Tradisi Unik Kepunyaan Suku Sunda

  Senin, 24 2018

yesnetijen.web.id - Sejauh apa pengetuhan Teman & temanwati netijen mengenai Suku Sunda ? Suku Sunda merupakan suku terbesar kedua di Indonesia setelah Suku Jawa. Dan seperti yang kita ketahui juga, bahwa masing-masing Suku di Indonesia memiliki keunikaannya tersendiri. Keunikan itu pula-lah yang menjadi jati diri dari Suku tersebut.

 

 

Tradisi Reuneuh Mundingeun

Yang pertama adalah Tradisi Reuneuh Mundingeun. Tradisi unik yang satu ini ditujukan pada kaum wanita Sunda yang sedang hamil 9 bulan keatas, atau boleh dibilang kepada wanita hamil namun masih belum juga melahirkan anak. Pada akhirnya, wanita hamil yang belum melahirkan tersebut dijuluki dengan Reuneuh Mundingeun atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah Kerbau Bunting.

Mengenai jalannya tradisi Reuneuh Mundingeun, nantinya si wanita hamil tersebut akan diarak oleh Indung Beurang (Ibu Siang) dan diharuskan untuk mengelilingi rumah dan kandang kerbau sebanyak 7 kali. Selanjutnya si wanita hamil akan dimandikan oleh Indung Beurang, dan kembali disuruh masuk kerumahnya. Seiring perkembangan zaman, kini tradisi Reuneuh Mundingeun sudah jarang ditemukan.

 

 

Tradisi Nenjrag Bumi

yesnetijen.web.id - Yang kedua adalah Tradisi Nenjrag Bumi, dimana bayi yang baru lahir akan diletakkan ditanah yang kemudian nantinya sang Indung Beurang harus memukulkan palu ketanah dekat si bayi sebanyak 7  kali. Selanjutnya si Indung Beurang akan menghentakkan kakinya ketanah sebanyak 3 kali. Konon, tradisi Nenjrag Bumi ini agar kelak nanti sang bayi tersebut menjadi seorang anak yang dapat menaklukkan kerasnya kehidupan dunia.

 

 

Tradisi Puput Pusteur

 yang satu ini biasa diadakan sebagai acara selamatan, saat tali pusar pada bayi terlepas. Kemudian tali pusar tersebut akan dimasukkan kedalam Kanjut Kundang oleh Indung Beurang, yang nantinya tali pusar itu akan ditimbun dengan uang logam berbalut kapas, dan diikatkan pada perut si bayi.

Setelah si bayi diberi nama, kemudian akan dibacakan doa selamat sambil disajikan hidangan berupa bubur ketan merah dan bubur ketan putih. Tujuan dari tradisi ini, agar kelak nanti si bayi akan hidup berdampingan dengan saudara-saudaranya.

Sumber : cuturalsavage.com



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Daftar Negara Yang Memiliki Hutan Paling Luas di Dunia
  Berikutnya
Mengapa Biskuit Cracker Berlubang

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Sejauh apa pengetuhan Teman & temanwati netijen mengenai Suku Sunda ? Suku Sunda merupakan suku terbesar kedua di Indonesia setelah Suku Jawa. Dan seperti yang kita ketahui juga, bahwa masing-masing Suku di Indonesia memiliki keunikaannya tersendiri. Keunikan itu pula-lah yang menjadi jati diri dari Suku tersebut.     Tradisi Reuneuh Mundingeun Yang pertama adalah Tradisi Reuneuh Mundingeun. Tradisi unik yang satu ini ditujukan pada kaum wanita Sunda yang sedang hamil 9 bulan keatas, atau boleh dibilang kepada wanita hamil namun masih belum juga melahirkan anak. Pada akhirnya, wanita hamil yang belum melahirkan tersebut dijuluki dengan Reuneuh Mundingeun atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah Kerbau Bunting. Mengenai jalannya tradisi Reuneuh Mundingeun, nantinya si wanita hamil tersebut akan diarak oleh Indung Beurang (Ibu Siang) dan diharuskan untuk mengelilingi rumah dan kandang kerbau sebanyak 7 kali. Selanjutnya si wanita hamil akan dimandikan oleh Indung Beurang, dan kembali disuruh masuk kerumahnya. Seiring perkembangan zaman, kini tradisi Reuneuh Mundingeun sudah jarang ditemukan.     Tradisi Nenjrag Bumi yesnetijen.web.id - Yang kedua adalah Tradisi Nenjrag Bumi, dimana bayi yang baru lahir akan diletakkan ditanah yang kemudian nantinya sang Indung Beurang harus memukulkan palu ketanah dekat si bayi sebanyak 7  kali. Selanjutnya si Indung Beurang akan menghentakkan kakinya ketanah sebanyak 3 kali. Konon, tradisi Nenjrag Bumi ini agar kelak nanti sang bayi tersebut menjadi seorang anak yang dapat menaklukkan kerasnya kehidupan dunia.     Tradisi Puput Pusteur  yang satu ini biasa diadakan sebagai acara selamatan, saat tali pusar pada bayi terlepas. Kemudian tali pusar tersebut akan dimasukkan kedalam Kanjut Kundang oleh Indung Beurang, yang nantinya tali pusar itu akan ditimbun dengan uang logam berbalut kapas, dan diikatkan pada perut si bayi. Setelah si bayi diberi nama, kemudian akan dibacakan doa selamat sambil disajikan hidangan berupa bubur ketan merah dan bubur ketan putih. Tujuan dari tradisi ini, agar kelak nanti si bayi akan hidup berdampingan dengan saudara-saudaranya. Sumber : cuturalsavage.com

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :