Kebiasaan Baik Ini Dapat Mencegah Kanker

  Sabtu, 13 Oktober 2018

yesnetijen.web.id - Jika telah dijelaskan pada tulisan diatas, maka timbul pertanyaan, apa yang bisa membuat kita dapat lebih menjauhi dari gejala terkena kanker? Pada intinya semua itu tergantung dari pola makan dan pola hidup serta kebiasaan pada kehidupan sehari-hari kita.

Menerapkan pola hidup sehat menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan kesehatan kebiasaan tersebut juga dapat membantu mencegah risiko kanker.

Selain itu ada kebiasaan lain yang perlu diterapkan dalam keluarga seperti yang dikutip Womansday, yaitu:

 

 

1. Periksa Kadar Vitamin D

yesnetijen.web.id - Vitamin D adalah grup vitamin yang larut dalam lemak prohormon. Vitamin D dikenal juga dengan nama kalsiferol. Penamaan ini berdasarkan International Union of Pure and Applied Chemist (IUPAC). Di dalam tubuh, vitamin ini banyak berperan dalam pembentukkan struktur tulang dan gigi yang baik. Vitamin ini banyak ditemukan pada jeruk, stroberi, tomat, brokoli, dan sayuran hijau lainnya.

Beberapa penelitian menunjukan vitamin D yang terbaik ada pada sinar matahari, Vitamin D merupakan satu-satunya jenis vitamin yang diproduksi tubuh. Saat terpapar cahaya matahari, senyawa prekursor 7-dehidrokolesterol akan diubah menjadi senyawa kolekalsiferol. Induksi ini terutama disebabkan oleh sinar ultraviolet B (UVB).

Pada tahap selanjutnya, senyawa kolekalsiferol ini akan diubah menjadi senyawa kalsitrol yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D di dalam tubuh. Kalsitrol sendiri diproduksi di ginjal yang kemudian akan diedarkan ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan, terutama di organ tulang dan gigi.

Untuk itu mulailah berani dengan sinar matahari, asupan vitamin D dapat membantu diri mencegah kanker, kebiasaan yang satu ini perlu diterapkan di keluarga.

 

 

2. Batasi Konsumsi Daging

Para peneliti menyarankan untuk mulai membatasi konsumsi daging atau produk hewani, hal ini untuk menurunkan risiko kanker. Bila sulit menerapkan berhenti makan daging setidaknya cukup konsumsi daging satu kali alam seminggu. Penelitian dari Loma Linda University di California mengatakan vegetarian memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker.

Vegetarian atau nabatiwan ini adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

Menurut penelitian di Amerika, para vegetarian atau nabatiwan lebih sehat, panjang umur, bahkan awet muda. Mereka juga terhindar dari penyakit jantung. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa serat dalam sayur dan buah amat berguna bagi kesehatan yang mengakibatkan populernya vegetarianisme di dunia. Diet vegetarian telah menunjukkan efek menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, dan mencegah terjadinya hipertensi pada orang normal.

Penelitian juga menunjukkan wanita vegetarian yang telah memasuki menopause akan berkurang resiko penyakit jantung, kanker endometrium dan kanker payudara dibanding wanita dengan diet normal. Masakan vegetarian merupakan jenis-jenis masakan yang menggunakan bahan-bahan nabati, atau non hewani yang tidak menggunakan daging sebagai bahan masakannya.

 

 

3. Menjaga Berat Badan

yesnetijen.web.id - Direktur Program Kanker Perempuan di City of Hope Comprehensive Cancer Center di Duarte, CA, Joanne Mortimer, MD mengatakan menjaga berat badan sangatlah penting untuk mencegah kanker.

"Ovarium berhenti memproduksi estrogen setelah menopause namun karena lemak yang dikonsumsi akan menghasilkan estrogen. Dan wanita yang obesitas atau kegemukan akan berisiko kanker seperti kanker payudara, mulailah menjaga berat badan," kata Joanne Mortimer.

Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan.

Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/mē.

 

 

4. Rutin Berolahraga

Berolahraga dapat membantu menurunkan risiko kanker. Para ahli di University of Minnesota mengatakan bergerak selama 30 menit maksimal lima kali dalam seminggu dapat mengurangi perkembangan sel kanker. Selain berjalan, bisa memiliki kelas yoga atau bersepeda.

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani (misalkan catur).

Oleh kerenanya, olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien.

Demikianlah informasi tentang apa yang dapat meningkatkan resiko kanker dan apa yang dapat mencegah resiko kanker. Semua tergantung dari pola makan dan pola hidup serta kebiasaan pada kehidupan sehari-hari kita, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Teman & temanwati netijen.

 

Sumber :

  • health.detik.com/read/2017/11/09/141240/2408267/763/6-makanan-jahat-yang-jadi-biang-keladi-kanker
  • dream.co.id/lifestyle/cegah-kanker-dengan-kebiasaan-baik-ini-1412298.html
  • wikipedia



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Gunung Paling Angker di Indonesia
  Berikutnya
Phobia Teraneh di Dunia

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Jika telah dijelaskan pada tulisan diatas, maka timbul pertanyaan, apa yang bisa membuat kita dapat lebih menjauhi dari gejala terkena kanker? Pada intinya semua itu tergantung dari pola makan dan pola hidup serta kebiasaan pada kehidupan sehari-hari kita. Menerapkan pola hidup sehat menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan kesehatan kebiasaan tersebut juga dapat membantu mencegah risiko kanker. Selain itu ada kebiasaan lain yang perlu diterapkan dalam keluarga seperti yang dikutip Womansday, yaitu:     1. Periksa Kadar Vitamin D yesnetijen.web.id - Vitamin D adalah grup vitamin yang larut dalam lemak prohormon. Vitamin D dikenal juga dengan nama kalsiferol. Penamaan ini berdasarkan International Union of Pure and Applied Chemist (IUPAC). Di dalam tubuh, vitamin ini banyak berperan dalam pembentukkan struktur tulang dan gigi yang baik. Vitamin ini banyak ditemukan pada jeruk, stroberi, tomat, brokoli, dan sayuran hijau lainnya. Beberapa penelitian menunjukan vitamin D yang terbaik ada pada sinar matahari, Vitamin D merupakan satu-satunya jenis vitamin yang diproduksi tubuh. Saat terpapar cahaya matahari, senyawa prekursor 7-dehidrokolesterol akan diubah menjadi senyawa kolekalsiferol. Induksi ini terutama disebabkan oleh sinar ultraviolet B (UVB). Pada tahap selanjutnya, senyawa kolekalsiferol ini akan diubah menjadi senyawa kalsitrol yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D di dalam tubuh. Kalsitrol sendiri diproduksi di ginjal yang kemudian akan diedarkan ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan, terutama di organ tulang dan gigi. Untuk itu mulailah berani dengan sinar matahari, asupan vitamin D dapat membantu diri mencegah kanker, kebiasaan yang satu ini perlu diterapkan di keluarga.     2. Batasi Konsumsi Daging Para peneliti menyarankan untuk mulai membatasi konsumsi daging atau produk hewani, hal ini untuk menurunkan risiko kanker. Bila sulit menerapkan berhenti makan daging setidaknya cukup konsumsi daging satu kali alam seminggu. Penelitian dari Loma Linda University di California mengatakan vegetarian memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker. Vegetarian atau nabatiwan ini adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu. Menurut penelitian di Amerika, para vegetarian atau nabatiwan lebih sehat, panjang umur, bahkan awet muda. Mereka juga terhindar dari penyakit jantung. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa serat dalam sayur dan buah amat berguna bagi kesehatan yang mengakibatkan populernya vegetarianisme di dunia. Diet vegetarian telah menunjukkan efek menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, dan mencegah terjadinya hipertensi pada orang normal. Penelitian juga menunjukkan wanita vegetarian yang telah memasuki menopause akan berkurang resiko penyakit jantung, kanker endometrium dan kanker payudara dibanding wanita dengan diet normal. Masakan vegetarian merupakan jenis-jenis masakan yang menggunakan bahan-bahan nabati, atau non hewani yang tidak menggunakan daging sebagai bahan masakannya.     3. Menjaga Berat Badan yesnetijen.web.id - Direktur Program Kanker Perempuan di City of Hope Comprehensive Cancer Center di Duarte, CA, Joanne Mortimer, MD mengatakan menjaga berat badan sangatlah penting untuk mencegah kanker. "Ovarium berhenti memproduksi estrogen setelah menopause namun karena lemak yang dikonsumsi akan menghasilkan estrogen. Dan wanita yang obesitas atau kegemukan akan berisiko kanker seperti kanker payudara, mulailah menjaga berat badan," kata Joanne Mortimer. Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/mē.     4. Rutin Berolahraga Berolahraga dapat membantu menurunkan risiko kanker. Para ahli di University of Minnesota mengatakan bergerak selama 30 menit maksimal lima kali dalam seminggu dapat mengurangi perkembangan sel kanker. Selain berjalan, bisa memiliki kelas yoga atau bersepeda. Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani (misalkan catur). Oleh kerenanya, olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien. Demikianlah informasi tentang apa yang dapat meningkatkan resiko kanker dan apa yang dapat mencegah resiko kanker. Semua tergantung dari pola makan dan pola hidup serta kebiasaan pada kehidupan sehari-hari kita, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Teman & temanwati netijen.   Sumber : health.detik.com/read/2017/11/09/141240/2408267/763/6-makanan-jahat-yang-jadi-biang-keladi-kanker dream.co.id/lifestyle/cegah-kanker-dengan-kebiasaan-baik-ini-1412298.html wikipedia

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :