(Bag 2) Tsunami Zaman Modern Yang Paling Dahsyat & Mematikan

  Senin, 21 Januari 2019

5. Jepang, 3 Maret 1933

Magnitude: 8,4 SR
Tewas: +3.000 (1,522 meninggal, 1,542 hilang)

Kamaishi Bay after 1933 tsunami

yesnetijen.web.id - Gempa yang dikenal sebagai "The 1933 Sanriku earthquake" ini berpusat di Sanriku, Pulau Honshu, pada 3 Maret 1933 pukul 02:30 waktu setempat. Pusat gempa berada 290 kilometer (180 mil) sebelah timur kota Kamaishi, Iwate dengan kekuatan mencapai 8,4 SR pada kedalaman 20 km.

Gempa ini diikuti oleh tsunami setinggi 28,7 meter (94 ft) yang tercatat di Ryori, Kesen, Iwate dan Tōhoku, yang menyebabkan korban lebih dari 1,522 meninggal, 1,542 hilang dan 12,053 orang terluka. (https://en.wikipedia.org/wiki/1933_Sanriku_earthquake)

 

 

4. Filipina, 17 Agustus 1976

Magnitude: 8 SR
Tewas: 5.000
Kehilangan tempat tinggal: 2.000

Tsunami Filipina, 17 Agustus 1976

Gempa berkekuatan 8 SR menyebabkan tsunami yang menewaskan lebih dari 5.000 orang. Dinamakan sebagai "The 1976 Moro Gulf earthquake and tsunami" ini terjadi pada 17 Agustus 1976 pada pukul 00:11 waktu setempat.

Gempa yang berpusat dekat pulau Mindanao dan Sulu ini menimbulkan tsunami yang menghancurkan hampir seluruh wilayah Moro dan kota Pegadian. (https://en.wikipedia.org/wiki/1976_Moro_Gulf_earthquake)

 

 

3. Chile, 21-30 Mei 1960

Magnitude: 9,4 9,6 SR
Tewas: 7.000

Tsunami Chile, 21-30 Mei 1960

Gempa berkekuatan 9,6 SR yang dikenal sebagai "The 1960 Valdivia earthquake" atau "Great Chilean earthquake" ini adalah gempa terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah.

Gempa terjadi pada 22 Mei 1960 pada pukul 15:11 waktu setempat. Gempa yang disusul bencana tsunami, menerjang sejumlah negara-negara di kawasan laut Pasifik, termasuk timur New Zealand, tenggara Australia, Aleutian Islands, Filipina dan Jepang yang jauhnya ribuan kilometer.

Tsunami setinggi 10.7 meter (35 ft) tercatat pada jarak 10,000 kilometer (6,200 mil) dari pusat gempa atau epicenter. Di Chile, korban tewas mencapai 5.700 jiwa, 61 jiwa di Hawaii, dan 130 jiwa di Jepang. (https://en.wikipedia.org/wiki/1960_Valdivia_earthquake)

 

 

2. Papua New Guinea, 17 Juli 1998

Magnitude: 7,0 SR
Tewas: 2.000-8.000
Kehilangan tempat tinggal: 3 juta

 

 

Tsunami 1998 PNG Travel Times

Setelah diterjang dua kali gempa dengan kekuatan 7,0 SR, gelombang tsunami pun tak terhindarkan dan merusak apa pun hingga jarak 30 kilometer dari garis pantai utara.

Berdasarkan data resmi dari pemerintah, sebanyak tujuh desa tersapu tsunami dengan korban tewas ditaksir mencapai lebih dari 2.000 jiwa. Sementara data dari wilayah setempat menyebutkan, korban tewas antara 6.000 dan 8.000 jiwa. (https://en.wikipedia.org/wiki/1998-Papua-New_Guinea-earthquake)

 

 

1. Aceh Indonesia dan Asia, 26 Desember 2004

Magnitude: 9,3 SR
Tewas: +250.000
Kehilangan tempat tinggal: 5 juta

 

Tsunami Aceh Indonesia dan Asia, 26 Desember 2004

Gempa berkekuatan 9,3 SR terjadi di Samudera Hindia, tepatnya dilepas pantai barat Aceh dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Memicu tsunami di sejumlah kawasan Asia bagian selatan dan dua negara Afrika.

Disebut-sebut sebagai gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Korban mencapai sekitar 250.000 orang tewas di delapan negara. Nanggroe Aceh Darussalam (Indonesia), Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar. (https://en.wikipedia.org/wiki/2004-Indian-Ocean-earthquake-and-tsunami)

 

-----

Demikianlah fakta nyata kekuatan dan daya rusak alami dari tsunami-tsunami yang pernah terjadi diseluruh belahan dunia sejak tahun 1900. Tsunami juga bisa terjadi akibat adanya tanah longsor dalam skala besar.

Namun semua tsunami diatas tersebut bukan akibat dari tanah longsor, namun semua diawali dan dipicu dari kekuatan gempa bumi di dalam laut yang membuat salahsatu lempeng bergerak dan bergeser terhadap lempeng lainnya.

 

Sumber :

  • indocropcircles.com
  • Wikipedia
  • en.wikipedia.org/wiki/List_of_earthquakes_in_Indonesia
  • en.wikipedia.org/wiki/2011_T·hoku_earthquake_and_tsunamii
  • en.wikipedia.org/wiki/List_of_historical_tsunamis



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
(Bag 1) Tsunami Zaman Modern Yang Paling Dahsyat & Mematikan
  Berikutnya
Penyebab Munculnya Gelembung Udara Pada Air

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : 5. Jepang, 3 Maret 1933 Magnitude: 8,4 SR Tewas: +3.000 (1,522 meninggal, 1,542 hilang) Kamaishi Bay after 1933 tsunami yesnetijen.web.id - Gempa yang dikenal sebagai "The 1933 Sanriku earthquake" ini berpusat di Sanriku, Pulau Honshu, pada 3 Maret 1933 pukul 02:30 waktu setempat. Pusat gempa berada 290 kilometer (180 mil) sebelah timur kota Kamaishi, Iwate dengan kekuatan mencapai 8,4 SR pada kedalaman 20 km. Gempa ini diikuti oleh tsunami setinggi 28,7 meter (94 ft) yang tercatat di Ryori, Kesen, Iwate dan Tōhoku, yang menyebabkan korban lebih dari 1,522 meninggal, 1,542 hilang dan 12,053 orang terluka. (https://en.wikipedia.org/wiki/1933_Sanriku_earthquake)     4. Filipina, 17 Agustus 1976 Magnitude: 8 SR Tewas: 5.000 Kehilangan tempat tinggal: 2.000 Tsunami Filipina, 17 Agustus 1976 Gempa berkekuatan 8 SR menyebabkan tsunami yang menewaskan lebih dari 5.000 orang. Dinamakan sebagai "The 1976 Moro Gulf earthquake and tsunami" ini terjadi pada 17 Agustus 1976 pada pukul 00:11 waktu setempat. Gempa yang berpusat dekat pulau Mindanao dan Sulu ini menimbulkan tsunami yang menghancurkan hampir seluruh wilayah Moro dan kota Pegadian. (https://en.wikipedia.org/wiki/1976_Moro_Gulf_earthquake)     3. Chile, 21-30 Mei 1960 Magnitude: 9,4 9,6 SR Tewas: 7.000 Tsunami Chile, 21-30 Mei 1960 Gempa berkekuatan 9,6 SR yang dikenal sebagai "The 1960 Valdivia earthquake" atau "Great Chilean earthquake" ini adalah gempa terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah. Gempa terjadi pada 22 Mei 1960 pada pukul 15:11 waktu setempat. Gempa yang disusul bencana tsunami, menerjang sejumlah negara-negara di kawasan laut Pasifik, termasuk timur New Zealand, tenggara Australia, Aleutian Islands, Filipina dan Jepang yang jauhnya ribuan kilometer. Tsunami setinggi 10.7 meter (35 ft) tercatat pada jarak 10,000 kilometer (6,200 mil) dari pusat gempa atau epicenter. Di Chile, korban tewas mencapai 5.700 jiwa, 61 jiwa di Hawaii, dan 130 jiwa di Jepang. (https://en.wikipedia.org/wiki/1960_Valdivia_earthquake)     2. Papua New Guinea, 17 Juli 1998 Magnitude: 7,0 SR Tewas: 2.000-8.000 Kehilangan tempat tinggal: 3 juta     Tsunami 1998 PNG Travel Times Setelah diterjang dua kali gempa dengan kekuatan 7,0 SR, gelombang tsunami pun tak terhindarkan dan merusak apa pun hingga jarak 30 kilometer dari garis pantai utara. Berdasarkan data resmi dari pemerintah, sebanyak tujuh desa tersapu tsunami dengan korban tewas ditaksir mencapai lebih dari 2.000 jiwa. Sementara data dari wilayah setempat menyebutkan, korban tewas antara 6.000 dan 8.000 jiwa. (https://en.wikipedia.org/wiki/1998-Papua-New_Guinea-earthquake)     1. Aceh Indonesia dan Asia, 26 Desember 2004 Magnitude: 9,3 SR Tewas: +250.000 Kehilangan tempat tinggal: 5 juta   Tsunami Aceh Indonesia dan Asia, 26 Desember 2004 Gempa berkekuatan 9,3 SR terjadi di Samudera Hindia, tepatnya dilepas pantai barat Aceh dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Memicu tsunami di sejumlah kawasan Asia bagian selatan dan dua negara Afrika. Disebut-sebut sebagai gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika. Korban mencapai sekitar 250.000 orang tewas di delapan negara. Nanggroe Aceh Darussalam (Indonesia), Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar. (https://en.wikipedia.org/wiki/2004-Indian-Ocean-earthquake-and-tsunami)   ----- Demikianlah fakta nyata kekuatan dan daya rusak alami dari tsunami-tsunami yang pernah terjadi diseluruh belahan dunia sejak tahun 1900. Tsunami juga bisa terjadi akibat adanya tanah longsor dalam skala besar. Namun semua tsunami diatas tersebut bukan akibat dari tanah longsor, namun semua diawali dan dipicu dari kekuatan gempa bumi di dalam laut yang membuat salahsatu lempeng bergerak dan bergeser terhadap lempeng lainnya.   Sumber : indocropcircles.com Wikipedia en.wikipedia.org/wiki/List_of_earthquakes_in_Indonesia en.wikipedia.org/wiki/2011_T·hoku_earthquake_and_tsunamii en.wikipedia.org/wiki/List_of_historical_tsunamis

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :