Waduh, 7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kamar Kotor dan Bau

  Kamis, 07 Februari 2019

yesnetijen.web.id - Teman & temanwati netijen para penghuni kos! Pernah nggak sih merasa kamar kos terasa sangat kotor dan bau padahal baru saja dibersihkan beberapa hari lalu? Bisa jadi hal itu terjadi karena Teman & temanwati netijen masih memelihara kebiasaan buruk yang tanpa sadar Teman & temanwati netijen terus lakukan. Kebiasaan tersebut nampaknya terlihat simpel, tapi efeknya luar biasa, lho! Kamar kos yang awalnya indah lama kelamaan nggak nyaman ditinggali dan jadi sarang penyakit.

Kebiasaan buruk ini harus Teman & temanwati netijen ubah supaya kamar kos bisa lebih enak digunakan dan mendukung metabolisme tubuhmu. Apa saja kebiasaan buruk tersebut? Bisa jadi, selama ini Teman & temanwati netijen melakukan satu atau beberapa kebiasaan di bawah ini.

 

 

Tidak Membuka Jendela Kamar

 

memiliki hukum yang sama seperti rumah, kamar kos pun harus memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Kebiasaan menutup jendela dan gorden

 akan membuat kondisi di kamar kos lembap. Kasur dan perlengkapan tidur jadi terasa nggak enak saat digunakan. Bau yang dihasilkan memang bisa diatasi dengan pengharum ruangan, tapi aroma tak sedap akan kembali datang ketika bau pengharum sudah hilang.

Tak hanya itu, kebiasaan buruk ini mendukung jamur menggerogoti barang kesayangan dan bakteri yang bisa mengganggu kesehatan. Jijik banget, kan? Maka dari itu, setiap pagi usahakan untuk membuka jendela supaya ada cahaya

 dan udara masuk. Takut orang lain melihat kamarmu saat Teman & temanwati netijen nggak ada di tempat? Teman & temanwati netijen bisa atasi dengan tidak menutup jendela terlalu rapat dan memakai gorden yang agak tembus pandang. Siasat ini tetap memperbolehkan ruangan menerima cahaya dan udara.

 

 

Rambut rontok yang nggak langsung dibereskan

Permasalahan utama yang dialami anak kos khususnya perempuan adalah rambut rontok. Banyak maupun sedikit, helaian rambut rontok akan berhamburan di lantai. Bayangkan saat Teman & temanwati netijen berjalan di lantai kamar kos, rambut terselip di jari-jari kaki. Selain itu, jika ada baju yang terjatuh dari gantungan

 secara tak sengaja, rambut-rambut akan menempel di sana.

Mulailah untuk menerapkan kebiasaan rajin membersihkan rontokan rambut langsung setelah menyisirnya. Saat lantai yang penuh dengan rambut basah setelah keramas, jangan takut untuk menggunakan jarimu untuk membersihkannya. Gabungkan jadi satu dan putar rambut-rambut tersebut supaya mudah diambil dan lebih ringkas. Jika rambut tercecer di lantai, bisa banget dikumpulin pakai solatip biar langsung terkumpul.

 

 

Membuang sampah basah di kamar

yesnetijen.web.id - Pada dasarnya, semua hal yang sudah tidak bisa digunakan harus dibuang ke tong sampah. Ada perbedaan di antara sampah kering dan basah. Sampah kering seperti tisu dan plastik tidak memberikan bau apapun, tetapi sampah basah yang dimasukkan dalam tong sampah kamar dalam waktu lama bakal menghasilkan bau nggak sedap. Hal ini dikarenakan sampah basah seperti makanan dan minuman jadi basi.

Memiliki tempat untuk membuang sampah

 dalam kamar merupakan tindakan yang tepat, kok. Namun, ada baiknya bila Teman & temanwati netijen menggunakan tong sampah kamar untuk sampah kering saja. Sampah basah langsung dibuah di luar kamar. Dengan memelihara kebiasaan ini, kamar kos nggak akan bau.

 

 

Handuk yang dijemur di dalam kamar

Nah, kebiasaan buruk yang satu ini tanpa sadar menimbulkan bau tak sedap juga, lho. Kebiasaan menjemur handukdalam kamar memang memudahkan kita mengambil handuk untuk mandi, khususnya kamar kos dengan kamar mandi dalam. Namun, handuk yang basah usai dipakai jadi lembap dan nggak baik bila dijemur di kamar.

Sediakan jemuran di luar dekat pintu kamarmu dan keringkan handuk di sana. Cara ini paling menguntungkan karena Teman & temanwati netijen nggak harus keluar kamar dan jauh-jauh mengambil handuk yang dijemur. Pula, jangan lupa untuk menerapakan kebiasaan mencuci handuk seminggu sekali untuk handuk yang lebih sehat digunakan.

 

 

Tidak langsung menyiram feses

Untuk Teman & temanwati netijen yang tinggal di kamar kos dengan kamar mandi dalam, kloset WC yang berwarna coklat sudah jadi konsumsi sehari-hari. Selain karena aliran air kloset, feses yang dibiarkan terlalu lama saat Teman & temanwati netijen sedang buang air besar bisa jadi faktor penyebabnya. Kebiasaan satu ini mungkin dirasa tidak boros air, tapi efeknya sangat terasa.

Mulailah untuk langsung menyiram feses saat Teman & temanwati netijen sudah mengeluarkannya. Jangan tunggu sampai Teman & temanwati netijen selesai buang air besar baru disiram karena feses yang didiamkan terlalu lama akan menempel di dinding kloset WC dan membuatnya kecoklatan dalam waktu yang cepat. Hal ini akan meringankan Teman & temanwati netijen saat waktunya bersih-bersih kamar mandi.

 

 

Tidak mengembalikan barang di tempat semula

yesnetijen.web.id - Kebiasaan buruk ini sudah jadi makanan sehari-hari. Karena alasan malas, kita tidak meletakkan barang yang diambil ke tempat semula. Dalam otak kita sudah diingat bahwa akan mengembalikannya sesuai bermalas-malasan di kursi

 tapi hasilnya tidak seperti itu. Justru, kebiasaan buruk ini terus dilakukan dan tanpa sadar, kamar kos jadi sangat berantakan.

Melakukan kebiasaan mengembalikan barang ke tempat semula sebenarnya mudah, tapi perlu komitmen yang kuat. Menurut Phillipa Laly, seorang peneliti kesehatan psikologis dari University College London, bersama tim penelitiannya mengungkapkan bahwa seseorang butuh melakukan suatu kegiatan sebanyak 66 kali agar kegiatan tersebut  bisa menjadi kebiasaan. Maka dari itu, Teman & temanwati netijen harus rajin melakukan hal ini demi kamar kos yang lebih sehat.

 

 

Pakaian yang digantung terlalu lama

Kebiasaan menggantungkan pakaian yang sudah dipakai namun dirasa masih bersih sering dilakukan dengan pemikiran akan dipakai lagi. Jika Teman & temanwati netijen menumpuk terlalu banyak, pakaian-pakaian tersebut bakal jadi sarang nyamuk, lho. Usut punya usut, nyamuk menyukai bau manusia. Jadi, nggak heran kalo nyamuk suka bertebaran di dekat kita.

Melansir dari popsugar.com, ada beberapa jenis pakaian dengan batas pemakaian hingga akhirnya dimasukkan ke kantung baju kotor dan dibersihkan. Kaos, legging,dress, blus, dan kemeja boleh dipakai sekali hingga dua kali. Pakaian berbahan jeans dan jaket atau sweater bisa digunakan lima hingga enam kali. Celana kain, celana pendek, dan rok harus dicuci setelah tiga hingga empat kali pemakaian.

Dengan mengubah kebiasaan buruk di atas menjadi kebiasaa baik, Teman & temanwati netijen akan mempermudah dirimu sendiri saat bersih-bersih nantinya. Beban yang harus Teman & temanwati netijen tanggung akan berkurang. Pula, lama durasi bersih-bersih jadi lebih singkat sehingga Teman & temanwati netijen bisa melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Yuk, mulai hidup bersih dan sehat!



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Danau Terindah Di Indonesia
  Berikutnya
Cara Membedakan Bahan Kulit Asli dan Palsu

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Teman & temanwati netijen para penghuni kos! Pernah nggak sih merasa kamar kos terasa sangat kotor dan bau padahal baru saja dibersihkan beberapa hari lalu? Bisa jadi hal itu terjadi karena Teman & temanwati netijen masih memelihara kebiasaan buruk yang tanpa sadar Teman & temanwati netijen terus lakukan. Kebiasaan tersebut nampaknya terlihat simpel, tapi efeknya luar biasa, lho! Kamar kos yang awalnya indah lama kelamaan nggak nyaman ditinggali dan jadi sarang penyakit. Kebiasaan buruk ini harus Teman & temanwati netijen ubah supaya kamar kos bisa lebih enak digunakan dan mendukung metabolisme tubuhmu. Apa saja kebiasaan buruk tersebut? Bisa jadi, selama ini Teman & temanwati netijen melakukan satu atau beberapa kebiasaan di bawah ini.     Tidak Membuka Jendela Kamar   memiliki hukum yang sama seperti rumah, kamar kos pun harus memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Kebiasaan menutup jendela dan gorden akan membuat kondisi di kamar kos lembap. Kasur dan perlengkapan tidur jadi terasa nggak enak saat digunakan. Bau yang dihasilkan memang bisa diatasi dengan pengharum ruangan, tapi aroma tak sedap akan kembali datang ketika bau pengharum sudah hilang. Tak hanya itu, kebiasaan buruk ini mendukung jamur menggerogoti barang kesayangan dan bakteri yang bisa mengganggu kesehatan. Jijik banget, kan? Maka dari itu, setiap pagi usahakan untuk membuka jendela supaya ada cahaya dan udara masuk. Takut orang lain melihat kamarmu saat Teman & temanwati netijen nggak ada di tempat? Teman & temanwati netijen bisa atasi dengan tidak menutup jendela terlalu rapat dan memakai gorden yang agak tembus pandang. Siasat ini tetap memperbolehkan ruangan menerima cahaya dan udara.     Rambut rontok yang nggak langsung dibereskan Permasalahan utama yang dialami anak kos khususnya perempuan adalah rambut rontok. Banyak maupun sedikit, helaian rambut rontok akan berhamburan di lantai. Bayangkan saat Teman & temanwati netijen berjalan di lantai kamar kos, rambut terselip di jari-jari kaki. Selain itu, jika ada baju yang terjatuh dari gantungan secara tak sengaja, rambut-rambut akan menempel di sana. Mulailah untuk menerapkan kebiasaan rajin membersihkan rontokan rambut langsung setelah menyisirnya. Saat lantai yang penuh dengan rambut basah setelah keramas, jangan takut untuk menggunakan jarimu untuk membersihkannya. Gabungkan jadi satu dan putar rambut-rambut tersebut supaya mudah diambil dan lebih ringkas. Jika rambut tercecer di lantai, bisa banget dikumpulin pakai solatip biar langsung terkumpul.     Membuang sampah basah di kamar yesnetijen.web.id - Pada dasarnya, semua hal yang sudah tidak bisa digunakan harus dibuang ke tong sampah. Ada perbedaan di antara sampah kering dan basah. Sampah kering seperti tisu dan plastik tidak memberikan bau apapun, tetapi sampah basah yang dimasukkan dalam tong sampah kamar dalam waktu lama bakal menghasilkan bau nggak sedap. Hal ini dikarenakan sampah basah seperti makanan dan minuman jadi basi. Memiliki tempat untuk membuang sampah dalam kamar merupakan tindakan yang tepat, kok. Namun, ada baiknya bila Teman & temanwati netijen menggunakan tong sampah kamar untuk sampah kering saja. Sampah basah langsung dibuah di luar kamar. Dengan memelihara kebiasaan ini, kamar kos nggak akan bau.     Handuk yang dijemur di dalam kamar Nah, kebiasaan buruk yang satu ini tanpa sadar menimbulkan bau tak sedap juga, lho. Kebiasaan menjemur handukdalam kamar memang memudahkan kita mengambil handuk untuk mandi, khususnya kamar kos dengan kamar mandi dalam. Namun, handuk yang basah usai dipakai jadi lembap dan nggak baik bila dijemur di kamar. Sediakan jemuran di luar dekat pintu kamarmu dan keringkan handuk di sana. Cara ini paling menguntungkan karena Teman & temanwati netijen nggak harus keluar kamar dan jauh-jauh mengambil handuk yang dijemur. Pula, jangan lupa untuk menerapakan kebiasaan mencuci handuk seminggu sekali untuk handuk yang lebih sehat digunakan.     Tidak langsung menyiram feses Untuk Teman & temanwati netijen yang tinggal di kamar kos dengan kamar mandi dalam, kloset WC yang berwarna coklat sudah jadi konsumsi sehari-hari. Selain karena aliran air kloset, feses yang dibiarkan terlalu lama saat Teman & temanwati netijen sedang buang air besar bisa jadi faktor penyebabnya. Kebiasaan satu ini mungkin dirasa tidak boros air, tapi efeknya sangat terasa. Mulailah untuk langsung menyiram feses saat Teman & temanwati netijen sudah mengeluarkannya. Jangan tunggu sampai Teman & temanwati netijen selesai buang air besar baru disiram karena feses yang didiamkan terlalu lama akan menempel di dinding kloset WC dan membuatnya kecoklatan dalam waktu yang cepat. Hal ini akan meringankan Teman & temanwati netijen saat waktunya bersih-bersih kamar mandi.     Tidak mengembalikan barang di tempat semula yesnetijen.web.id - Kebiasaan buruk ini sudah jadi makanan sehari-hari. Karena alasan malas, kita tidak meletakkan barang yang diambil ke tempat semula. Dalam otak kita sudah diingat bahwa akan mengembalikannya sesuai bermalas-malasan di kursi tapi hasilnya tidak seperti itu. Justru, kebiasaan buruk ini terus dilakukan dan tanpa sadar, kamar kos jadi sangat berantakan. Melakukan kebiasaan mengembalikan barang ke tempat semula sebenarnya mudah, tapi perlu komitmen yang kuat. Menurut Phillipa Laly, seorang peneliti kesehatan psikologis dari University College London, bersama tim penelitiannya mengungkapkan bahwa seseorang butuh melakukan suatu kegiatan sebanyak 66 kali agar kegiatan tersebut  bisa menjadi kebiasaan. Maka dari itu, Teman & temanwati netijen harus rajin melakukan hal ini demi kamar kos yang lebih sehat.     Pakaian yang digantung terlalu lama Kebiasaan menggantungkan pakaian yang sudah dipakai namun dirasa masih bersih sering dilakukan dengan pemikiran akan dipakai lagi. Jika Teman & temanwati netijen menumpuk terlalu banyak, pakaian-pakaian tersebut bakal jadi sarang nyamuk, lho. Usut punya usut, nyamuk menyukai bau manusia. Jadi, nggak heran kalo nyamuk suka bertebaran di dekat kita. Melansir dari popsugar.com, ada beberapa jenis pakaian dengan batas pemakaian hingga akhirnya dimasukkan ke kantung baju kotor dan dibersihkan. Kaos, legging,dress, blus, dan kemeja boleh dipakai sekali hingga dua kali. Pakaian berbahan jeans dan jaket atau sweater bisa digunakan lima hingga enam kali. Celana kain, celana pendek, dan rok harus dicuci setelah tiga hingga empat kali pemakaian. Dengan mengubah kebiasaan buruk di atas menjadi kebiasaa baik, Teman & temanwati netijen akan mempermudah dirimu sendiri saat bersih-bersih nantinya. Beban yang harus Teman & temanwati netijen tanggung akan berkurang. Pula, lama durasi bersih-bersih jadi lebih singkat sehingga Teman & temanwati netijen bisa melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Yuk, mulai hidup bersih dan sehat!

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :