Kisah-Kisah Bertemu Hantu Ini Dibantah Mentah Oleh Sains

  Jumat, 22 Maret 2019

yesnetijen.web.id - Hantu adalah konsep yang ada hampir di setiap kultur manapun. Banyak orang yang percaya bahwa sebuah setiap orang yang meninggal akan meninggalkan fisiknya di dunia, dan menuju alam lain. Sosok hantu seringkali dipercaya sebagai sosok manusia yang telah meninggal tapi masih ingin 'menyelesaikan urusan' di dunia.

Di sisi lain, ilmu pengetahuan dan teknologi menolak keras konsep hantu. Sains tak pernah mengakui bahwa hal tersebut memiliki kebenaran secara ilmiah. Karena masyarakat terlanjur percaya dan juga banyak bukti foto maupun rekaman suara, sudah jadi tugas sains untuk membantahnya mentah-mentah.

Berikut adalah beberapa Kisah 'paranormal' ini dibantah mentah oleh sains.

 


1.Hantu Kipas Angin


Sebuah jurnal ilmiah berjudul 'Natural Causes of Hauntings' meneliti tentang sebuah ruangan yang dilaporkan berhantu. Penghuni sebuah rumah ini bercerita bahwa ada satu kamar yang terkesan horor dan selalu memunculkan ketakutan ketika dihuni.

Setelah berbagai penelitian, ternyata penyebab utama ruangan tersebut 'terasa' berhantu adalah suara infrasonik. Ini berupa adanya sebuah kipas angin yang mengeluarkan 'suara tak terdengar' yang menyebabkan adanya efek 'angker.' Gelombang suaranya yang hanya 19 Hz tak akan terdengar telinga kita, namun efeknya bisa membuat otak kita kacau.

Lebih lanjut, jurnal tersebut mengungkap bahwa bahkan suara infrasonik bisa menyebabkan sebuah daerah atau sebuah pemukiman terasa berhantu. Hal ini terbukti dari beberapa penelitian yang dilakukan, di mana beberapa pemukiman dan daerah tak lagi terasa berhantu ketika mesin turbin yang terus menyala dimatikan, serta suara lalu lintas diminimalisir. Benar, suara lalu lintas dari kejauhan pun bisa mengacaukan otak kita dan kita akan merasa adanya 'kehadiran.'

 



2. Hantu perapian


Dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan American Journal of Ophtalmology, ada sebuah cerita unik di mana sebuah keluarga yang pindah ke sebuah rumah tua, mengalami fenomena aneh yang terkait hal mistis.

Seluruh penghuni keluarga tersebut mendengar suara-suara aneh di malam hari. Hal ini berupa bunyi-bunyi perabot rumah tangga yang tergeser secara tiba-tiba, serta seluruh anggota keluarga mendengar ada kehadiran orang lain di rumah tersebut yang diduga hantu. Mereka bahkan memberi kesaksian bahwa mereka merasa dibekap oleh hantu di tempat tidur dan tak bisa melawan.

Namun setelah diteliti, hal ini hanya disebabkan oleh rusaknya perapian di rumah mereka. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perapian yang rusak tersebut mengisi seluruh rumah dengan karbon monoksida, yang membuat seisi rumah berhalusinasi secara liar. Peristiwa hantu ini hilang seketika perapian diperbaiki.

 

 

3.Dosen Gaib Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Di Oktober 2016 lalu, ada sebuah cerita viral yang oleh netizen dijuluki kisah 'dosen gaib'. Kisah ini menceritakan tentang adanya dosen yang sama sekali tak bicara, tak menapak di tanah, serta ketika mahasiswa perlahan keluar kelas, si hantu berkata 'Teman & temanwati netijen sudah tahu saya?'

Bahkan terdapat foto yang mempertegas kisah tersebut dengan penampakan sebuah ibu berjilbab yang berdiri lebih tinggi.

Tentu secara keilmuan, sains tak pernah mengakui bahwa hantu memiliki kebenaran. Sains memberi beberapa penjelasan logis terkait adanya hantu. Yakni diduga, ini merupakan distorsi ladang elektromagnetik. Ladang elektromagnetik ini punya dampak langsung ke otak, yang sangat mempengaruhi persepsi manusia terhadap hantu.

Menurut penelitian, adanya pola aktivitas aneh di otak yang disebabkan adanya ladang elektromagnetik tersebut, membuat seseorang merasa ada hantu di dekatnya. Hal ini dikarenakan jika seseorang diterpa ladang magnetik yang lemah selama 15 hingga 30 menit, seseorang akan memiliki persepsi bahwa ada kehadiran yang tak terlihat di ruangan tempat dia berada.

Hal ini bisa dikaitkan dengan kondisi kelas tempat dosen gaib berada. Mungkin terdapat sumber gelombang elektromagnetik di sana, yang membuat persepsi satu kelas menjadi 'halusinatif.' Gelombang elektromagnetik bisa berasal dari osilasi listrik, serta sinar matahari yang dalam suatu kondisi menghasilkan infra merah, di mana infra merah sendiri adalah sebuah radiasi elektromagnetik. Tak cuma itu, benda elektronik dan bermuatan listrik di sekitar kita juga merupakan ladang elektromagnetik yang kuat, dan punya dampak langsung ke otak dan tubuh kita.

Soal foto, akan sangat mudah untuk berkata bahwa foto tersebut merupakan distorsi pixel, di mana tidak ada foto dengan kualitas bagus yang menunjukkan dengan gamblang benda apa yang dianggap hantu dosen berjilbab tersebut. Belum lagi, interpretasi banyak orang juga banyak yang meragukan bahwa benda yang dianggap hantu tersebut memang benar hantu.

Selain itu, manusia secara kultur didesain untuk percaya hantu. Hal ini dikarenakan gagasan tentang kematian itu terlalu 'gelap' untuk dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu berbagai budaya selalu punya versi tentang kehidupan setelah meninggal. Jadi secara psikologis, seseorang akan cenderung mempercayai hantu ketimbang menolaknya.

 



4. Hantu Menurut Teori Einstein


Sebuah buku berjudul 'Ghosthunter' yang ditulis oleh peneliti hantu bernama John Kachuba, mengungkapkan bahwa hantu itu ada. Tak tanggung-tanggung ia mencatut nama ilmuwan aling tersohor di dunia, Albert Einstein.

Sang peneliti hantu menulis bahwa "Einstein membuktikan bahwa energi di alam semesta ini adalah hal yang konstan dan hal tersebut tak bisa diciptakan maupun dihancurkan. Jadi apa yang terjadi ketika seseorang mati, energi seseorang harusnya bertransformasi ke bentuk energi lain. Harusnya kita bisa menyebut bentuk energi baru ini dengan 'hantu'".

Gagasan yang dilandasi dari teori Einstein ini dipercaya secara luas oleh para pemercaya hantu. Namun hal ini ditolak mentah oleh para ilmuwan. Para ilmuwan menyebutkan bahwa ketika seseorang meninggal, energi dalam tubuh orang yang telah mati tersebut memang bertransformasi, namun tidak dalam bentuk hantu.

Energi yang berada dalam tubuh seseorang dilepaskan dalam bentuk panas, dan dilepaskan ke lingkungan tempat seseorang dikebumikan. Sehingga energi ditransfer ke hewan atau bakteri yang memakan tubuh manusia, serta tumbuhan yang menyerap berbagai hal di 'jasad' seseorang yang berguna bagi tumbuhan tersebut.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. Ketika kita memakan daging hewan atau tumbuhan, kita menyerap energi yang ada di dalamnya dalam bentuk nutrisi. Tentu hewan-hewan di luar sana tidak muncul dalam bentuk hantu.

 



5. Hantu jamur

Di daerah Postdam, negara bagian New York, Amerika Serikat, banyak sekali laporan tentang adanya hantu di rumah tua, dengan berbagai macam pengakuan dari pelapor tentang bentuk hantu yang dia lihat dan bahkan bagaimana hantu tersebut memperlakukan mereka.

Sekelompok peneliti dari Universitas Clarkson, punya pemikiran unik akan hal ini. Mengapa rumah berhantu selalu menaungi rumah tua, namun tidak rumah atau bangunan baru? Pertanyaan ini berbuah sebuah penelitian untuk mencari hantu, lewat pengecekan kualitas udara di rumah atau bangunan yang dilaporkan berhantu.

Hasilnya? Beberapa di antara rumah dan bangunan tersebut ditumbuhi jamur, yang membuat kualitas udara yang dihirup penghuninya jadi buruk. Hal ini bahkan berpengaruh langsung ke otak, di mana mereka langsung mengalami halusinasi, kecemasan, dan hilangnya mood untuk berpikir atau 'brain fog.' Hal ini cukup masuk akal, mengingat beberapa tipe jamur memang jadi bahan baku yang sengaja dikonsumsi untuk mendapatkan sensasi mabuk. Tak heran kita mudah berhalusinasi melihat hantu dengan kualitas udara yang buruk.

 



6. Hantu yang meninggalkan pesan suara

Penglihatan tentang hantu sudah banyak dibantah oleh sains. Namun bagaimana jika ada bukti yang lebih spesifik, seperti suara rekaman hantu atau yang dikenal sebagai 'Electric Voice Phenomenon' atau EVP? Hal semacam ini sangat populer, bahkan film horor Conjuring 2 didasarkan dari penemuan semacam ini.

Tak cuma kasus yang diangkat jadi film, jika kita berselancar dengan kata kunci 'EVP' di YouTube, akan ada banyak rekaman suara hantu lengkap dengan transkrip perkataan apa yang dilontarkan sang hantu yang berhasil direkam.

Soal ini, ilmu pengetahuan punya teori masuk akal yang bisa membantahnya, meski bukti benar-benar jelas. Teori tersebut adalah pareidolia, yang merupakan fenomena psikologis di mana tendensi otak kita yang akan melihat kemiripan di sebuah benda akan benda lain, meski secara jelas benda tersebut berbeda. Contoh paling mudah adalah konspirasi teori tentang berbagai benda yang ditemukan di Mars. Semua hal mulai dari wajah hingga sendok, jika dilihat dari sudut lain dengan pencahayaan berbeda, ternyata hanya batuan biasa. Otak kita yang memaksa untuk percaya, hanya karena ada sedikit kemiripan pola.

Dalam konteks suara hantu, sebenarnya hal ini tidak ada. Apa yang dikatakan hantu bisa berupa suara apa saja, hanya saja otak kita memaksa untuk memproses apa yang sebenarnya dikatakan si hantu, meski sebenarnya tak ada siapa-siapa yang mengatakan apa-apa. Hal ini diperkuat dengan adanya transkrip ucapan si hantu yang bisa langsung kita setujui, di mana ketika seseorang menuliskan Teman & temanwati netijen seharusnya mendengarkan apa, seakan-akan kita benar-benar mendengarnya. Terlebih lagi Teman & temanwati netijen memang terobsesi dengan hantu dan sering menonton acara televisi pemburu hantu yang menjejali Teman & temanwati netijen akan hal semacam ini.

Jika mengambil asosiasi, hal ini seperti fenomena ketika kita merasa dipanggil seseorang yang ketika kita cari, ternyata sama sekali tak ada yang memanggil. Kita hanya merasa bahwa kombinasi berbagai suara yang ada di sekitar kita mirip dengan pelafalan bagaimana orang memanggil kita, dan kita menoleh.


Sumber : merdeka.com/teknologi/6-...san-suara.html



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Sejarah Dan Perkembanganya PENSIL
  Berikutnya
(Bag 1) Konsep Perjalanan Waktu dan Teori Relativitas Einstein

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Hantu adalah konsep yang ada hampir di setiap kultur manapun. Banyak orang yang percaya bahwa sebuah setiap orang yang meninggal akan meninggalkan fisiknya di dunia, dan menuju alam lain. Sosok hantu seringkali dipercaya sebagai sosok manusia yang telah meninggal tapi masih ingin 'menyelesaikan urusan' di dunia. Di sisi lain, ilmu pengetahuan dan teknologi menolak keras konsep hantu. Sains tak pernah mengakui bahwa hal tersebut memiliki kebenaran secara ilmiah. Karena masyarakat terlanjur percaya dan juga banyak bukti foto maupun rekaman suara, sudah jadi tugas sains untuk membantahnya mentah-mentah. Berikut adalah beberapa Kisah 'paranormal' ini dibantah mentah oleh sains.   1.Hantu Kipas Angin Sebuah jurnal ilmiah berjudul 'Natural Causes of Hauntings' meneliti tentang sebuah ruangan yang dilaporkan berhantu. Penghuni sebuah rumah ini bercerita bahwa ada satu kamar yang terkesan horor dan selalu memunculkan ketakutan ketika dihuni. Setelah berbagai penelitian, ternyata penyebab utama ruangan tersebut 'terasa' berhantu adalah suara infrasonik. Ini berupa adanya sebuah kipas angin yang mengeluarkan 'suara tak terdengar' yang menyebabkan adanya efek 'angker.' Gelombang suaranya yang hanya 19 Hz tak akan terdengar telinga kita, namun efeknya bisa membuat otak kita kacau. Lebih lanjut, jurnal tersebut mengungkap bahwa bahkan suara infrasonik bisa menyebabkan sebuah daerah atau sebuah pemukiman terasa berhantu. Hal ini terbukti dari beberapa penelitian yang dilakukan, di mana beberapa pemukiman dan daerah tak lagi terasa berhantu ketika mesin turbin yang terus menyala dimatikan, serta suara lalu lintas diminimalisir. Benar, suara lalu lintas dari kejauhan pun bisa mengacaukan otak kita dan kita akan merasa adanya 'kehadiran.'   2. Hantu perapian Dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan American Journal of Ophtalmology, ada sebuah cerita unik di mana sebuah keluarga yang pindah ke sebuah rumah tua, mengalami fenomena aneh yang terkait hal mistis. Seluruh penghuni keluarga tersebut mendengar suara-suara aneh di malam hari. Hal ini berupa bunyi-bunyi perabot rumah tangga yang tergeser secara tiba-tiba, serta seluruh anggota keluarga mendengar ada kehadiran orang lain di rumah tersebut yang diduga hantu. Mereka bahkan memberi kesaksian bahwa mereka merasa dibekap oleh hantu di tempat tidur dan tak bisa melawan. Namun setelah diteliti, hal ini hanya disebabkan oleh rusaknya perapian di rumah mereka. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perapian yang rusak tersebut mengisi seluruh rumah dengan karbon monoksida, yang membuat seisi rumah berhalusinasi secara liar. Peristiwa hantu ini hilang seketika perapian diperbaiki.     3.Dosen Gaib Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Di Oktober 2016 lalu, ada sebuah cerita viral yang oleh netizen dijuluki kisah 'dosen gaib'. Kisah ini menceritakan tentang adanya dosen yang sama sekali tak bicara, tak menapak di tanah, serta ketika mahasiswa perlahan keluar kelas, si hantu berkata 'Teman & temanwati netijen sudah tahu saya?' Bahkan terdapat foto yang mempertegas kisah tersebut dengan penampakan sebuah ibu berjilbab yang berdiri lebih tinggi. Tentu secara keilmuan, sains tak pernah mengakui bahwa hantu memiliki kebenaran. Sains memberi beberapa penjelasan logis terkait adanya hantu. Yakni diduga, ini merupakan distorsi ladang elektromagnetik. Ladang elektromagnetik ini punya dampak langsung ke otak, yang sangat mempengaruhi persepsi manusia terhadap hantu. Menurut penelitian, adanya pola aktivitas aneh di otak yang disebabkan adanya ladang elektromagnetik tersebut, membuat seseorang merasa ada hantu di dekatnya. Hal ini dikarenakan jika seseorang diterpa ladang magnetik yang lemah selama 15 hingga 30 menit, seseorang akan memiliki persepsi bahwa ada kehadiran yang tak terlihat di ruangan tempat dia berada. Hal ini bisa dikaitkan dengan kondisi kelas tempat dosen gaib berada. Mungkin terdapat sumber gelombang elektromagnetik di sana, yang membuat persepsi satu kelas menjadi 'halusinatif.' Gelombang elektromagnetik bisa berasal dari osilasi listrik, serta sinar matahari yang dalam suatu kondisi menghasilkan infra merah, di mana infra merah sendiri adalah sebuah radiasi elektromagnetik. Tak cuma itu, benda elektronik dan bermuatan listrik di sekitar kita juga merupakan ladang elektromagnetik yang kuat, dan punya dampak langsung ke otak dan tubuh kita. Soal foto, akan sangat mudah untuk berkata bahwa foto tersebut merupakan distorsi pixel, di mana tidak ada foto dengan kualitas bagus yang menunjukkan dengan gamblang benda apa yang dianggap hantu dosen berjilbab tersebut. Belum lagi, interpretasi banyak orang juga banyak yang meragukan bahwa benda yang dianggap hantu tersebut memang benar hantu. Selain itu, manusia secara kultur didesain untuk percaya hantu. Hal ini dikarenakan gagasan tentang kematian itu terlalu 'gelap' untuk dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu berbagai budaya selalu punya versi tentang kehidupan setelah meninggal. Jadi secara psikologis, seseorang akan cenderung mempercayai hantu ketimbang menolaknya.   4. Hantu Menurut Teori Einstein Sebuah buku berjudul 'Ghosthunter' yang ditulis oleh peneliti hantu bernama John Kachuba, mengungkapkan bahwa hantu itu ada. Tak tanggung-tanggung ia mencatut nama ilmuwan aling tersohor di dunia, Albert Einstein. Sang peneliti hantu menulis bahwa "Einstein membuktikan bahwa energi di alam semesta ini adalah hal yang konstan dan hal tersebut tak bisa diciptakan maupun dihancurkan. Jadi apa yang terjadi ketika seseorang mati, energi seseorang harusnya bertransformasi ke bentuk energi lain. Harusnya kita bisa menyebut bentuk energi baru ini dengan 'hantu'". Gagasan yang dilandasi dari teori Einstein ini dipercaya secara luas oleh para pemercaya hantu. Namun hal ini ditolak mentah oleh para ilmuwan. Para ilmuwan menyebutkan bahwa ketika seseorang meninggal, energi dalam tubuh orang yang telah mati tersebut memang bertransformasi, namun tidak dalam bentuk hantu. Energi yang berada dalam tubuh seseorang dilepaskan dalam bentuk panas, dan dilepaskan ke lingkungan tempat seseorang dikebumikan. Sehingga energi ditransfer ke hewan atau bakteri yang memakan tubuh manusia, serta tumbuhan yang menyerap berbagai hal di 'jasad' seseorang yang berguna bagi tumbuhan tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Ketika kita memakan daging hewan atau tumbuhan, kita menyerap energi yang ada di dalamnya dalam bentuk nutrisi. Tentu hewan-hewan di luar sana tidak muncul dalam bentuk hantu.   5. Hantu jamur Di daerah Postdam, negara bagian New York, Amerika Serikat, banyak sekali laporan tentang adanya hantu di rumah tua, dengan berbagai macam pengakuan dari pelapor tentang bentuk hantu yang dia lihat dan bahkan bagaimana hantu tersebut memperlakukan mereka. Sekelompok peneliti dari Universitas Clarkson, punya pemikiran unik akan hal ini. Mengapa rumah berhantu selalu menaungi rumah tua, namun tidak rumah atau bangunan baru? Pertanyaan ini berbuah sebuah penelitian untuk mencari hantu, lewat pengecekan kualitas udara di rumah atau bangunan yang dilaporkan berhantu. Hasilnya? Beberapa di antara rumah dan bangunan tersebut ditumbuhi jamur, yang membuat kualitas udara yang dihirup penghuninya jadi buruk. Hal ini bahkan berpengaruh langsung ke otak, di mana mereka langsung mengalami halusinasi, kecemasan, dan hilangnya mood untuk berpikir atau 'brain fog.' Hal ini cukup masuk akal, mengingat beberapa tipe jamur memang jadi bahan baku yang sengaja dikonsumsi untuk mendapatkan sensasi mabuk. Tak heran kita mudah berhalusinasi melihat hantu dengan kualitas udara yang buruk.   6. Hantu yang meninggalkan pesan suara Penglihatan tentang hantu sudah banyak dibantah oleh sains. Namun bagaimana jika ada bukti yang lebih spesifik, seperti suara rekaman hantu atau yang dikenal sebagai 'Electric Voice Phenomenon' atau EVP? Hal semacam ini sangat populer, bahkan film horor Conjuring 2 didasarkan dari penemuan semacam ini. Tak cuma kasus yang diangkat jadi film, jika kita berselancar dengan kata kunci 'EVP' di YouTube, akan ada banyak rekaman suara hantu lengkap dengan transkrip perkataan apa yang dilontarkan sang hantu yang berhasil direkam. Soal ini, ilmu pengetahuan punya teori masuk akal yang bisa membantahnya, meski bukti benar-benar jelas. Teori tersebut adalah pareidolia, yang merupakan fenomena psikologis di mana tendensi otak kita yang akan melihat kemiripan di sebuah benda akan benda lain, meski secara jelas benda tersebut berbeda. Contoh paling mudah adalah konspirasi teori tentang berbagai benda yang ditemukan di Mars. Semua hal mulai dari wajah hingga sendok, jika dilihat dari sudut lain dengan pencahayaan berbeda, ternyata hanya batuan biasa. Otak kita yang memaksa untuk percaya, hanya karena ada sedikit kemiripan pola. Dalam konteks suara hantu, sebenarnya hal ini tidak ada. Apa yang dikatakan hantu bisa berupa suara apa saja, hanya saja otak kita memaksa untuk memproses apa yang sebenarnya dikatakan si hantu, meski sebenarnya tak ada siapa-siapa yang mengatakan apa-apa. Hal ini diperkuat dengan adanya transkrip ucapan si hantu yang bisa langsung kita setujui, di mana ketika seseorang menuliskan Teman & temanwati netijen seharusnya mendengarkan apa, seakan-akan kita benar-benar mendengarnya. Terlebih lagi Teman & temanwati netijen memang terobsesi dengan hantu dan sering menonton acara televisi pemburu hantu yang menjejali Teman & temanwati netijen akan hal semacam ini. Jika mengambil asosiasi, hal ini seperti fenomena ketika kita merasa dipanggil seseorang yang ketika kita cari, ternyata sama sekali tak ada yang memanggil. Kita hanya merasa bahwa kombinasi berbagai suara yang ada di sekitar kita mirip dengan pelafalan bagaimana orang memanggil kita, dan kita menoleh. Sumber : merdeka.com/teknologi/6-...san-suara.html

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :