnya hanya terdiri dari pabrik sabun saja. Tapi pada 1917, dia memutuskan untuk menjajal bisnis makanan.

Ia mulai membeli pabrik ikan, es krim dan makanan kaleng. Pada 1930, dia memilih Margarine Unie sebagai rekan mergernya dan berdirilah Unilever. Perusahaan Belanda itu dipilih karena telah tumbuh dan mengembangkan banyak perusahaan margarin pada 1920-an.

Sejak saat itu, Unilever terus tumbuh dan menancapkan jaring-jaring bisnisnya di seluruh dunia.




Produk personal care jadi andalan

 

Produk

yesnetijen.web.id - Unilever terus fokus menjajaki industri perawatan diri dan berbagai produk kebutuhan rumah tangga. Kini perusahaan tersebut telah menggurita di seluruh dunia dan menguasai berbagai merek ternama di berbagai negara.

Perusahaan yang bermarkas di Rotterdam, Belanda ini bahkan mampu menyediakan lowongan kerja bagi 173 ribu pegawainya. Tak heran, kapitalisasi pasar korporasi besar ini telah mencapai nilai yang sangat fantastis yaitu US$ 129,1 miliar.

Bahkan penjualan seluruh produknya per tahun dapat melonjak hingga US$ 64,25 miliar. Melalui berbagai anak perusahaannya, Unilever kini tercatat memiliki aset senilai US$ 58,12 miliar secara internasional.




Kuasai lebih dari 400 merek produk di dunia

 

Unilever

Unilever kini mengelola lebih dari 300 pabrik produksi di seluruh dunia. Perusahaan raksasa ini juga mampu mempertahankan operasinya di lebih dari 100 negara. Tak tanggung-tanggung, Unilever juga telah memiliki 400 merek produk ternama di dunia.

Sekitar 34 persen pendapatan diperoleh dari Eropa Barat, 22 persen dari Amerika Utara, 18 persen dari Asia Pasifik, 13 persen dari Amerika Latin dan 9 persen dari Afrika, Timur Tengah dan Turki. Sementara 54 persen keuntungan perusahaan dihasilkan dari produk makanan seperti bumbu dapur, eskrim, minuman pelangsing dan margarin.

Terdapat juga beberapa merek andalan yang penjualannya selalu menembus angka di atas satu miliar euro diantaranya Axe, Blue Band, Dermalogica, Dove, Heartbrand Knorr, Lipton, Lux, Magnum, Omo, Rexona, Surf dan Sunsilk. Seluruh merek itu merupakan produk andalah Unilever.




------

Nah itu dia tadi sejarah singkat berdirinya Unilever . Bahkan hampir setengah produk dari supermarket yaitu dari Unilever semua, Tidak dipungkiri juga di rumah Teman & temanwati netijen semua pasti ada satu produk dari situ 



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
10 Keluarga Paling Kaya di Dunia
  Berikutnya
Inilah Narapidana yang Menjadi Model Patung Piala Oscar

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Dari es krim hingga sabun pencuci piring, grup Unilever, gabungan dari perusahaan Inggris-Belanda, kini mampu menjadi salah satu produsen produk personal dan home care terbesar di dunia. Raksasa barang perawatan peralatan rumah tangga ini lahir dari merger perusahaan Margarine Unie, Belanda dan perusahaan pembuat sabun, Lever Brothers, Inggris. Siapa sangka, 85 tahun kemudian, Unilever telah menjelma menjadi salah satu induk perusahaan dengan anak perusahaan terbanyak di dunia. Kini perusahaan yang awalnya hanya memproduksi Sunlight, telah mampu melahirkan berbagai merek ternama. Unilever telah mampu memasarkan produknya ke lebih dari 190 negara di seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Rangkaian produk Unilever Indonesia yang juga disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain. Tak heran, kapitalisasi pasar Unilever mampu mencapai angka US$ 129,1 miliar. Bagaimana Unilever mulai merangkai jejaring bisnisnya di seluruh dunia?     Pendiri Unilever William Lever William Lever lahir pada 19 September 1851 di 16 Wood Street, Bolton, Lancashire, Inggris. Ia adalah putra sulung dan anak ketujuh yang dilahirkan oleh James Lever (1809-1897), pemilik toko kelontong, dan Eliza Hesketh, putri dari manajer pabrik kapas. Ia dididik di Bolton Gereja Institute antara 1864 dan 1867 dan bekerja di bisnis kelontong keluarga dari 1867 hingga ia diberi kemitraan junior pada tahun 1872. Setelah bekerja untuk bisnis kelontong grosir ayahnya, pada tahun 1885 (di Wiki sih 86) ia mendirikan sebuah perusahaan manufaktur sabun, Lever Brothers, dengan saudaranya James. Sekarang bagian dari Unilever. Itu salah satu perusahaan pertama yang memproduksi sabun dari minyak nabati, dan dengan ketajaman bisnis Lever dan praktik pemasaran, ia menghasilkan kekayaan besar. Leverhulme meninggal di usia 74 karena pneumonia di rumahnya di Hampstead pada 7 Mei 1925. Pemakamannya dihadiri oleh 30.000 orang. Ia dimakamkan di gereja Christ Church di Port Sunlight, Cheshire. Ia digantikan oleh putranya, William Lever, 2 Viscount Leverhulme. Sunlight, produk pertama Unilever Sunlight Lever Brothers yang didirikan pada 1885 oleh William Hesketh Lever, menjadi akar terbangunnya sebuah mega korporasi terbesar di dunia, Unilever. Perusahaan Lever merupakan produsen Sunlight, sabun pencuci bermerek dan tersedia dalam kemasan pertama di dunia. Lever membangun reputasinya dengan sangat baik dan terkenal peduli pada seluruh masyarakat yang menjadi konsumennya. Kejayaan bisnis Lever awalnya hanya terdiri dari pabrik sabun saja. Tapi pada 1917, dia memutuskan untuk menjajal bisnis makanan. Ia mulai membeli pabrik ikan, es krim dan makanan kaleng. Pada 1930, dia memilih Margarine Unie sebagai rekan mergernya dan berdirilah Unilever. Perusahaan Belanda itu dipilih karena telah tumbuh dan mengembangkan banyak perusahaan margarin pada 1920-an. Sejak saat itu, Unilever terus tumbuh dan menancapkan jaring-jaring bisnisnya di seluruh dunia. Produk personal care jadi andalan   Produk yesnetijen.web.id - Unilever terus fokus menjajaki industri perawatan diri dan berbagai produk kebutuhan rumah tangga. Kini perusahaan tersebut telah menggurita di seluruh dunia dan menguasai berbagai merek ternama di berbagai negara. Perusahaan yang bermarkas di Rotterdam, Belanda ini bahkan mampu menyediakan lowongan kerja bagi 173 ribu pegawainya. Tak heran, kapitalisasi pasar korporasi besar ini telah mencapai nilai yang sangat fantastis yaitu US$ 129,1 miliar. Bahkan penjualan seluruh produknya per tahun dapat melonjak hingga US$ 64,25 miliar. Melalui berbagai anak perusahaannya, Unilever kini tercatat memiliki aset senilai US$ 58,12 miliar secara internasional. Kuasai lebih dari 400 merek produk di dunia   Unilever Unilever kini mengelola lebih dari 300 pabrik produksi di seluruh dunia. Perusahaan raksasa ini juga mampu mempertahankan operasinya di lebih dari 100 negara. Tak tanggung-tanggung, Unilever juga telah memiliki 400 merek produk ternama di dunia. Sekitar 34 persen pendapatan diperoleh dari Eropa Barat, 22 persen dari Amerika Utara, 18 persen dari Asia Pasifik, 13 persen dari Amerika Latin dan 9 persen dari Afrika, Timur Tengah dan Turki. Sementara 54 persen keuntungan perusahaan dihasilkan dari produk makanan seperti bumbu dapur, eskrim, minuman pelangsing dan margarin. Terdapat juga beberapa merek andalan yang penjualannya selalu menembus angka di atas satu miliar euro diantaranya Axe, Blue Band, Dermalogica, Dove, Heartbrand Knorr, Lipton, Lux, Magnum, Omo, Rexona, Surf dan Sunsilk. Seluruh merek itu merupakan produk andalah Unilever. ------ Nah itu dia tadi sejarah singkat berdirinya Unilever . Bahkan hampir setengah produk dari supermarket yaitu dari Unilever semua, Tidak dipungkiri juga di rumah Teman & temanwati netijen semua pasti ada satu produk dari situ 

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :