(Bag 4) Virus Komputer Paling Berbahaya Dalam Sejarah Internet

  Minggu, 25 November 2018

16. Stuxnet (2009-2010)

yesnetijen.web.id - Virus ini adalah "worm" pemerintah AS dan Israel yang dirancang untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, tapitidak mengejutkan jika virus itu sengaja menyebar keluar dari sasaran yang dituju.

Stuxnet adalah virus komputer pertama yang dirancang khusus oleh hacker untuk mengintai, menganggu dan menyebabkan kerusakan yang nyata pada sistem komputer. Karakteristik Stuxnet unik, karena hanya ditargetkan untuk merusak software yang dipakai pada dunia industri.

Stuxnet telah merusak mesin di fasilitas pengayaan uranium Natanz Iran. Badan Energi Atom Internasional menyatakan bahwa Stuxnet menyebabkan sejumlah besar kerusakan mesin cuci uranium raksasa Iran.

Pada awalnya, Stuxnet memiliki sasaran peranti lunak Siemens dan perangkat yang berjalan dalam sistem operasi Microsoft Windows. Namun Siemens sendiri tidak mengalami serangan yang berarti, karena yang dituju sebagai sasaran adalah Iran yang menggunakan peralatan terembargo Siemens yang diperoleh secara rahasia.

Stuxnet ditemukan pada Juli 2010, dan diyakini sudah menginfeksi komputer Iran pada tahun 2009. Symantec mencatat pada Agustus 2010 bahwa 60% dari komputer yang terinfeksi di seluruh dunia berada di Iran. Stuxnet(dan "anaknya" Duqu) sering disebut sebagai "senjatasuper dunia maya" yang pertama.

 

 

17. Flame aka Flamer / sKyWIper / Skywiper (2012)

Virus ini jauh lebih canggih, malware komputer modularsangat canggih yang menginfeksi komputer dengan menjalankan sistem operasi Windows dengan sendirinya! Dan dirancang untuk menyerang negara-negara di Timur Tengah, sebagian besar di Iran, Lebanon, Suriah dan Sudan.

Tak perlu dikatakan lagi, virus ini adalah bagian dari"yang terkoordinasi dengan baik, berkelanjutan dan merupakan perang cyber yang dikelola negara", yang dimulai oleh sebuah virus bernama Stuxnet (pada poin 16). "Kode" ini adalah persenjataan berat.

Virus ini begitu besar dan bisa masuk ke dalam sistemhingga menyebar menjadi banyak yang terdiri dari bagian-bagian kecil. Pertama-tama, komputer otomatis mengunduh file sebesar 6 megabyte yang berisi sekitar setengah lusin modul kompresi lain yang berada didalamnya.

Virus itu dapat berhenti beroperasi dengan sendirinya, setelah ia terdeteksi oleh operator pengguna atau publik. Hal ini dilakukan "sang virus" karena operator kemungkinan sudah memiliki kemampuan untuk mengirim modul atau aplikasi yang dapatmembunuh sang virus. Canggih kan!?! Berikut pada gambar diatas adalah sepotong kode kecil saja dari virus Flame.

 

 

18. BlackShades aka BlackShader (Mei 2014)

yesnetijen.web.id - Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Badan investigasi Amerika Serikat mendeteksi lebih dari 500.ooo komputer di lebih 100 negara di dunia terjangkit virus berbahaya yang menyerang perangkat lunak pada komputer di masa itu. Aksi kejahatan dunia maya yang dilakukan penjahat cyber ini bekerja dengan cara mengambil-alih komputer dan membajak kamera yang ada pada komputer tersebut.

Malware berbahaya yang disebut "BlackShader" atau "BlackShades" itu, disebar oleh lima orang yang akhirnya tertangkap dan digugat kriminal oleh FBI, di pengadilan federal Manhattan, pada bulan Mei 2014.

Pada tahun yang sama, FBI juga menahan seratus orang yang memiliki Blackshades di komputer mereka. FBI mengatakan, sedikitnya ada tujuh ribu "Blackshades Remote Access Tool" telah terjual sejak tahun 2010. Blackshades dijual seharga US$40, dan dilaporkan menghasilkan penjualan hingga sebesar US $350.000!

Bukan hanya FBI, polisi di seluruh dunia juga mengatakan mereka baru-baru ini telah menangkap 97 orang di 16 negara yang diduga menggunakan atau menyebarkan perangkat lunak berbahaya yang disebut "BlackShades" atau "Bayangan Hitam" ini. FBI menambahkan salah satu pembuat program itu kini bekerjasama dengan pemerintah dan memberikan informasi luas tentang program tersebut.

Virus ini dapat menyusup secara diam-diam, mengubah file pada sistem, menginstal key-logger, mengakses camera, membuat botnet yang bisa menyebabkan dDOS-attack, mendownload file lain secara rahasia dan otomatis menjalankannya, hingga dapat menggunakan proxy server pada pengguna.

Kemudian, "BlackShades" memungkinkan para peretas mencuri informasi pribadi, mencegat pesan penting dan membajak kamera pada komputer atau webcam untuk digunakan secara diam-diam demi kepentingan mereka. Dan pada waktu itu, keberadaan virus dengan kode "gila" yang multi fungsi ini adalah yang pertama!

 

 

19. MonsterMind (2014)

Edward Snowden, orang yang paling dicari di muka Bumi. Ia adalah mantan agen CIA yang mengungkapkan semua program dan aktivitas intelijen AS berupa dokumen-dokumen yang jumlahnya diatas 1,5 juta bocoran rahasia milik AS.

Kali ini lebih serius, dan bukanlah virus untuk menyerang, tapi suatu program atau aplikasi yang ditanamkan pada server yang bertujuan untuk mengetahui dari mana serangan suatu virus berasal, lalu menghancurkannya, namun ia juga dapat melakukan perlawanan bahkan menyerang balik ke server-server yang telah menyerangnya.

Itulah sebabnya aplikasi ini kami masukkan ke dalam jenis malware, sama seperti yang lainnya karena dapat merusak server-server. Disamping itu, program ini adalah milik intelijen NSA AS, dan ini sangat-sangat rahasia.

Program ini bernama MonsterMind, info keberadaannya adalah hasil bocoran dari Edward Snowden yang tak henti-hentinya membocorkan rahasia terkait aktivitas badan-badan intelijen Amerika. Dalam interview terbarunya, Snowden mengungkapkan NSA tengah membuat sebuah sistem keamanan online baru yang kelak bisa membantu Amerika menghancurkan segala virus komputer di seluruh dunia.

MonsterMind, nama yang diberikan oleh NSA kepada program "anti-virus super" itu memang mencerminkan kemampuannya. MonsterMind diklaim tidak hanya mampu menghancurkan berbagai macam virus yang masuk ke jaringan internet Amerika, namun punya kemampuan untuk melakukan perlawanan kepada server yang mengirim virus tersebut, hanya dalam hitungan detik!

Tugas program ini mengamati pola lalu lintas Internet yang tidak biasa yang mungkin menunjukkan serangan. Setelah deteksi, secara otomatis memblok lalu lintas internet yang memasuki Amerika Serikat. Sementara program serupa telah ada selama beberapa dekade, namun MonsterMind unik karena menyerang balik, tanpa interaksi manusia.

Akan tetapi, proyek MonsterMind ini ditengarai bisa meningkatkan pengaruh dan kontrol Amerika atas dunia maya mengingat MonsterMind mampu menghentikan sebuah lalu lintas internet jika dianggap berbahaya atau membawa malware.

Publik sendiri masih bertanya-tanya apakah anti-virus super buatan NSA ini juga bisa diatur untuk melakukan serangan cyber balasan kepada si penyerang dengan menggunakan virus buatan mereka, seperti Stuxnet? Sebab, pemerintahan dibawah presiden Obama pada kala itu, telah mengeluarkan kebijakan untuk menyerang negara lain menggunakan virus, bahkan di dunia maya sekalipun.

Namun hanya "DPR"-nya Amerika saja yang bisa mengeluarkan keputusan menjalankan perang cyber. Saat ini, Amerika memang tengah melakukan peperangan di dunia maya dan telah menerima banyak sekali serangan cyber. Mayoritas serangan tersebut menggunakan virus DDoS Attack dan telah berhasil menyerang berbagai situs penting di Amerika, misalnya situs milik badan keuangan dan lembaga pemerintahan pada masa-masa lalu.

 

 

20. WannaCry aka WNCRY (May 2017)

yesnetijen.web.id - Virus ini berjenis RansomWare yang diberi nama WannaCry, dan merupakan virus komputer yang berkembang paling cepat dan sakti pada tahun 2017. Buktinya, hanya dalam waktu dua hari, virus ini bisa menyebar secara masif ke 99 negara, dan terus menyebar.

RansomWare yaitu jenis piranti lunak malware (malicious software) yang berkembang paling cepat dan dapat mengunci komputer, sehingga pengguna tidak dapat mengakses informasi. Biasanya, serangan ransomware diikuti dengan permintaan tebusan oleh si peretas. Permintaan tebusan inilah dikatakan mirip ransom atau ransum, yaitu sejenis makanan dikala perang.

Kebanyakan program jahat jenis ransomware ini, akan mengunci dokumen dengan algoritma enkripsi khusus dan hanya bisa diakses jika memasukkan kode unik untuk membuka enkripsinya. Namun kode unik itu hanya dimiliki oleh pihak yang membuat ransomware tersebut dan pengguna harus membayar dengan uang internet yang bernama Bitcoin.

Pada virus ransomware WannaCry yang mewabah dunia di tahun 2017, permintaan tebusan sebesar US$300 hingga US$600 dolar AS. Dilansir Reuters, peretas diduga menggunakan alat yang dimiliki oleh Lembaga Keamanan AS (NSA).

Mengapa itu bisa terjadi? Kerena serangan siber ini memanfaatkan celah dalam bocoran dokumen yang didapat dari Badan Keamanan Nasional AS atau NSA. Karena itulah maka sejumlah perusahaan keamanan dunia maya hingga edward Snowden menyebut bahwa serangan siber ini diyakini menggunakan "tools" yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional AS (National Security Agency / NSA).

Dalam 24 jam terakhir IP WannaCry yang aktif ada 104.130. Dan dari total 104.118 domain yang terdeteksi,102.769 sudah mati dan tinggal 1.349 yang aktif di seluruh dunia.

Pada 15 Mei 2017 atau hanya tiga hari sejak virus RansomWare WannaCry ini dilaporkan, sudah menjangkiti sebanyak 300.000 korban dan sistim komputer di selurtuh dunia! Dan negara-negara yang terkena oleh virus ini sudah mencapai lebih 150 negara seantero planet Bumi ini. Wow!

Beberapa badan atau perusahaan di dunia yang terkena virus ini adalah: Nyaris semua rumah sakit di Inggris Raya dibawah Britain"s National Health Service (NHS), Renault Perancis, Nissan"s Sunderland Inggris, bank-bank dan kementerian di Rusia, perusahaan kereta api Jerman Deutsche Bahn, FedEx US package delivery group Amerika, perusahaan telekomunikasi Telefonica Spanyol, perusahaan enginnering Sandvik Swedia, sekolah-sekolah di Cina seperti Sun Yat-sen University in China dan juga sekolah-sekolah di Filipina, perusahaan telekomunikasi Portugal Telcom, termasuk juga beberapa rumah sakit besar di Indonesia seperti RS Dharmais dan RS Harapan Kita.

Itulah virus-virus komputer yang sensasional dari beberapa virus internet yang paling terkenal, menyebar luas, berbahaya dan merepotkan dikalangan pengguna dunia cyber. Tapi bukan berarti kedepannya tak akan ada lagi "bahasa kode" yang dapat merepotkan pengguna komputer sejagat.

Memang sebenarnya masih ada virus-virus lainnya yang tak kalah hebat. Namun mereka sebenarnya adalah hasil penurunan kode atau script dari virus-virus diatas yang telah dimodifikasi atau ditambahkan, lalu kembali disebarkan oleh panyebar setelahnya.

Suatu saat nanti sudah dapat dipastikan, akan tetap ada banyak kode buatan para programmer pintar ini. Tak hanya OS Windows, bahkan kini mereka telah merambah ke dunia gadget, baik itu OS berbasis Android ataupun Apple.

Maka bersiaplah dengan kerusakan file, program atau aplikasi, dan juga kerusakan sistim operasi yang jauh lebih parah terhadap komputer Anda, berhati-hatilah… karena mereka tidak diam hanya sampai disini.

 

---

yesnetijen.web.id - Backdoor (pintu belakang), dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan, misal: melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya.

Exploit, adalah sebuah kode yang menyerang keamanan_komputer secara spesifik yang banyak digunakan untuk penentrasi baik secara legal ataupun ilegal untuk mencari kelemahan (vulnerability) pada komputer tujuan.

Keylogger (perekam ketikan), merupakan sebuah perangkat baik itu perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol papan ketik (keyboard).

Malware (perangkat lunak perusak), adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, server atau jejaring komputer tanpa izin atau tanpa diketahui oleh pemilik.

Trojan Horse (Kuda Troya), dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target).

Ransomware (perangkat pemeras), adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Jenis yang sederhana bekerja dengan mengunci sistem dengan cara yang tidak sulit untuk ditangani oleh orang yang ahli, sedangkan jenis yang lebih canggih akan mengenkripsi berkas sehingga tidak dapat diakses. Serangan perangkat pemeras umumnya dilakukan melalui Trojan yang disamarkan sebagai berkas yang seakan tidak berbahaya.

Spyware (Perangkat pengintai), adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem pengguna tersebut.

Virus komputer, merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain.

Worm (Cacing komputer), dalam keamanan komputer, adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri. Worm tidak seperti virus komputer biasa, yang menggandakan dirinya dengan cara menyisipkan program dirinya pada program yang ada dalam komputer tersebut, tetapi worm memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan vulnerability.

Sumber : Indocropcycle.com



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
(Bag 3) Virus Komputer Paling Berbahaya Dalam Sejarah Internet
  Berikutnya
Negara Negara Penghasil Wanita Cantik

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : 16. Stuxnet (2009-2010) yesnetijen.web.id - Virus ini adalah "worm" pemerintah AS dan Israel yang dirancang untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, tapitidak mengejutkan jika virus itu sengaja menyebar keluar dari sasaran yang dituju. Stuxnet adalah virus komputer pertama yang dirancang khusus oleh hacker untuk mengintai, menganggu dan menyebabkan kerusakan yang nyata pada sistem komputer. Karakteristik Stuxnet unik, karena hanya ditargetkan untuk merusak software yang dipakai pada dunia industri. Stuxnet telah merusak mesin di fasilitas pengayaan uranium Natanz Iran. Badan Energi Atom Internasional menyatakan bahwa Stuxnet menyebabkan sejumlah besar kerusakan mesin cuci uranium raksasa Iran. Pada awalnya, Stuxnet memiliki sasaran peranti lunak Siemens dan perangkat yang berjalan dalam sistem operasi Microsoft Windows. Namun Siemens sendiri tidak mengalami serangan yang berarti, karena yang dituju sebagai sasaran adalah Iran yang menggunakan peralatan terembargo Siemens yang diperoleh secara rahasia. Stuxnet ditemukan pada Juli 2010, dan diyakini sudah menginfeksi komputer Iran pada tahun 2009. Symantec mencatat pada Agustus 2010 bahwa 60% dari komputer yang terinfeksi di seluruh dunia berada di Iran. Stuxnet(dan "anaknya" Duqu) sering disebut sebagai "senjatasuper dunia maya" yang pertama.     17. Flame aka Flamer / sKyWIper / Skywiper (2012) Virus ini jauh lebih canggih, malware komputer modularsangat canggih yang menginfeksi komputer dengan menjalankan sistem operasi Windows dengan sendirinya! Dan dirancang untuk menyerang negara-negara di Timur Tengah, sebagian besar di Iran, Lebanon, Suriah dan Sudan. Tak perlu dikatakan lagi, virus ini adalah bagian dari"yang terkoordinasi dengan baik, berkelanjutan dan merupakan perang cyber yang dikelola negara", yang dimulai oleh sebuah virus bernama Stuxnet (pada poin 16). "Kode" ini adalah persenjataan berat. Virus ini begitu besar dan bisa masuk ke dalam sistemhingga menyebar menjadi banyak yang terdiri dari bagian-bagian kecil. Pertama-tama, komputer otomatis mengunduh file sebesar 6 megabyte yang berisi sekitar setengah lusin modul kompresi lain yang berada didalamnya. Virus itu dapat berhenti beroperasi dengan sendirinya, setelah ia terdeteksi oleh operator pengguna atau publik. Hal ini dilakukan "sang virus" karena operator kemungkinan sudah memiliki kemampuan untuk mengirim modul atau aplikasi yang dapatmembunuh sang virus. Canggih kan!?! Berikut pada gambar diatas adalah sepotong kode kecil saja dari virus Flame.     18. BlackShades aka BlackShader (Mei 2014) yesnetijen.web.id - Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Badan investigasi Amerika Serikat mendeteksi lebih dari 500.ooo komputer di lebih 100 negara di dunia terjangkit virus berbahaya yang menyerang perangkat lunak pada komputer di masa itu. Aksi kejahatan dunia maya yang dilakukan penjahat cyber ini bekerja dengan cara mengambil-alih komputer dan membajak kamera yang ada pada komputer tersebut. Malware berbahaya yang disebut "BlackShader" atau "BlackShades" itu, disebar oleh lima orang yang akhirnya tertangkap dan digugat kriminal oleh FBI, di pengadilan federal Manhattan, pada bulan Mei 2014. Pada tahun yang sama, FBI juga menahan seratus orang yang memiliki Blackshades di komputer mereka. FBI mengatakan, sedikitnya ada tujuh ribu "Blackshades Remote Access Tool" telah terjual sejak tahun 2010. Blackshades dijual seharga US$40, dan dilaporkan menghasilkan penjualan hingga sebesar US $350.000! Bukan hanya FBI, polisi di seluruh dunia juga mengatakan mereka baru-baru ini telah menangkap 97 orang di 16 negara yang diduga menggunakan atau menyebarkan perangkat lunak berbahaya yang disebut "BlackShades" atau "Bayangan Hitam" ini. FBI menambahkan salah satu pembuat program itu kini bekerjasama dengan pemerintah dan memberikan informasi luas tentang program tersebut. Virus ini dapat menyusup secara diam-diam, mengubah file pada sistem, menginstal key-logger, mengakses camera, membuat botnet yang bisa menyebabkan dDOS-attack, mendownload file lain secara rahasia dan otomatis menjalankannya, hingga dapat menggunakan proxy server pada pengguna. Kemudian, "BlackShades" memungkinkan para peretas mencuri informasi pribadi, mencegat pesan penting dan membajak kamera pada komputer atau webcam untuk digunakan secara diam-diam demi kepentingan mereka. Dan pada waktu itu, keberadaan virus dengan kode "gila" yang multi fungsi ini adalah yang pertama!     19. MonsterMind (2014) Edward Snowden, orang yang paling dicari di muka Bumi. Ia adalah mantan agen CIA yang mengungkapkan semua program dan aktivitas intelijen AS berupa dokumen-dokumen yang jumlahnya diatas 1,5 juta bocoran rahasia milik AS. Kali ini lebih serius, dan bukanlah virus untuk menyerang, tapi suatu program atau aplikasi yang ditanamkan pada server yang bertujuan untuk mengetahui dari mana serangan suatu virus berasal, lalu menghancurkannya, namun ia juga dapat melakukan perlawanan bahkan menyerang balik ke server-server yang telah menyerangnya. Itulah sebabnya aplikasi ini kami masukkan ke dalam jenis malware, sama seperti yang lainnya karena dapat merusak server-server. Disamping itu, program ini adalah milik intelijen NSA AS, dan ini sangat-sangat rahasia. Program ini bernama MonsterMind, info keberadaannya adalah hasil bocoran dari Edward Snowden yang tak henti-hentinya membocorkan rahasia terkait aktivitas badan-badan intelijen Amerika. Dalam interview terbarunya, Snowden mengungkapkan NSA tengah membuat sebuah sistem keamanan online baru yang kelak bisa membantu Amerika menghancurkan segala virus komputer di seluruh dunia. MonsterMind, nama yang diberikan oleh NSA kepada program "anti-virus super" itu memang mencerminkan kemampuannya. MonsterMind diklaim tidak hanya mampu menghancurkan berbagai macam virus yang masuk ke jaringan internet Amerika, namun punya kemampuan untuk melakukan perlawanan kepada server yang mengirim virus tersebut, hanya dalam hitungan detik! Tugas program ini mengamati pola lalu lintas Internet yang tidak biasa yang mungkin menunjukkan serangan. Setelah deteksi, secara otomatis memblok lalu lintas internet yang memasuki Amerika Serikat. Sementara program serupa telah ada selama beberapa dekade, namun MonsterMind unik karena menyerang balik, tanpa interaksi manusia. Akan tetapi, proyek MonsterMind ini ditengarai bisa meningkatkan pengaruh dan kontrol Amerika atas dunia maya mengingat MonsterMind mampu menghentikan sebuah lalu lintas internet jika dianggap berbahaya atau membawa malware. Publik sendiri masih bertanya-tanya apakah anti-virus super buatan NSA ini juga bisa diatur untuk melakukan serangan cyber balasan kepada si penyerang dengan menggunakan virus buatan mereka, seperti Stuxnet? Sebab, pemerintahan dibawah presiden Obama pada kala itu, telah mengeluarkan kebijakan untuk menyerang negara lain menggunakan virus, bahkan di dunia maya sekalipun. Namun hanya "DPR"-nya Amerika saja yang bisa mengeluarkan keputusan menjalankan perang cyber. Saat ini, Amerika memang tengah melakukan peperangan di dunia maya dan telah menerima banyak sekali serangan cyber. Mayoritas serangan tersebut menggunakan virus DDoS Attack dan telah berhasil menyerang berbagai situs penting di Amerika, misalnya situs milik badan keuangan dan lembaga pemerintahan pada masa-masa lalu.     20. WannaCry aka WNCRY (May 2017) yesnetijen.web.id - Virus ini berjenis RansomWare yang diberi nama WannaCry, dan merupakan virus komputer yang berkembang paling cepat dan sakti pada tahun 2017. Buktinya, hanya dalam waktu dua hari, virus ini bisa menyebar secara masif ke 99 negara, dan terus menyebar. RansomWare yaitu jenis piranti lunak malware (malicious software) yang berkembang paling cepat dan dapat mengunci komputer, sehingga pengguna tidak dapat mengakses informasi. Biasanya, serangan ransomware diikuti dengan permintaan tebusan oleh si peretas. Permintaan tebusan inilah dikatakan mirip ransom atau ransum, yaitu sejenis makanan dikala perang. Kebanyakan program jahat jenis ransomware ini, akan mengunci dokumen dengan algoritma enkripsi khusus dan hanya bisa diakses jika memasukkan kode unik untuk membuka enkripsinya. Namun kode unik itu hanya dimiliki oleh pihak yang membuat ransomware tersebut dan pengguna harus membayar dengan uang internet yang bernama Bitcoin. Pada virus ransomware WannaCry yang mewabah dunia di tahun 2017, permintaan tebusan sebesar US$300 hingga US$600 dolar AS. Dilansir Reuters, peretas diduga menggunakan alat yang dimiliki oleh Lembaga Keamanan AS (NSA). Mengapa itu bisa terjadi? Kerena serangan siber ini memanfaatkan celah dalam bocoran dokumen yang didapat dari Badan Keamanan Nasional AS atau NSA. Karena itulah maka sejumlah perusahaan keamanan dunia maya hingga edward Snowden menyebut bahwa serangan siber ini diyakini menggunakan "tools" yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional AS (National Security Agency / NSA). Dalam 24 jam terakhir IP WannaCry yang aktif ada 104.130. Dan dari total 104.118 domain yang terdeteksi,102.769 sudah mati dan tinggal 1.349 yang aktif di seluruh dunia. Pada 15 Mei 2017 atau hanya tiga hari sejak virus RansomWare WannaCry ini dilaporkan, sudah menjangkiti sebanyak 300.000 korban dan sistim komputer di selurtuh dunia! Dan negara-negara yang terkena oleh virus ini sudah mencapai lebih 150 negara seantero planet Bumi ini. Wow! Beberapa badan atau perusahaan di dunia yang terkena virus ini adalah: Nyaris semua rumah sakit di Inggris Raya dibawah Britain"s National Health Service (NHS), Renault Perancis, Nissan"s Sunderland Inggris, bank-bank dan kementerian di Rusia, perusahaan kereta api Jerman Deutsche Bahn, FedEx US package delivery group Amerika, perusahaan telekomunikasi Telefonica Spanyol, perusahaan enginnering Sandvik Swedia, sekolah-sekolah di Cina seperti Sun Yat-sen University in China dan juga sekolah-sekolah di Filipina, perusahaan telekomunikasi Portugal Telcom, termasuk juga beberapa rumah sakit besar di Indonesia seperti RS Dharmais dan RS Harapan Kita. Itulah virus-virus komputer yang sensasional dari beberapa virus internet yang paling terkenal, menyebar luas, berbahaya dan merepotkan dikalangan pengguna dunia cyber. Tapi bukan berarti kedepannya tak akan ada lagi "bahasa kode" yang dapat merepotkan pengguna komputer sejagat. Memang sebenarnya masih ada virus-virus lainnya yang tak kalah hebat. Namun mereka sebenarnya adalah hasil penurunan kode atau script dari virus-virus diatas yang telah dimodifikasi atau ditambahkan, lalu kembali disebarkan oleh panyebar setelahnya. Suatu saat nanti sudah dapat dipastikan, akan tetap ada banyak kode buatan para programmer pintar ini. Tak hanya OS Windows, bahkan kini mereka telah merambah ke dunia gadget, baik itu OS berbasis Android ataupun Apple. Maka bersiaplah dengan kerusakan file, program atau aplikasi, dan juga kerusakan sistim operasi yang jauh lebih parah terhadap komputer Anda, berhati-hatilah… karena mereka tidak diam hanya sampai disini.   --- yesnetijen.web.id - Backdoor (pintu belakang), dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan, misal: melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya. Exploit, adalah sebuah kode yang menyerang keamanan_komputer secara spesifik yang banyak digunakan untuk penentrasi baik secara legal ataupun ilegal untuk mencari kelemahan (vulnerability) pada komputer tujuan. Keylogger (perekam ketikan), merupakan sebuah perangkat baik itu perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol papan ketik (keyboard). Malware (perangkat lunak perusak), adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, server atau jejaring komputer tanpa izin atau tanpa diketahui oleh pemilik. Trojan Horse (Kuda Troya), dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target). Ransomware (perangkat pemeras), adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Jenis yang sederhana bekerja dengan mengunci sistem dengan cara yang tidak sulit untuk ditangani oleh orang yang ahli, sedangkan jenis yang lebih canggih akan mengenkripsi berkas sehingga tidak dapat diakses. Serangan perangkat pemeras umumnya dilakukan melalui Trojan yang disamarkan sebagai berkas yang seakan tidak berbahaya. Spyware (Perangkat pengintai), adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem pengguna tersebut. Virus komputer, merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Worm (Cacing komputer), dalam keamanan komputer, adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri. Worm tidak seperti virus komputer biasa, yang menggandakan dirinya dengan cara menyisipkan program dirinya pada program yang ada dalam komputer tersebut, tetapi worm memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan vulnerability. Sumber : Indocropcycle.com

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :