(Bag 1) Lokasi Paling Angker dan Misterius Di Jakarta

  Rabu, 03 Oktober 2018

Seperti kita ketahui bahwa tempat-tempat angker banyak terdapat ditiap sudut lokasi, dari dusun dan desa hingga ke kota megapolitan besar seperti Jakarta.

Jakarta yang megah dengan gedung-gedung pencakar langitnya tak luput pula oleh cerita, mitos dan legenda tentang tempat-tempat angker yang ada disudut-sudut kotanya.

Khususnya Jakarta, tempat-tempat angker memang banyak bertebaran di pelosok kota, mulai dari gedung-gedung tua, gedung musium, rumah sakit, sekolahan, gedung perkantoran hingga sungai serta tempat pemakaman bahkan jalan-jalan rayanya yang ramai juga tak luput dari suasana mistis yang telah melegenda.

Legenda tempat-tempat angker di Jakarta tidak hanya dari masa lalu, namun juga ada yang baru, misalnya adanya suatu peristiwa mengenaskan dimasa kota ini sudah menjadi kota yang besar.

Namun bagaimanapun juga, Jakarta yang sudah ramai 24 jam dan juga sebagai kota terbesar di Asia Tenggara ini, dulunya tetap saja hanyalah sekumpulan kampung-kampung kecil. Namun dari masa lalu itulah, legenda-legenda mistis kadang mulai berawal.

Legenda itu terus berjalan dari generasi ke generasi, baik itu melalui cerita, buku dan juga media. Berikut adalah tempat-tempat angker khusus daerah ibukota Jakarta:

 

 

1. Yogya Departement Store, Klender

Lokasi: Yogya Department Store, Klender, Jakarta Timur

yesnetijen.web.id - Gedung ini dikatakan angker karena pernah terjadi kematian masal di dalam gedung yang berada di daerah jakarta Timur ini. Peristiwa tersebut terjadi saat tragedi reformasi 1998, tepatnya pada tanggal 15 Mei 1998 yang terkenal dengan peristiwa Tragedi Mei atau Mei Kelabu.

Saat peristiwa rusuh ditahun 1998 itu, konon gedung ini sengaja dibakar. Padahal pada saat itu pula, masih banyak yang belanja dan masih banyak karyawan di dalamnya.

Kerusuhan ini tidak murni karena inginnya reformasi, namun juga karena adanya kesenjangan sosial. Jadi menurut saksi mata, kalangan bawah tak suka dan iri kepada orang-orang kaya yang belanja di mall. Oleh karenanya, mereka membakar hampir semua mall yang ada di kawasan itu termasuk Yogya Department Store ini.

Toserba Yogya Klender setelah terbakar pada kerusuhan Mei, Jakarta, 14 Mei 1998. (DR/ Rully Kesuma)

Saat itu, mereka para korban malah tak berani untuk keluar dari gedung saat mulai dibakar. Karena mereka takut nantinya justru dikeroyok massa, diperkosa atau bahkan dibunuh. Lalu mereka mencoba untuk bertahan dan mengharapkan ada pintu dan jalan keluar dari arah belakang mall. Tapi dugaan mereka meleset, dan merekapun terjebak oleh api yang mengelilingi lokasi mereka, lalu ikut terbakar.

Sejak itu, suatu malam yang berselang tiga hari dari waktu kejadian, sering terlihat kerumunan orang yang berseragam seperti pegawai departemen store yang hendak menunggu angkutan umum, tapi bila dilihat dengan jelas yang tampak hanyalah pemandangan malam yang sepi.

Seorang saksi bernama John Hendrik asal Sumatera Utara menuturkan, dirinya pernah diceritakan oleh salah satu temannya yang sopir metromini 506 jurusan Pondok Kopi-Kampung Melayu, yang melintas jalan di depan Yogya Plaza.

"Teman saya cerita, dia bilang di daerah Buaran itu banyak penumpang yang naik, bahkan metromininya langsung penuh. Saat itu dia biasa aja dan tidak ada perasaan apa-apa," ingatnya. "Nah pas, sampai di Yogya (Department Store pen.), koq penumpangnya pada turun semua dan masuk ke dalem. Di situ dia mulai ketakutan, saat penumpang udah pada turun semua dia langsung ngebut ketakutan. Terus pas dia minta duit sama kondekturnya, itu duit koq jadi daun semua? Kondekturnya juga bengong. Hiiii, dari situ dia enggak berani narik lagi," tambahnya.

Kesaksian lain diceritakan oleh Yanto, seorang pemuda yang kehilangan sang Ayah dalam peristiwa nahas itu. Yanto mengatakan, saat itu Ayahnya sedang mencarinya untuk mengajak pulang, dan melarangnya untuk menjarah. Namun nahas, ia yang saat itu hanya menonton terkejut ketika mendapatkan kabar ayahnya pergi ke tempat yang sama.

"Bokap gue itu sampai tiga hari belum ketemu juga jenazahnya. Waktu itu siang-siang ada pemulung lagi mulung depan rumah. Pas ketemu gue, dia bilang ada yang nyariin Teman & temanwati netijen di lantai 3 mal Yogya, posisinya pas di samping tangga jalan," kisahnya.

Mendengar itu, Yanto merasa kebingungan terhadap ucapan pemulung itu. Dia mencoba meyakinkan dengan menemuinya kembali, namun pria itu menghilang. Yanto mengaku, tidak pernah melihat kembali sosok pemulung itu.

"Ya udah, pas itu gue inget bokap. Terus gue pergi ke Yogya, di sana emang udah ada abang gue lagi nyari jenazah bokap. Pas gue bilang sama abang gue, terus dia nyari sama orang yang evakuasi, beneran ada, bokap ketemu di lantai tiga di bawah tumpukan. Cirinya itu jam tangan yang dipakai masih utuh dan enggak kebakar sama sekali," ceritanya.

Sempat berembus kabar juga bahwa beberapa hari setelah diresmikannya mall itu, sempat sepi karena cerita mistis yang menghampiri setiap orang yang sedang berbelanja, dikerjai mahluk halus. Begitu kuatnya peristiwa ini dibenak warga Jakarta, apalagi dibenak keluarga para korban membuat peristiwa ini masih dikenang dan tiap tahunnya diadakan acara tabur bunga.

 

 

2. Rumah Kentang Prapanca

Lokasi: Perumahan daaerah Prapanca, Jakarta Selatan

yesnetijen.web.id - Kejadian ini disebabkan kelengahan seorang ibu yang mendapat pesanan katering dan merebus banyak kentang di dalam kuali besar untuk pesanan sebuah acara. Perebusan kentang yang dirasa lama kemudian tak diawasi dan ditinggal tidur begitu saja.

Lalu anak sang ibu yang masih kecil balita, bermain hingga ke dapur dan terjadilah musibah kecelakaan yang memilukan. Anaknya tak sengaja terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang dan akhirnya meninggal secara mengenaskan.

Oleh karenanya jika Anda sedang lewat di depan rumahnya meskipun dengan mengendarai mobil atau motor dan melaju di depan rumah tersebut, anda akan tetap dapat mencium aroma kentang rebus. Jika dengan mobil atau motor saja bisa tercium, apalagi bila berjalan kaki melintas depan rumahnya, malah terkadang juga dapat anda dengar sayup-sayup suara anak kecil yang sedang menangis.

Menurut para ahli dibidang astral, terkadang bau kentang adalah akibat aroma dari genderuwo. Pada dekade terakhir, keangkeran rumah ini makin sirna, namun kisah ini sempat dibuat ke dalam sebuah film dengan judul yang sama pula, Rumah Kentang.

 

 

3. Taman Langsat, Mayestik, Jakarta Selatan

Lokasi: Taman Kota di belakang pasar burung Jln. Barito, Jakarta Selatan

yesnetijen.web.id - Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini.

Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak dan genderuwo di pohon-pohon rindang di taman Langsat tersebut.

Di Taman Langsat, kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo.

Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.

Setelah lapak dan kios-kios liar di taman ini ditertibkan, maka kawasan taman hijau kota ini kembali ke fungsi yang sebenarnya. Taman ini kembali menjadi tempat rehat para pejalan kaki yang lalu-lalang dan keangkeran akan taman kota inipun berkurang.

 

 

4. Depo Kereta Api Stasiun Manggarai

Lokasi: Stasiun dan Depo Kereta Api Manggarai, Jakarta Selatan

yesnetijen.web.id - Stasiun Kereta Api Manggarai adalah salah satu stasiun besar di wilayah Jakarta karena arealnya yang lebih luas dari kebanyakan stasiun kereta di Jakarta.

Di stasiun kereta api Manggarai terdapat areal yang cukup luas untuk meletakkan gerbong-gerbong kereta. Namun gerbong-gerbong dan lokomotif kereta ini sebagian diantaranya telah rusak akibat kecelakaan-kecelakaan kereta api yang merenggut banyak jiwa penumpangnya.

Beberapa gerbong akibat kecelakaan kereta api termasuk tragedi Bintaro juga pernah "nongkrong" disini.

Bahkan, lokomotif khusus pemeliharaan rel kereta, yaitu krane kereta yang pernah juga untuk mengangkat gerbong saat tragedi Bintaro dan kemudian ikut anjok juga secara misterius bernama "si bongkok", juga ada di stasiun Manggarai ini.

Selain itu, gerbong-gerbong tersebut memang tak terawat dengan baik, begitu pula dengan areal disekitarnya yang juga tak terawat oleh banyaknya ilalang.

Ditambah dengan banyaknya gerbong tak layak pakai karena bekas kecelakaan, maka aroma mistis akan sangat kental menghampiri area ini.

Penampakan yang sering terlihat dan paling sering adalah anak-anak yang kadang bermain layangan dan berlari-larian, penampakan genderuwo, serta wanita yang sering muncul pada malam hari.

Namun karena wilayah ini ada di dalam area stasiun, maka tak semua orqang dapat masuk begitu saja. Oleh kerenanya wilayah angker ini terkadang luput dari cerita warga Jakarta.

Hingga kini, area mistik tersebut masih berlangsung akibat area ini tetap jarang dilewati oleh orang banyak karena tak sembarang orang dapat masuk ke wilayah stasiun Manggarai ini.

Dengan begitu, makhluk-makhluk astral akan selalu leluasa beraktifitas, akibat suasana yang sepi di dalam stasiun dan jauh dari keramaian aktifitas manusia.

Oleh karenanya, lokasi tersebut pernah dipakai untuk acara Masih Dunia Lain sebagai acara pembuktian adanya makhluk-makhluk astral di lokasi tersebut

 

Sumber : indocropcycle.com



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
(Bag 2) 9 Dewa Perang Jepang
  Berikutnya
(Bag 2) Lokasi Paling Angker dan Misterius Di Jakarta

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : Seperti kita ketahui bahwa tempat-tempat angker banyak terdapat ditiap sudut lokasi, dari dusun dan desa hingga ke kota megapolitan besar seperti Jakarta. Jakarta yang megah dengan gedung-gedung pencakar langitnya tak luput pula oleh cerita, mitos dan legenda tentang tempat-tempat angker yang ada disudut-sudut kotanya. Khususnya Jakarta, tempat-tempat angker memang banyak bertebaran di pelosok kota, mulai dari gedung-gedung tua, gedung musium, rumah sakit, sekolahan, gedung perkantoran hingga sungai serta tempat pemakaman bahkan jalan-jalan rayanya yang ramai juga tak luput dari suasana mistis yang telah melegenda. Legenda tempat-tempat angker di Jakarta tidak hanya dari masa lalu, namun juga ada yang baru, misalnya adanya suatu peristiwa mengenaskan dimasa kota ini sudah menjadi kota yang besar. Namun bagaimanapun juga, Jakarta yang sudah ramai 24 jam dan juga sebagai kota terbesar di Asia Tenggara ini, dulunya tetap saja hanyalah sekumpulan kampung-kampung kecil. Namun dari masa lalu itulah, legenda-legenda mistis kadang mulai berawal. Legenda itu terus berjalan dari generasi ke generasi, baik itu melalui cerita, buku dan juga media. Berikut adalah tempat-tempat angker khusus daerah ibukota Jakarta:     1. Yogya Departement Store, Klender Lokasi: Yogya Department Store, Klender, Jakarta Timur yesnetijen.web.id - Gedung ini dikatakan angker karena pernah terjadi kematian masal di dalam gedung yang berada di daerah jakarta Timur ini. Peristiwa tersebut terjadi saat tragedi reformasi 1998, tepatnya pada tanggal 15 Mei 1998 yang terkenal dengan peristiwa Tragedi Mei atau Mei Kelabu. Saat peristiwa rusuh ditahun 1998 itu, konon gedung ini sengaja dibakar. Padahal pada saat itu pula, masih banyak yang belanja dan masih banyak karyawan di dalamnya. Kerusuhan ini tidak murni karena inginnya reformasi, namun juga karena adanya kesenjangan sosial. Jadi menurut saksi mata, kalangan bawah tak suka dan iri kepada orang-orang kaya yang belanja di mall. Oleh karenanya, mereka membakar hampir semua mall yang ada di kawasan itu termasuk Yogya Department Store ini. Toserba Yogya Klender setelah terbakar pada kerusuhan Mei, Jakarta, 14 Mei 1998. (DR/ Rully Kesuma) Saat itu, mereka para korban malah tak berani untuk keluar dari gedung saat mulai dibakar. Karena mereka takut nantinya justru dikeroyok massa, diperkosa atau bahkan dibunuh. Lalu mereka mencoba untuk bertahan dan mengharapkan ada pintu dan jalan keluar dari arah belakang mall. Tapi dugaan mereka meleset, dan merekapun terjebak oleh api yang mengelilingi lokasi mereka, lalu ikut terbakar. Sejak itu, suatu malam yang berselang tiga hari dari waktu kejadian, sering terlihat kerumunan orang yang berseragam seperti pegawai departemen store yang hendak menunggu angkutan umum, tapi bila dilihat dengan jelas yang tampak hanyalah pemandangan malam yang sepi. Seorang saksi bernama John Hendrik asal Sumatera Utara menuturkan, dirinya pernah diceritakan oleh salah satu temannya yang sopir metromini 506 jurusan Pondok Kopi-Kampung Melayu, yang melintas jalan di depan Yogya Plaza. "Teman saya cerita, dia bilang di daerah Buaran itu banyak penumpang yang naik, bahkan metromininya langsung penuh. Saat itu dia biasa aja dan tidak ada perasaan apa-apa," ingatnya. "Nah pas, sampai di Yogya (Department Store pen.), koq penumpangnya pada turun semua dan masuk ke dalem. Di situ dia mulai ketakutan, saat penumpang udah pada turun semua dia langsung ngebut ketakutan. Terus pas dia minta duit sama kondekturnya, itu duit koq jadi daun semua? Kondekturnya juga bengong. Hiiii, dari situ dia enggak berani narik lagi," tambahnya. Kesaksian lain diceritakan oleh Yanto, seorang pemuda yang kehilangan sang Ayah dalam peristiwa nahas itu. Yanto mengatakan, saat itu Ayahnya sedang mencarinya untuk mengajak pulang, dan melarangnya untuk menjarah. Namun nahas, ia yang saat itu hanya menonton terkejut ketika mendapatkan kabar ayahnya pergi ke tempat yang sama. "Bokap gue itu sampai tiga hari belum ketemu juga jenazahnya. Waktu itu siang-siang ada pemulung lagi mulung depan rumah. Pas ketemu gue, dia bilang ada yang nyariin Teman & temanwati netijen di lantai 3 mal Yogya, posisinya pas di samping tangga jalan," kisahnya. Mendengar itu, Yanto merasa kebingungan terhadap ucapan pemulung itu. Dia mencoba meyakinkan dengan menemuinya kembali, namun pria itu menghilang. Yanto mengaku, tidak pernah melihat kembali sosok pemulung itu. "Ya udah, pas itu gue inget bokap. Terus gue pergi ke Yogya, di sana emang udah ada abang gue lagi nyari jenazah bokap. Pas gue bilang sama abang gue, terus dia nyari sama orang yang evakuasi, beneran ada, bokap ketemu di lantai tiga di bawah tumpukan. Cirinya itu jam tangan yang dipakai masih utuh dan enggak kebakar sama sekali," ceritanya. Sempat berembus kabar juga bahwa beberapa hari setelah diresmikannya mall itu, sempat sepi karena cerita mistis yang menghampiri setiap orang yang sedang berbelanja, dikerjai mahluk halus. Begitu kuatnya peristiwa ini dibenak warga Jakarta, apalagi dibenak keluarga para korban membuat peristiwa ini masih dikenang dan tiap tahunnya diadakan acara tabur bunga.     2. Rumah Kentang Prapanca Lokasi: Perumahan daaerah Prapanca, Jakarta Selatan yesnetijen.web.id - Kejadian ini disebabkan kelengahan seorang ibu yang mendapat pesanan katering dan merebus banyak kentang di dalam kuali besar untuk pesanan sebuah acara. Perebusan kentang yang dirasa lama kemudian tak diawasi dan ditinggal tidur begitu saja. Lalu anak sang ibu yang masih kecil balita, bermain hingga ke dapur dan terjadilah musibah kecelakaan yang memilukan. Anaknya tak sengaja terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang dan akhirnya meninggal secara mengenaskan. Oleh karenanya jika Anda sedang lewat di depan rumahnya meskipun dengan mengendarai mobil atau motor dan melaju di depan rumah tersebut, anda akan tetap dapat mencium aroma kentang rebus. Jika dengan mobil atau motor saja bisa tercium, apalagi bila berjalan kaki melintas depan rumahnya, malah terkadang juga dapat anda dengar sayup-sayup suara anak kecil yang sedang menangis. Menurut para ahli dibidang astral, terkadang bau kentang adalah akibat aroma dari genderuwo. Pada dekade terakhir, keangkeran rumah ini makin sirna, namun kisah ini sempat dibuat ke dalam sebuah film dengan judul yang sama pula, Rumah Kentang.     3. Taman Langsat, Mayestik, Jakarta Selatan Lokasi: Taman Kota di belakang pasar burung Jln. Barito, Jakarta Selatan yesnetijen.web.id - Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak dan genderuwo di pohon-pohon rindang di taman Langsat tersebut. Di Taman Langsat, kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya. Setelah lapak dan kios-kios liar di taman ini ditertibkan, maka kawasan taman hijau kota ini kembali ke fungsi yang sebenarnya. Taman ini kembali menjadi tempat rehat para pejalan kaki yang lalu-lalang dan keangkeran akan taman kota inipun berkurang.     4. Depo Kereta Api Stasiun Manggarai Lokasi: Stasiun dan Depo Kereta Api Manggarai, Jakarta Selatan yesnetijen.web.id - Stasiun Kereta Api Manggarai adalah salah satu stasiun besar di wilayah Jakarta karena arealnya yang lebih luas dari kebanyakan stasiun kereta di Jakarta. Di stasiun kereta api Manggarai terdapat areal yang cukup luas untuk meletakkan gerbong-gerbong kereta. Namun gerbong-gerbong dan lokomotif kereta ini sebagian diantaranya telah rusak akibat kecelakaan-kecelakaan kereta api yang merenggut banyak jiwa penumpangnya. Beberapa gerbong akibat kecelakaan kereta api termasuk tragedi Bintaro juga pernah "nongkrong" disini. Bahkan, lokomotif khusus pemeliharaan rel kereta, yaitu krane kereta yang pernah juga untuk mengangkat gerbong saat tragedi Bintaro dan kemudian ikut anjok juga secara misterius bernama "si bongkok", juga ada di stasiun Manggarai ini. Selain itu, gerbong-gerbong tersebut memang tak terawat dengan baik, begitu pula dengan areal disekitarnya yang juga tak terawat oleh banyaknya ilalang. Ditambah dengan banyaknya gerbong tak layak pakai karena bekas kecelakaan, maka aroma mistis akan sangat kental menghampiri area ini. Penampakan yang sering terlihat dan paling sering adalah anak-anak yang kadang bermain layangan dan berlari-larian, penampakan genderuwo, serta wanita yang sering muncul pada malam hari. Namun karena wilayah ini ada di dalam area stasiun, maka tak semua orqang dapat masuk begitu saja. Oleh kerenanya wilayah angker ini terkadang luput dari cerita warga Jakarta. Hingga kini, area mistik tersebut masih berlangsung akibat area ini tetap jarang dilewati oleh orang banyak karena tak sembarang orang dapat masuk ke wilayah stasiun Manggarai ini. Dengan begitu, makhluk-makhluk astral akan selalu leluasa beraktifitas, akibat suasana yang sepi di dalam stasiun dan jauh dari keramaian aktifitas manusia. Oleh karenanya, lokasi tersebut pernah dipakai untuk acara Masih Dunia Lain sebagai acara pembuktian adanya makhluk-makhluk astral di lokasi tersebut   Sumber : indocropcycle.com

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :