(Bag 1) Tsunami Zaman Modern Yang Paling Dahsyat & Mematikan

  Sabtu, 19 Januari 2019

yesnetijen.web.id - Kekuatan alam tak pernah bisa dilawan. Bencana gempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) disertai tsunami yang menerjang kawasan pantai timur Pulau Honshu, Jepang pada hari Jumat (11/3/2011) pukul 02.46 waktu Tokyo lalu telah menunjukkan betapa dahsyat kekuatan itu. (lihat episenter via satelit)


 

 

12. Tsunami Japan 2011 (NOAA)

Akibat tsunami tersebut banyak bangunan dilaporkan hancur. gempa juga mengakibatkan terbakarnya kilang minyak di wilayah Honshu. Ini merupakan tsunami terdahsyat ke-7 yang terjadi sepanjang sejarah, sejak tahun 1900

Bahkan, rambatan gelombang tsunami dari Jepang sampai juga ke pulau-pulau di Kepulauan Hawaii di Samudra Pasifik pada hari Jumat (12/3/2011) dini hari. Tinggi gelombang di sejumlah wilayah berbeda-beda, dari 48 cm sampai 1,8 meter, tetapi tidak menimbulkan kerusakan berarti. Gelombang paling tinggi dilaporkan menghantam wilayah Kahului, Maui, dengan ketinggian sekitar 1,8 meter.

Namun, di daerah lain tinggi gelombang jauh lebih rendah seperti Nawiliwili di Pulau Kauai hanya 48 sentimeter dan di Barbers Point, Oahu, sekitar 69 sentimeter.

Tsunami Japan 2011

"Sepertinya tidak akan menyebabkan kerusakan besar," kata Gerard Fryer dari Pusat Peringatan Dini Tsunami Pasifik. Ia mengatakan gelombang kiriman yang sampai ke Hawaii sampai dua kali. Pertama, setinggi 1,8 meter dan diikuti gelombang kedua 15 menit kemudian setinggi 1,5 meter.

Hawaii yang berjarak sekitar 6.500 kilometer termasuk wilayah yang berpotensi terancam tsunami di Jepang karena berhadapan langsung di lautan lepas.

Sirine peringatan bahaya tsunami telah dibunyikan setiap satu jam sekali di Hawaii sejak peringatan dikeluarkan beberapa menit setelah gempa berkekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Jepang. Warga dan turis pun telah dievakusi di tempat yang aman untuk mengantisipasi gelombang besar.

 

Occurrence tsunami in the world.

 

Indonesia adalah negara yang juga menjadi saksi betapa dahsyatnya kekuatan itu. Tsunami pernah melanda kawasan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan sejumlah wilayah di Tanah Air hingga menelan ribuan korban jiwa.

Seperti apa jejak kedahsyatannya, berikut catatan mengenai gempa paling buruk di muka bumi dalam seabad terakhir.

 

 

11. Samoa & Pasifik, 29 September 2009

Magnitude: 8,1 SR
Tewas: 192

 

Samoa Tsunami travel times, 30 September 2009

 

Terjadi dua kali gempa dengan kekuatan masing-masing mencapai 8,1 SR dan 8,0 SR dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini memicu terjadinya tsunami yang menerjang kawasan Samoa dan Tonga. Tinggi gelombang tsunami mencapai 5 meter. Korban tewas mencapai 192 orang. (https://en.wikipedia.org/wiki/2009_Samoa_earthquake_and_tsunami)

 

 

10. Chile (27 Februari 2010)

Magnitude: 8,8 SR
Tewas: 800
Kehilangan tempat tinggal: 2 juta

Tsunami Chile 28 Februari 2010

Gempa dengan kekuatan 8,8 SR disusul tsunami telah menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan 2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Jumlah korban terbanyak adalah mereka yang tinggal di kawasan pesisir. (https://en.wikipedia.org/wiki/2010_Chile_earthquake)

 

 

9. Palu / Donggala, Sulawesi Tengah 2018

Magnitude: 6.0 7.4 (multiple)
Tewas: 1 500

Rentetan gempa-gempa yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 di daerah Donggala, Palu, Mamuji, Sigi dan sekitarnya yang kemudian memicu gelombang tsunami. (sumber: USGS)

Gempa bumi pada Jumat tanggal 28 September 2018 ini terjadi beberapa kali (multiple), dan yang paling kuat sebesar 7.4 M pukul 18.02 WITA (17.02 WIB), diikuti gelombang tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi bagian utara. Pusat gempa bumi (episentrum) berada di darat, sekitar Kecamatan Sirenja, 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km.

Gempa bumi terjadi karena pergeseran sesar mendatar dari sesar Palu-Koro yang membentang dari utara-barat laut ke selatan-tenggara di sepanjang pegunungan Sulawesi Tengah. Sesar Palu-Koro termasuk sesar yang paling aktif, laju pergerakan di sepanjang Sesar Palu-Koro diperkirakan berada di kisaran 30-40 mm per tahun.

Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian 1,5 3 meter di Kota Palu dan Donggala.

Korban jiwa sekitar 1.347 orang, namun duperkirakan labih dari 1.500 tewas, 632 luka-luka, lebih dari 100 orang hilang, dan 16.732 penduduk mengungsi. Banyaknya korban jiwa, selain karena gelombang tsunami, juga akibat muncul gejala likuifaksi (pencairan tanah) yang terjadi beberapa saat setelah puncak gempa terjadi dan memakan banyak korban jiwa dan material (https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_dan_tsunami_Sulawesi_2018)

 

 

8. Uni Soviet, 4 November 1952

Magnitude: 8,2 9,0 SR
Tewas: +2.300

Tsunami Soviet 4 November 1952

Gempa terjadi di Semenanjung Kamchatka yang berada di lepas pantai Samudera Pasifik atau di timur Uni Soviet (kini Rusia) pada tanggal 4 November 1952 pukul 04:58 waktu setempat dengan kekuatan mencapai 9,0 SR pada kedalaman 30 km dan menyebabkan tsunami yang cukup dahsyat.

Aftershocks atau pasca gelombang kejut yang terekam mencapai area seluas sekitar 247,000 km persegi pada kedalaman 40 dan 60 km. Gelombang tsunami melintasi Pasifik sampai ke Alaska, New Zealand hingga Cile dan Peru yang berada di ujung benua Amerika bagian selatan. Lebih dari 2.300 orang meninggal. (wikipedia)

 

 

7. Ambon, 17 Februari 1674

Magnitude: > 7,5 SR
Tewas: +2.322

Kekuatan gempa tak diketahui karena belum adanya teknologi pencatatan gempa di lokasi kejadian pada saat itu. Tapi diperkirakan kekuatan gempa diatas 7,5 SR, dan tinggi tsunami mencapai 10 meter.

Korban meninggal, luka-luka dan mengungsi meliputi beberapa kota di pesisir Pulau Ambon, Pulau Seram, dan pulau-pulau lainnya disekitar kepulauan Maluku dan Laut Banda.

Menurut catatan ilmuwan Belanda kelahiran Jerman, Georg Eberhard Rumphius, korban jiwa sebanyak 2243 orang lebih, termasuk 31 orang Eropa. Jadi korban tewas seluruhnya adalah 2322 jiwa.

 

 

6. Flores Indonesia, 12 Desember 1992

Magnitude: 7,5 SR
Tewas: +2.500
Kehilangan tempat tinggal: +5.000

Tsunami Flores Indonesia, 12 Desember 1992

Tsunami yang memporak-porandakan pulau Flores terjadi karena adanya Gempa di laut Flores, sebelah utara pulau tersebut. Gempa tersebut tercatat pada tanggal 12 Desember 1992 dengan Origin Time 05:29:28,6 UTC.

Epicenter gempa: -8,50 LS dan 121,84 BT ; Kedalaman:33 Km, Skala Magnitudo mb=6,7. Ms=7,5. Mw=7.7, skala Intensitas dirasakan di Larantuka, Flores Timur; di Waingapu, Sumba dan Ujung Pandang, Sulawesi; dan di Kupang, Timor.

Gempa berkekuatan 7,5 SR memicu gelombang tsunami dan menyapu permukiman di pesisir pantai Flores. Tsunami tersebut menewaskan setidaknya 2.100 jiwa, 500 orang dinyatakan hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi.

Gempa tersebut sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur. (https://en.wikipedia.org/wiki/1992_Flores_earthquake_and_tsunami)

 

Sumber :

  • indocropcircle.com
  • Wikipedia
  • en.wikipedia.org/wiki/List_of_earthquakes_in_Indonesia
  • en.wikipedia.org/wiki/2011_T·hoku_earthquake_and_tsunamii
  • en.wikipedia.org/wiki/List_of_historical_tsunamis



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Susunan Rangkaian Kendaraan Presiden Dan Wakil Presiden
  Berikutnya
(Bag 2) Tsunami Zaman Modern Yang Paling Dahsyat & Mematikan

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Kekuatan alam tak pernah bisa dilawan. Bencana gempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) disertai tsunami yang menerjang kawasan pantai timur Pulau Honshu, Jepang pada hari Jumat (11/3/2011) pukul 02.46 waktu Tokyo lalu telah menunjukkan betapa dahsyat kekuatan itu. (lihat episenter via satelit)     12. Tsunami Japan 2011 (NOAA) Akibat tsunami tersebut banyak bangunan dilaporkan hancur. gempa juga mengakibatkan terbakarnya kilang minyak di wilayah Honshu. Ini merupakan tsunami terdahsyat ke-7 yang terjadi sepanjang sejarah, sejak tahun 1900 Bahkan, rambatan gelombang tsunami dari Jepang sampai juga ke pulau-pulau di Kepulauan Hawaii di Samudra Pasifik pada hari Jumat (12/3/2011) dini hari. Tinggi gelombang di sejumlah wilayah berbeda-beda, dari 48 cm sampai 1,8 meter, tetapi tidak menimbulkan kerusakan berarti. Gelombang paling tinggi dilaporkan menghantam wilayah Kahului, Maui, dengan ketinggian sekitar 1,8 meter. Namun, di daerah lain tinggi gelombang jauh lebih rendah seperti Nawiliwili di Pulau Kauai hanya 48 sentimeter dan di Barbers Point, Oahu, sekitar 69 sentimeter. Tsunami Japan 2011 "Sepertinya tidak akan menyebabkan kerusakan besar," kata Gerard Fryer dari Pusat Peringatan Dini Tsunami Pasifik. Ia mengatakan gelombang kiriman yang sampai ke Hawaii sampai dua kali. Pertama, setinggi 1,8 meter dan diikuti gelombang kedua 15 menit kemudian setinggi 1,5 meter. Hawaii yang berjarak sekitar 6.500 kilometer termasuk wilayah yang berpotensi terancam tsunami di Jepang karena berhadapan langsung di lautan lepas. Sirine peringatan bahaya tsunami telah dibunyikan setiap satu jam sekali di Hawaii sejak peringatan dikeluarkan beberapa menit setelah gempa berkekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Jepang. Warga dan turis pun telah dievakusi di tempat yang aman untuk mengantisipasi gelombang besar.   Occurrence tsunami in the world.   Indonesia adalah negara yang juga menjadi saksi betapa dahsyatnya kekuatan itu. Tsunami pernah melanda kawasan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan sejumlah wilayah di Tanah Air hingga menelan ribuan korban jiwa. Seperti apa jejak kedahsyatannya, berikut catatan mengenai gempa paling buruk di muka bumi dalam seabad terakhir.     11. Samoa & Pasifik, 29 September 2009 Magnitude: 8,1 SR Tewas: 192   Samoa Tsunami travel times, 30 September 2009   Terjadi dua kali gempa dengan kekuatan masing-masing mencapai 8,1 SR dan 8,0 SR dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini memicu terjadinya tsunami yang menerjang kawasan Samoa dan Tonga. Tinggi gelombang tsunami mencapai 5 meter. Korban tewas mencapai 192 orang. (https://en.wikipedia.org/wiki/2009_Samoa_earthquake_and_tsunami)     10. Chile (27 Februari 2010) Magnitude: 8,8 SR Tewas: 800 Kehilangan tempat tinggal: 2 juta Tsunami Chile 28 Februari 2010 Gempa dengan kekuatan 8,8 SR disusul tsunami telah menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan 2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Jumlah korban terbanyak adalah mereka yang tinggal di kawasan pesisir. (https://en.wikipedia.org/wiki/2010_Chile_earthquake)     9. Palu / Donggala, Sulawesi Tengah 2018 Magnitude: 6.0 7.4 (multiple) Tewas: 1 500 Rentetan gempa-gempa yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 di daerah Donggala, Palu, Mamuji, Sigi dan sekitarnya yang kemudian memicu gelombang tsunami. (sumber: USGS) Gempa bumi pada Jumat tanggal 28 September 2018 ini terjadi beberapa kali (multiple), dan yang paling kuat sebesar 7.4 M pukul 18.02 WITA (17.02 WIB), diikuti gelombang tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi bagian utara. Pusat gempa bumi (episentrum) berada di darat, sekitar Kecamatan Sirenja, 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km. Gempa bumi terjadi karena pergeseran sesar mendatar dari sesar Palu-Koro yang membentang dari utara-barat laut ke selatan-tenggara di sepanjang pegunungan Sulawesi Tengah. Sesar Palu-Koro termasuk sesar yang paling aktif, laju pergerakan di sepanjang Sesar Palu-Koro diperkirakan berada di kisaran 30-40 mm per tahun. Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian 1,5 3 meter di Kota Palu dan Donggala. Korban jiwa sekitar 1.347 orang, namun duperkirakan labih dari 1.500 tewas, 632 luka-luka, lebih dari 100 orang hilang, dan 16.732 penduduk mengungsi. Banyaknya korban jiwa, selain karena gelombang tsunami, juga akibat muncul gejala likuifaksi (pencairan tanah) yang terjadi beberapa saat setelah puncak gempa terjadi dan memakan banyak korban jiwa dan material (https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_dan_tsunami_Sulawesi_2018)     8. Uni Soviet, 4 November 1952 Magnitude: 8,2 9,0 SR Tewas: +2.300 Tsunami Soviet 4 November 1952 Gempa terjadi di Semenanjung Kamchatka yang berada di lepas pantai Samudera Pasifik atau di timur Uni Soviet (kini Rusia) pada tanggal 4 November 1952 pukul 04:58 waktu setempat dengan kekuatan mencapai 9,0 SR pada kedalaman 30 km dan menyebabkan tsunami yang cukup dahsyat. Aftershocks atau pasca gelombang kejut yang terekam mencapai area seluas sekitar 247,000 km persegi pada kedalaman 40 dan 60 km. Gelombang tsunami melintasi Pasifik sampai ke Alaska, New Zealand hingga Cile dan Peru yang berada di ujung benua Amerika bagian selatan. Lebih dari 2.300 orang meninggal. (wikipedia)     7. Ambon, 17 Februari 1674 Magnitude: > 7,5 SR Tewas: +2.322 Kekuatan gempa tak diketahui karena belum adanya teknologi pencatatan gempa di lokasi kejadian pada saat itu. Tapi diperkirakan kekuatan gempa diatas 7,5 SR, dan tinggi tsunami mencapai 10 meter. Korban meninggal, luka-luka dan mengungsi meliputi beberapa kota di pesisir Pulau Ambon, Pulau Seram, dan pulau-pulau lainnya disekitar kepulauan Maluku dan Laut Banda. Menurut catatan ilmuwan Belanda kelahiran Jerman, Georg Eberhard Rumphius, korban jiwa sebanyak 2243 orang lebih, termasuk 31 orang Eropa. Jadi korban tewas seluruhnya adalah 2322 jiwa.     6. Flores Indonesia, 12 Desember 1992 Magnitude: 7,5 SR Tewas: +2.500 Kehilangan tempat tinggal: +5.000 Tsunami Flores Indonesia, 12 Desember 1992 Tsunami yang memporak-porandakan pulau Flores terjadi karena adanya Gempa di laut Flores, sebelah utara pulau tersebut. Gempa tersebut tercatat pada tanggal 12 Desember 1992 dengan Origin Time 05:29:28,6 UTC. Epicenter gempa: -8,50 LS dan 121,84 BT ; Kedalaman:33 Km, Skala Magnitudo mb=6,7. Ms=7,5. Mw=7.7, skala Intensitas dirasakan di Larantuka, Flores Timur; di Waingapu, Sumba dan Ujung Pandang, Sulawesi; dan di Kupang, Timor. Gempa berkekuatan 7,5 SR memicu gelombang tsunami dan menyapu permukiman di pesisir pantai Flores. Tsunami tersebut menewaskan setidaknya 2.100 jiwa, 500 orang dinyatakan hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi. Gempa tersebut sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur. (https://en.wikipedia.org/wiki/1992_Flores_earthquake_and_tsunami)   Sumber : indocropcircle.com Wikipedia en.wikipedia.org/wiki/List_of_earthquakes_in_Indonesia en.wikipedia.org/wiki/2011_T·hoku_earthquake_and_tsunamii en.wikipedia.org/wiki/List_of_historical_tsunamis

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :