Apakah Para Ilmuwan Setuju Adanya Hantu

  Selasa, 29 Januari 2019


yesnetijen.web.id - Happy Weekend Guys!!! Artikel kali ini kembali Saya mengupas hantu dari sisi "SAINS atau ILMIAH". :o

Teman & temanwati netijen tau gak, ternyata sebagian besar orang di bumi ini percaya sama hantu. Terlepas dari ajaran agama masing-masing, bahwa sebuah survey di Inggris pada tahun 2014 lalu mendapatkan bahwa 52% partisipan survey percaya pada hal berbau supranatural.

Angka kepercayaan terhadap hantu juga ternyata besar loh gan di Amerika Serikat. Saya pikir hanya segelintir orang yang percaya hantu di AmRik. Dalam polling yang diselenggarakan oleh Huffington Post bersama Yougof tahun 2012 lalu, sebanyak 45% orang amerika percaya pada hantu dan bahwa roh orang mati dapat bangkit pada kondisi-kondisi tertentu. Kalau Asia dan Afrika mah gak usah dibilang lagi deh ya 



 

Kalau kita lacak ke belakang gan, imajinasi hantu setidaknya sudah tercatat dalam artefak-artefak peradaban Mesir kuno. Hantu muncul sebagai bukti adanya kehidupan setelah kematian. Kepercayaan akan hantu atau roh ini terus diwariskan turun temurun dan dilegimitasi  oleh narasi agama-agama besar di dunia.

Kebanyakan mereka yang percaya mengatakan bahwa fenomena ini tak bisa dijelaskan dengan logika. Di sisi lain, ada sejumlah orang yang terus mencari penjelasan paling logis untuk melihat segala hal yang berhubungan dengan hantu, arwah, atau pengalaman gaib lainnya. Ada juga ilmuwan yang berusaha menjelaskannya dengan ilmu pasti.


Oke, berikut ini beberapa penjelasan dari Sains mengenai Kenapa Hantu atau Roh itu Nampak



1. MEDAN ELEKTROMAGNETIK YANG KUAT

Sudah beberapa tahun, seorang ilmuwan saraf asal Kanada yang bernama Michael Persingermempelajari tentang efek elektromagnetik terhadap persepsi manusia terhadap hantu. Hal ini dilakukan dengan menarik hipotesa tentang apa yang memunculkan ladang magnetik, menganalisa apa yang tak terlihat secara kasat mata, serta apa yang membuat seseorang merasakan hal tersebut sebagai " Kehadiran ". 

Menurut sang ilmuwan, adanya pola aktivitas aneh di otak yang disebabkan adanya ladang elektromagnetik tersebut, membuat seseorang merasa ada hantu di dekatnya. Dalam studinya, Persinger menyebutkan kalau seseorang diterpa ladang magnetik yang lemah selama 15 hingga 30 menit, seseorang akan memiliki persepsi bahwa ada kehadiran yang tak terlihat di ruangan tempat dia berada.

Hal ini sedikit membuktikan bahwa hantu sebenarnya hanyalah persepsi otak kita yang agak 'kacau' karena faktor luar. Banyak yang membuktikan lebih lanjut bahwa berbagai lingkungan yang punya reputasi berhantu, biasanya memiliki ladang magnetik yang tak lazim.

Penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Dr. Haryadi Suparto, pendiri Museum Kesehatan Dr. Adhyatma Surabaya, makhluk astral memang tertarik pada medan elektromagnetik yang kuat.

 

 

2. SUARA INFRA ATAU INFRASOUND


Mungkin Teman & temanwati netijen/sista disini sudah banyak mengetahui tentang suara infra atau lebih dikenal dengan infrasound. Dan yap betul,Infrasoundadalah suara dengan tingkat intensitas sangat rendah sampai manusia umumnya gak bisa mendengarnya. Beberapa binatang seperti gajah, bisa mendengar jenis suara semacam ini. Suara semacam ini ternyata mampu dibuktikan secara ilmiah dapat membuat seseorang tak nyaman secara fisiologis. 

Vibrasi frekuensi rendah bisa menyebabkan ketidaknyamanan psikologis pada seseorang. Para ahli mempelajari efek suara turbin angin dan suara jalanan besar yang dekat dengan perumahan, kemudian menemukan bahwa kebisingan frekuensi rendah bisa menyebabkan disorientasi, rasa panik, perubahan detak jantung dan tekanan darah, serta perasaan ditakuti oleh hantu 

Sebuah jurnal ilmiah berjudul 'Natural Causes of Hauntings' meneliti tentang sebuah ruangan yang dilaporkan berhantu. Setelah berbagai penelitian, ternyata penyebab utama ruangan tersebut 'terasa' berhantu adalah adanya sebuah kipas angin yang mengeluarkan 'suara tak terdengar' yang menyebabkan adanya efek 'angker.'Gelombang suaranya yang hanya 19 Hz tak akan terdengar telinga kita, namun efeknya bisa membuat otak kita kacau.

Setiap suara memiliki frekuensi masing-masing. Telinga manusia normalnya hanya mampu mendengar suara dengan frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz saja. Dan yang perlu Teman & temanwati netijen/sista ketahui, ternyata tidak semua manusia dan hewan dapat mendengar frekuensi dibawah 19 Hz. 

 

 

3. JAMUR


Ruangan yang lembab dan berjamur ternyata juga disebut-sebut dalam penelitian ilmiah tentang penampakan hantu dan pengalaman gaib lainnya. Seorang profesor dari Clarkson University bernama Shane Rogers meneliti pertumbuhan jamur dan adanya aktivitas mistis di dekatnya. 

Shane Rogers mengamati adanya kesamaan antara pengalaman paranormal dan efek halusinogen dari spora jamur yang tumbuh di tempat lembab. Beberapa jenis jamur bisa menyebabkan gejala yang cukup 'angker', yakni ketakutan tak jelas dan tak bisanya memproses informasi dengan benar.

Dalam pengumpulan datanya pun, beberapa jamur beracun berada di beberapa tempat angker yang dikabarkan berhantu. Sang peneliti sendiri merasa ini cukup 'konyol', namun jika percaya sains, ini adalah bukti yang cukup menjelaskan.





4. KERACUNAN KARBON MONOKSIDA


Pada tahun 1921, seorang dokter bernama W.H. Wilmer mempublikasi cerita aneh tentang rumah berhantu dalam jurnal medis yang berjudul American Journal of Ophthalmology. 

Jurnal tersebut menceritakan sebuah cerita unik di mana sebuah keluarga yang pindah ke sebuah rumah tua, mengalami fenomena aneh yang terkait hal mistis. Keluarga tersebut mendengar suara-suara aneh di malam hari, mendengar suara perabot rumah tangga yang tergeser secara tiba-tiba, dan mendengar ada kehadiran orang lain di rumah tersebut yang diduga hantu.

Ternyata rumah tersebut dipenuhi dengan kandungan karbon monoksida yang bocor. Efek dari karbon monoksida bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi aural dan visual. Di saat itu, kemampuan penglihatan dan rasa manusia bisa menembus batas normalnya.

 

 

5. KERJA OTAK DAN OTOT TUBUH 


Pernah enggak guys saat kita tidur dan saat setengah sadar di tengah malam, kita ngerasa ada yang nindih badan? Meski mata udah terbelalak, tubuh kita enggak bisa digerakin. Akhirnya, kita panik dan coba berteriak dan minta tolong.

Soal fenomena ketindihan alias rep-repan ini, ada banyak mitos. Kalau di tengah masyarakat Eropa zaman dulu, ada mitos Succubus dan Incubus. Dua makhluk penggoda ini kerjaannya nindihin manusia yang lagi tidur. Tujuan mereka adalah "memerkosa" para manusia.


Di kalangan masyarakat Sunda, dipercaya ada makhluk halus serupa laba-laba berkaki ganjil yang nindihin kita. Intinya, pengalaman ini dipercaya banyak orang sebagai pengalaman mistis. Soalnya, banyak orang yang ngaku bahwa mereka sering ngelihat penampakan mengerikan saat ketindihan.

Dilihat dari sains, pengalaman ketindihan ini adalah sesuatu yang sangat wajar terjadi. Soalnya, saat kita tidur guys, otak kita mengirim sinyal pada otot-otot tubuh kita buat jadi nonaktif saat fase REM (Rapid Eye Movement). Hal ini terjadi supaya saat kita mimpi macam-macam, misalnya mimpi ngebunuh orang, kita enggak benar-benar ngebunuh orang di dekat kita tanpa kita sadarin. Hal kayak begini beneran bisa terjadi loh guys sama orang yang mengalami penyimpangan REM.

Nah, pada saat kita mulai sadar di fase tidur non-REM, otot tubuh kita masih belum aktif, padahal otak kita udah mulai aktif. Inilah yang terjadi pada orang ketindihan. Terkait halusinasi akan adanya sosok yang menemani kita, lagi-lagi menurut Persinger, itu disebabkan oleh rangsangan di belahan otak kanan yang bikin kita ngerasain kehadiran orang lain. Padahal, itu cuma ilusi.

Ketindihan alias sleep-paralyzed memang pengalaman yang enggak asyik. Setelah bangun pun, kita sedikit trauma dan badan jadi enggak enak. Namun, percayalah, kalau kita pernah ngelamin ini, artinya fungsi tubuh kita masih normal guys. 

 

 

6. Ada Pihak Lain Yang Memberikan Kesaksian Sama Atau Menyatakan Pengalaman Yang Sama


Dalam sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh tim psikolog dari Universitas London, kita akan merasa hal-hal mistis karena kita percaya hal tersebut ada. Terlebih lagi hal mistis tersebut diperkuat argumen dari orang lain.

Penelitian tahun 2014 oleh para psikolog dari University of London meminta para partisipan untuk menonton pesulap, yang seharusnya membengkokkan kunci besi dengan pikirannya. Yang tidak diketahui partisipan lainnya adalah klo ternyata beberapa partisipan di situ adalah peneliti yang akan membuat cerita bohong.

Beberapa partisipan ini dipasangkan satu sama lain. Partisipan yang palsu mengatakan pada pasangannya bahwa ia melihat kunci terbengkok dengan jelas. Hasilnya, mereka yang dipasangkan dengan partisipan palsu melaporkan bahwa mereka juga melihat kuncinya membengkok. Jadi jika seseorang menyatakan bahwa ia mengalami, melihat atau merasakan sesuatu, ada kecenderungan orang yang berada di kondisi yang sama akan mengatakannya juga.

Menurut penulis studi ini, Christopher French, jika seseorang secara percaya diri menyatakan bahwa dia melihat hantu, secara psikologis otak pendengarnya akan merasionalkan informasi tersebut, dan pada akhirnya akan percaya bahwa mereka juga melihat hantu.

 

 

7. Kita Sendiri Yang Ingin Percaya Hantu

Berdasarkan penelitian yang sama seperti di laman sebelumnya, yakni dari Universitas London, manusia secara kultur didesain untuk percaya hantu. Hal ini dikarenakan gagasan tentang kematian itu terlalu 'gelap' untuk dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu berbagai budaya selalu punya versi tentang kehidupan setelah meninggal.

Seorang peneliti bernama Christopher French menyatakan bahwa ada alasan khusus kenapa banyak orang percaya pada makhluk astral. Menurutnya kita semua ingin percaya dimensi lain, tapi secara umum banyak orang gak suka membahas soal kematian. Frech menyambung bahwa kita lebih mudah percaya langsung pada sesuatu ketika kita langsung diperlihatkan bukti (misalnya: foto, rekaman suara atau video).

Jika mengutip pernyataan sang ilmuwan, "lebih percaya untuk percaya sesuatu yang ingin kita percaya." Hal tersebut sudah sangat menjelaskan mengapa hantu itu 'ada'.


 

---
Nah Teman & temanwati netijen, itulah beberapa penjelasan ilmiah tentang kemungkinan keberadaan hantu atau makhluk astral di sekitar kita. Terkait percaya atau tidak, ambil positifnya saja. Setidaknya kita memang perlu menjaga tempat tinggal kita tetap bersih dan sehat, supaya keseharian kita tetap aman dan nyaman.

Sumeber :

  • idntimes.com/science/experiment/bayu/penjelasan-ilmiah-kalau-ada-hantu-di-sekitarmu/full
  • tirto.id/bagaimana-sains-menjelaskan-penampakan-hantu-cw3y



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Inilah Beberapa Kebudayaan Unik Di Indonesia
  Berikutnya
Penyebab Gunung Berapi Bisa Meletus

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Happy Weekend Guys!!! Artikel kali ini kembali Saya mengupas hantu dari sisi "SAINS atau ILMIAH". :o Teman & temanwati netijen tau gak, ternyata sebagian besar orang di bumi ini percaya sama hantu. Terlepas dari ajaran agama masing-masing, bahwa sebuah survey di Inggris pada tahun 2014 lalu mendapatkan bahwa 52% partisipan survey percaya pada hal berbau supranatural. Angka kepercayaan terhadap hantu juga ternyata besar loh gan di Amerika Serikat. Saya pikir hanya segelintir orang yang percaya hantu di AmRik. Dalam polling yang diselenggarakan oleh Huffington Post bersama Yougof tahun 2012 lalu, sebanyak 45% orang amerika percaya pada hantu dan bahwa roh orang mati dapat bangkit pada kondisi-kondisi tertentu. Kalau Asia dan Afrika mah gak usah dibilang lagi deh ya    Kalau kita lacak ke belakang gan, imajinasi hantu setidaknya sudah tercatat dalam artefak-artefak peradaban Mesir kuno. Hantu muncul sebagai bukti adanya kehidupan setelah kematian. Kepercayaan akan hantu atau roh ini terus diwariskan turun temurun dan dilegimitasi  oleh narasi agama-agama besar di dunia. Kebanyakan mereka yang percaya mengatakan bahwa fenomena ini tak bisa dijelaskan dengan logika. Di sisi lain, ada sejumlah orang yang terus mencari penjelasan paling logis untuk melihat segala hal yang berhubungan dengan hantu, arwah, atau pengalaman gaib lainnya. Ada juga ilmuwan yang berusaha menjelaskannya dengan ilmu pasti. Oke, berikut ini beberapa penjelasan dari Sains mengenai Kenapa Hantu atau Roh itu Nampak 1. MEDAN ELEKTROMAGNETIK YANG KUAT Sudah beberapa tahun, seorang ilmuwan saraf asal Kanada yang bernama Michael Persingermempelajari tentang efek elektromagnetik terhadap persepsi manusia terhadap hantu. Hal ini dilakukan dengan menarik hipotesa tentang apa yang memunculkan ladang magnetik, menganalisa apa yang tak terlihat secara kasat mata, serta apa yang membuat seseorang merasakan hal tersebut sebagai " Kehadiran ".  Menurut sang ilmuwan, adanya pola aktivitas aneh di otak yang disebabkan adanya ladang elektromagnetik tersebut, membuat seseorang merasa ada hantu di dekatnya. Dalam studinya, Persinger menyebutkan kalau seseorang diterpa ladang magnetik yang lemah selama 15 hingga 30 menit, seseorang akan memiliki persepsi bahwa ada kehadiran yang tak terlihat di ruangan tempat dia berada. Hal ini sedikit membuktikan bahwa hantu sebenarnya hanyalah persepsi otak kita yang agak 'kacau' karena faktor luar. Banyak yang membuktikan lebih lanjut bahwa berbagai lingkungan yang punya reputasi berhantu, biasanya memiliki ladang magnetik yang tak lazim. Penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Dr. Haryadi Suparto, pendiri Museum Kesehatan Dr. Adhyatma Surabaya, makhluk astral memang tertarik pada medan elektromagnetik yang kuat.     2. SUARA INFRA ATAU INFRASOUND Mungkin Teman & temanwati netijen/sista disini sudah banyak mengetahui tentang suara infra atau lebih dikenal dengan infrasound. Dan yap betul,Infrasoundadalah suara dengan tingkat intensitas sangat rendah sampai manusia umumnya gak bisa mendengarnya. Beberapa binatang seperti gajah, bisa mendengar jenis suara semacam ini. Suara semacam ini ternyata mampu dibuktikan secara ilmiah dapat membuat seseorang tak nyaman secara fisiologis.  Vibrasi frekuensi rendah bisa menyebabkan ketidaknyamanan psikologis pada seseorang. Para ahli mempelajari efek suara turbin angin dan suara jalanan besar yang dekat dengan perumahan, kemudian menemukan bahwa kebisingan frekuensi rendah bisa menyebabkan disorientasi, rasa panik, perubahan detak jantung dan tekanan darah, serta perasaan ditakuti oleh hantu  Sebuah jurnal ilmiah berjudul 'Natural Causes of Hauntings' meneliti tentang sebuah ruangan yang dilaporkan berhantu. Setelah berbagai penelitian, ternyata penyebab utama ruangan tersebut 'terasa' berhantu adalah adanya sebuah kipas angin yang mengeluarkan 'suara tak terdengar' yang menyebabkan adanya efek 'angker.'Gelombang suaranya yang hanya 19 Hz tak akan terdengar telinga kita, namun efeknya bisa membuat otak kita kacau. Setiap suara memiliki frekuensi masing-masing. Telinga manusia normalnya hanya mampu mendengar suara dengan frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz saja. Dan yang perlu Teman & temanwati netijen/sista ketahui, ternyata tidak semua manusia dan hewan dapat mendengar frekuensi dibawah 19 Hz.      3. JAMUR Ruangan yang lembab dan berjamur ternyata juga disebut-sebut dalam penelitian ilmiah tentang penampakan hantu dan pengalaman gaib lainnya. Seorang profesor dari Clarkson University bernama Shane Rogers meneliti pertumbuhan jamur dan adanya aktivitas mistis di dekatnya.  Shane Rogers mengamati adanya kesamaan antara pengalaman paranormal dan efek halusinogen dari spora jamur yang tumbuh di tempat lembab. Beberapa jenis jamur bisa menyebabkan gejala yang cukup 'angker', yakni ketakutan tak jelas dan tak bisanya memproses informasi dengan benar. Dalam pengumpulan datanya pun, beberapa jamur beracun berada di beberapa tempat angker yang dikabarkan berhantu. Sang peneliti sendiri merasa ini cukup 'konyol', namun jika percaya sains, ini adalah bukti yang cukup menjelaskan. 4. KERACUNAN KARBON MONOKSIDA Pada tahun 1921, seorang dokter bernama W.H. Wilmer mempublikasi cerita aneh tentang rumah berhantu dalam jurnal medis yang berjudul American Journal of Ophthalmology.  Jurnal tersebut menceritakan sebuah cerita unik di mana sebuah keluarga yang pindah ke sebuah rumah tua, mengalami fenomena aneh yang terkait hal mistis. Keluarga tersebut mendengar suara-suara aneh di malam hari, mendengar suara perabot rumah tangga yang tergeser secara tiba-tiba, dan mendengar ada kehadiran orang lain di rumah tersebut yang diduga hantu. Ternyata rumah tersebut dipenuhi dengan kandungan karbon monoksida yang bocor. Efek dari karbon monoksida bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi aural dan visual. Di saat itu, kemampuan penglihatan dan rasa manusia bisa menembus batas normalnya.     5. KERJA OTAK DAN OTOT TUBUH  Pernah enggak guys saat kita tidur dan saat setengah sadar di tengah malam, kita ngerasa ada yang nindih badan? Meski mata udah terbelalak, tubuh kita enggak bisa digerakin. Akhirnya, kita panik dan coba berteriak dan minta tolong. Soal fenomena ketindihan alias rep-repan ini, ada banyak mitos. Kalau di tengah masyarakat Eropa zaman dulu, ada mitos Succubus dan Incubus. Dua makhluk penggoda ini kerjaannya nindihin manusia yang lagi tidur. Tujuan mereka adalah "memerkosa" para manusia. Di kalangan masyarakat Sunda, dipercaya ada makhluk halus serupa laba-laba berkaki ganjil yang nindihin kita. Intinya, pengalaman ini dipercaya banyak orang sebagai pengalaman mistis. Soalnya, banyak orang yang ngaku bahwa mereka sering ngelihat penampakan mengerikan saat ketindihan. Dilihat dari sains, pengalaman ketindihan ini adalah sesuatu yang sangat wajar terjadi. Soalnya, saat kita tidur guys, otak kita mengirim sinyal pada otot-otot tubuh kita buat jadi nonaktif saat fase REM (Rapid Eye Movement). Hal ini terjadi supaya saat kita mimpi macam-macam, misalnya mimpi ngebunuh orang, kita enggak benar-benar ngebunuh orang di dekat kita tanpa kita sadarin. Hal kayak begini beneran bisa terjadi loh guys sama orang yang mengalami penyimpangan REM. Nah, pada saat kita mulai sadar di fase tidur non-REM, otot tubuh kita masih belum aktif, padahal otak kita udah mulai aktif. Inilah yang terjadi pada orang ketindihan. Terkait halusinasi akan adanya sosok yang menemani kita, lagi-lagi menurut Persinger, itu disebabkan oleh rangsangan di belahan otak kanan yang bikin kita ngerasain kehadiran orang lain. Padahal, itu cuma ilusi. Ketindihan alias sleep-paralyzed memang pengalaman yang enggak asyik. Setelah bangun pun, kita sedikit trauma dan badan jadi enggak enak. Namun, percayalah, kalau kita pernah ngelamin ini, artinya fungsi tubuh kita masih normal guys.      6. Ada Pihak Lain Yang Memberikan Kesaksian Sama Atau Menyatakan Pengalaman Yang Sama Dalam sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh tim psikolog dari Universitas London, kita akan merasa hal-hal mistis karena kita percaya hal tersebut ada. Terlebih lagi hal mistis tersebut diperkuat argumen dari orang lain. Penelitian tahun 2014 oleh para psikolog dari University of London meminta para partisipan untuk menonton pesulap, yang seharusnya membengkokkan kunci besi dengan pikirannya. Yang tidak diketahui partisipan lainnya adalah klo ternyata beberapa partisipan di situ adalah peneliti yang akan membuat cerita bohong. Beberapa partisipan ini dipasangkan satu sama lain. Partisipan yang palsu mengatakan pada pasangannya bahwa ia melihat kunci terbengkok dengan jelas. Hasilnya, mereka yang dipasangkan dengan partisipan palsu melaporkan bahwa mereka juga melihat kuncinya membengkok. Jadi jika seseorang menyatakan bahwa ia mengalami, melihat atau merasakan sesuatu, ada kecenderungan orang yang berada di kondisi yang sama akan mengatakannya juga. Menurut penulis studi ini, Christopher French, jika seseorang secara percaya diri menyatakan bahwa dia melihat hantu, secara psikologis otak pendengarnya akan merasionalkan informasi tersebut, dan pada akhirnya akan percaya bahwa mereka juga melihat hantu.     7. Kita Sendiri Yang Ingin Percaya Hantu Berdasarkan penelitian yang sama seperti di laman sebelumnya, yakni dari Universitas London, manusia secara kultur didesain untuk percaya hantu. Hal ini dikarenakan gagasan tentang kematian itu terlalu 'gelap' untuk dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu berbagai budaya selalu punya versi tentang kehidupan setelah meninggal. Seorang peneliti bernama Christopher French menyatakan bahwa ada alasan khusus kenapa banyak orang percaya pada makhluk astral. Menurutnya kita semua ingin percaya dimensi lain, tapi secara umum banyak orang gak suka membahas soal kematian. Frech menyambung bahwa kita lebih mudah percaya langsung pada sesuatu ketika kita langsung diperlihatkan bukti (misalnya: foto, rekaman suara atau video). Jika mengutip pernyataan sang ilmuwan, "lebih percaya untuk percaya sesuatu yang ingin kita percaya." Hal tersebut sudah sangat menjelaskan mengapa hantu itu 'ada'.   --- Nah Teman & temanwati netijen, itulah beberapa penjelasan ilmiah tentang kemungkinan keberadaan hantu atau makhluk astral di sekitar kita. Terkait percaya atau tidak, ambil positifnya saja. Setidaknya kita memang perlu menjaga tempat tinggal kita tetap bersih dan sehat, supaya keseharian kita tetap aman dan nyaman. Sumeber : idntimes.com/science/experiment/bayu/penjelasan-ilmiah-kalau-ada-hantu-di-sekitarmu/full tirto.id/bagaimana-sains-menjelaskan-penampakan-hantu-cw3y

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :