(Bag 2) Gempa di Indonesia Yang Tercatat Jumlah Korban Ribuan

  Selasa, 15 Januari 2019

4. Gempa Flores, Nusa Tenggara Timur 1992

Korban : 2.500 (minimal 2.500 tewas and 500 luka)

Tanggal : 12 Desember 1992
Magnitude : 7.8

Pusat gempa atau Epicenter Gempa Flores, Nusa Tenggara Timur 12 Desember 1992.

yesnetijen.web.id - Gempa bumi Flores Desember 1992 ialah gempa bumi berkekuatan 7,8 pada skala Richter di lepas pantai Flores, Indonesia. Terjadi pada 12 Desember 1992 pada pukul 13:29 WITA. Gempa bumi ini menyebabkan tsunami setinggi 36 meter yang menghancurkan rumah di pesisir pantai Flores, membunuh setidaknya lebih dari 2.000 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi.

Gempa ini sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur. Kota yang paling parah ialah Maumere. Lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat. Kerusakan lengkap di Pagaraman ada di Pulau Babi.

Pandangan di Pulau Babi yang hancur akibat gempa bumi dan gelombang tsunami yang kuat, sekitar 700 orang dilaporkan terbunuh dan lebih dari 100 dilaporkan hilang. Daerah ini memiliki korban tewas terbesar di lokasi manapun dalam perisiwa ini.

Saksi mata menggambarkan situasi mengerikan termasuk sisa-sisa manusia yang tersangkut dari cabang-cabang pohon. Pulau Babi terletak sekitar lima kilometer lepas pantai Pulau Flores. Bentuknya berbentuk kerucut, diameter dua kilometer, dan ketinggian paling puncak 351 m.

Terlepas dari letaknya yang dekat dengan pulau utama, yang terdengar di celah sempit antara Babi dan Flores adalah 241 m dalamnya. Pantai utara menghadap ke Laut Flores dan dilindungi oleh terumbu karang yang luas. Tepi selatan, tempat desa-desa yang hancur itu berada, memiliki terumbu yang jauh lebih sempit.

Di dekat tengah pantai pada bagian selatan duterjang pasang kecil yang memisahkan Kampungbaru (di sisi barat) dari Pagaraman (di sisi timur). Kedua desa hancur total akibat tsunami. Tsunami menghilangkan segalanya dari Pagaraman yang hanya menyisakan pantai berpasir putih.

Sebuah pantai berpasir adalah semua yang tersisa setelah ombak menghapus semua jejak Riangkroko.

Bukti adanya hantaman gelombang tsunami yang sangat besar (26 m) diukur di desa pedesaan kecil ini di Pulau Flores, dan 137 orang kehilangan nyawa akibat gempa dan tsunami. Desa itu terletak di muara Sungai Nipah, sebuah sungai kecil dengan sisi barat lautnya menghadap Laut Flores. Jarak penggenangan dari garis pantai sepanjang sungai kira-kira 600 m. Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington.

Kehancuran Riangkroko,

Indonesia Pantai berpasir adalah semua yang tersisa setelah gelombang melepas semua jejak Riangkroko. Sebuah pelarian tsunami yang sangat besar (26 m) diukur di desa pedesaan kecil ini di Pulau Flores, dan 137 orang kehilangan nyawa akibat gempa dan tsunami. Desa itu terletak di muara Sungai Nipah, sebuah sungai kecil dengan sisi barat lautnya menghadap Laut Flores. Jarak penggenangan dari garis pantai sepanjang sungai kira-kira 600 m. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington]

Pemandangan sekitar Riangkroko, Indonesia Pemandangan udara Riangkroko setelah tsunami. Daerah yang tergenang tsunami tampak seperti tanah kosong. Kehancuran tersebut mengindikasikan bahwa tsunami pasti sangat kuat untuk menyingkirkan sebagian besar vegetasi dan struktur di daerah tersebut. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington]

Pandangan di Pulau Babi yang hancur akibat gempa bumi dan gelombang tsunami yang kuat, sekitar 700 orang dilaporkan terbunuh dan lebih dari 100 dilaporkan hilang. Daerah ini memiliki korban tewas terbesar di lokasi manapun dalam perisiwa ini.

Saksi mata menggambarkan situasi mengerikan termasuk sisa-sisa manusia yang tersangkut dari cabang-cabang pohon. Pulau Babi terletak sekitar lima kilometer lepas pantai Pulau Flores. Bentuknya berbentuk kerucut, diameter dua kilometer, dan ketinggian paling puncak 351 m.

Terlepas dari letaknya yang dekat dengan pulau utama, yang terdengar di celah sempit antara Babi dan Flores adalah 241 m dalamnya. Pantai utara menghadap ke Laut Flores dan dilindungi oleh terumbu karang yang luas.

Tepi selatan, tempat desa-desa yang hancur itu berada, memiliki terumbu yang jauh lebih sempit. Di dekat tengah pantai pada bagian selatan duterjang pasang kecil yang memisahkan Kampungbaru (di sisi barat) dari Pagaraman (di sisi timur). Kedua desa hancur total akibat tsunami. Tsunami menghilangkan segalanya dari Pagaraman yang hanya menyisakan pantai berpasir putih.

Kerusakan total di Kampungbaru,

Pulau Babi, Indonesia Dampak tsunami di Kampungbaru, Pulau Babi. Desa muslim di Pulau Babi ini juga hancur total. Beberapa potongan besar bangunan sekarang tersebar di pantai berpasir putih yang luas dan rata dan sangat sedikit pohon yang tersisa. Sedimen, seperti pasir pantai, telah tersebar di sekitar 300 m luas pantai. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington]

Puing-puing Kampungbaru,

Indonesia Antara ujung atas lembaran sedimen dan kaki bukit terdapat pohon kelapa yang padat di Kampungbaru. Grove ini sekarang kira-kira 1,5 m lebih rendah dari permukaan pantai. Tidak diketahui apakah elevasi yang lebih rendah ini diciptakan oleh penurunan setelah gempa atau jika itu adalah topografi asli. Apapun, daerah dataran rendah ini adalah tempat semua puing-puing dari desa tersebut dibuang oleh tsunami. Situs itu tampak dan berbau seperti tempat pembuangan sampah dangkal. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington]

Efek di Wuhring,

Floress Island, Indonesia Dampak tsunami di Wuhring, Pulau Flores. Meskipun ketinggian tsunami di lokasi ini lebih rendah daripada di tempat lain (hanya sekitar 3,5 m) ombak menyapu seluruhnya di atas semenanjung 400 m per 200 m yang membanjiri komunitas Wuhring yang padat penduduknya dan membunuh 100. Di sini kerusakannya tidak separah Pulau Babi.

Gelombang tersebut membuat akumulasi pasir kerucut di dalam rumah, dan di beberapa lokasi, kedalaman puing sekitar satu meter. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington]

 

 

3. Gempa Papua, Pegunungan Jayawijaya 1976

Korban : 5.422 (422 tewas, lebih 5.000 hilang)

Tanggal : 25 Juni 1976
Magnitude : 7.1

Pusat gempa atau Epicenter Gempa Papua, Pegunungan Jayawijaya 25 Juni 1976.

Gempa bumi Papua 1976 terjadi 25 Juni 1976 di Papua. Kekuatan gempa 7,1 skala richter yang mengakibatkan lebih dari 500 orang tewas termasuk lebih dari 70 orang yang disebabkan tanah longsor dan 5000-9000 orang dilaporkan hilang setelah tanah longsor dan diperkirakan tewas.

Total enam desa dilaporkan hancur di daerah gempa. Wilayah barat Papua dan timur dari Papua Nuginidilaporkan juga merasakan terjadinya gempa.

 

 

2. Gempa Jogjakarta / Jawa Tengah 2006

Korban : 6.234

Tanggal : 26 Mei 2006
Magnitude : 6.3

Epicenter atau pusat Gempa Jogjakarta dan Jawa Tengah 2006

Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 (26 May UTC) kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik.

Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan bahwa gempa terjadi sebesar 6,2 pada skala Richter

Rumah-rumah disebuah desa yang runtuh akibat gempa Jogya 26 Mei 2006

Kerusakan akibat Gempa di suatu kampung di Bantul, Jogja, 26 Mei 2006 (foto oleh Radar Jogja).

 

 

1. Gempa Andaman (Gempa Aceh) Sumatra 2004

Korban : 283.106

Tanggal : 26 Desember 2004
Magnitude : 9.1 9.3

Animasi gelombang tsunami Gempa Andaman (Gempa Aceh) Sumatera 2004 hingga ke timur pantai benua Afrika.

Gempa bumi Samudera Hindia (sebelah barat dari propinsi Aceh) pada tahun 2004, pada awalnya dicatat sebagai 9,0 namun telah meningkat menjadi 9,1 dan 9,3. Gempa ini adalah gempa kedua terbesar yang pernah tercatat pada seismograf.

Kota Banda Aceh sebelum tsunami (atas) dan sesudah tsunami (bawah) dilihat melalui satelit.

Gempa bumi yang dikenal oleh masyarakat ilmiah sebagai gempa bumi Sumatera-Andaman ini adalah gempa tektonik yang terjadi pada pukul 00:58:53 UTC (07:58:53 waktu lokal) pada 26 Desember 2004, dengan pusat gempa bumi di bagian pantai barat Sumatera, Indonesia.

Gempa memicu serangkaian tsunami di sepanjang pantai minimal 13 negara-negara ditengah samudera maupun dilepas pantai Samudera Hindia.

Dari Asia Tenggara, Asia Selatan dan negara-negara bagian pantai timur benua Afrika, bahkan hingga ke Afrika Selatan terkena imbas tsunaminya.

Selain Indonesia, gelombang tsunami juga menerpa Malaysia, Thailand, Myanmar, Sri Lanka, India, Maladewa, Seychelles, Somalia, Kenya, Tanzania, Madagaskar dan Afrika Selatan

Gempa dan tsunami ini telah menewaskan ribuan orang dan menenggelamkan masyarakat pesisir. Gempa ini cukup besar yang menyebabkan seluruh dunia ikut bergetar sebanyak setengah inci, atau lebih dari satu sentimeter.

Earthquake and tsunami on Aceh Indonesian 2004

A Ship in front of Hotel Medan, Aceh after earthquake and tsunami on Aceh Indonesian 2004.

The tsunami struck a hotel on the coast of the island of Phuket, Thailand, December 26, 2004

.

Tsunami in Sri Lanka from Aceh Earthquake

Jika dijumlahkan dari ketujuh gempa dengan korban terbanyak tersebut diatas, maka korban total lebih dari tiga ratus ribu jiwa atau lebih tepatnya adalah sebesar 301.225 jiwa meninggal dunia dengan catatan bahwa hasil jumlah itupun hanya perhitungan secara kasar saja.

Tak jelas secara pasti, berapa korban yang tertimbun tanah longsor secara masal, atau terkena gelombang tsunami lalu hanyut, dan juga korban yang hilang secara pastinya.

Gempa-gempa dahsyat lainnya yang terjadi di Indonesia dengan jumlah korban ribuan jiwa, namun tak tercatat secara resmi

Selain ketujuh gempa bumi dengan korban terbanyak yang telah tercatat tersebut, ada beberapa gempa dahsyat lainnya yang jumlah korbannya tak tercatat dalam sejarah yang dipastikan jumlah korbannya juga ribuan.

Walau tak tercatat, kepastian jumlah korban ribuan pada gempa lainnya tersebut adalah dilihat dari magnitudenya. Magnitude diatas 5 Skala Richter (SR) sudah bisa menelan korban, diatas 6 SR korban sudah bisa ratusan, sedangkan diatas 7 SR korban sudah bisa hingga ribuan jiwa.

Berikut beberapa gempa bumi dahsyat dengan magnitude diatas 8 pada Skala Richter yang tak tercatat korbannya, urutan ini bersadarkan pada kekuatan gempa (magnitude), yaitu:

  • Gempa bumi Sumatera Barat-Bengkulu, 25 November 1833

    Gempa terjadi pada pukul 22:00 waktu setempat, berlokasi dilepas pantai antara Pariaman dan Bengkulu. Jumlah korban dipastikan ribuan jiwa, terjadi gelombang Tsunami dan pergerakan lempeng yang menyebabkan terangkatnya lempeng Eurasian dan kemudian terbentuknya pulau-pulau micro-atoll, magnitude gempa: 8,89,2 Skala Richter.

  • Gempa bumi Padang Sumatera Barat, 10 Februari 1797

    Gempa bumi Sumatera 1797 merupakan gempa bumi pertama dari serangkaian gempa bumi besar yang terjadi pada bagian segmen Sumatera di sesar megathrust Sunda. Gempa ini memicu gelombang tsunami yang menyebabkan kerusakan parah di Kota Padang. Kapal-kapal Inggris seberat 150-200 ton didorong hingga sejauh 1 km ke pedalaman sungai Batang Arau, magnitude gempa: 8.7-8.9 Skala Richter.

  • Gempa bumi Kep. Nias Sumatera Utara, 16 February 1861

    Gempa berlokasi di dekat Pulau Batu, Kepulauan Nias Sumatera Utara, terjadi gelombang Tsunami di beberapa desa, diperkirakan ciri dan efek gempa mirip dengan gempa Sumatera Utara 28 Maret 2005 (point #6 diatas). Gempa itu terasa sampai sejauh hingga ke semenanjung Melayu dan bagian timur pulau Jawa. Sangat diyakini jumlah korban ribuan jiwa, magnitude gempa: 8.5 Skala Richter.

  • Disamping tujuh gempa lainnya

    dengan korban jiwa yang tercatat dalam sejarah gempa di Indonesia, itulah ketiga gampa tambahan terdahsyat lainnya di wilayah Indonesia namun yang tak tercatat korbannya.

 

Kita mestinya tahu, bahwa pegeseran lempeng-lempeng benua penyebab gempa selalu bergerak sejak planet Bumi ini terbentuk hingga akhir hayatnya nanti. Jadi bukannya mengharapkan ada gempa lagi dikemudian hari, namun itu adalah suatu kepastian.

Manusia tak bisa mengelak suatu bencana, namun hanya tinggal bagaimana manusia dapat beradaptasi dan berusaha untuk menjauh dari pertemuan lempeng-lempeng benua tersebut, atau minimal untuk dapat mengetahui keilmuwan mengenai dasar-dasar penanggulangan gempa bumi untuk membuat korban jiwa seminimal mungkin..

Kita tak perlu takut, justru Tuhan mengharapkan kita untuk banyak belajar dan belajar dan terus belajar dalam penanggulangan bencana alam, termasuk gempa, agar kita dapat menjadi leaders dalam hal keilmuwan terkait bencana gempa bumi dan gunung api di muka Bumi.

Lalu, ilmu yang kita dapatkan tersebut juga dapat kita disebarkan kepada wilayah lain bahkan ke negara lainnya. Selama ilmu tersebut selalu digunakan, maka yang menyebarkannya akan selalu mendapatkan pahala yang mengalir kepadanya, yaitu rakyat Indonesia. Semoga ke depannya, kita dapat lebih siap lagi dan dapat belajar lebih baik lagi serta dapat mengambil manfaatnya.

Sumber :

  • indocropcircle.com
  • smate.wwu.edu/teched/geology/tsu-NicaIndo92.html
  • en.wikipedia.org/wiki/List_of_earthquakes_in_Indonesia



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
(Bag 1) Gempa di Indonesia Yang Tercatat Jumlah Korban Ribuan
  Berikutnya
Susunan Rangkaian Kendaraan Presiden Dan Wakil Presiden

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : 4. Gempa Flores, Nusa Tenggara Timur 1992 Korban : 2.500 (minimal 2.500 tewas and 500 luka) Tanggal : 12 Desember 1992 Magnitude : 7.8 Pusat gempa atau Epicenter Gempa Flores, Nusa Tenggara Timur 12 Desember 1992. yesnetijen.web.id - Gempa bumi Flores Desember 1992 ialah gempa bumi berkekuatan 7,8 pada skala Richter di lepas pantai Flores, Indonesia. Terjadi pada 12 Desember 1992 pada pukul 13:29 WITA. Gempa bumi ini menyebabkan tsunami setinggi 36 meter yang menghancurkan rumah di pesisir pantai Flores, membunuh setidaknya lebih dari 2.000 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi. Gempa ini sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur. Kota yang paling parah ialah Maumere. Lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat. Kerusakan lengkap di Pagaraman ada di Pulau Babi. Pandangan di Pulau Babi yang hancur akibat gempa bumi dan gelombang tsunami yang kuat, sekitar 700 orang dilaporkan terbunuh dan lebih dari 100 dilaporkan hilang. Daerah ini memiliki korban tewas terbesar di lokasi manapun dalam perisiwa ini. Saksi mata menggambarkan situasi mengerikan termasuk sisa-sisa manusia yang tersangkut dari cabang-cabang pohon. Pulau Babi terletak sekitar lima kilometer lepas pantai Pulau Flores. Bentuknya berbentuk kerucut, diameter dua kilometer, dan ketinggian paling puncak 351 m. Terlepas dari letaknya yang dekat dengan pulau utama, yang terdengar di celah sempit antara Babi dan Flores adalah 241 m dalamnya. Pantai utara menghadap ke Laut Flores dan dilindungi oleh terumbu karang yang luas. Tepi selatan, tempat desa-desa yang hancur itu berada, memiliki terumbu yang jauh lebih sempit. Di dekat tengah pantai pada bagian selatan duterjang pasang kecil yang memisahkan Kampungbaru (di sisi barat) dari Pagaraman (di sisi timur). Kedua desa hancur total akibat tsunami. Tsunami menghilangkan segalanya dari Pagaraman yang hanya menyisakan pantai berpasir putih. Sebuah pantai berpasir adalah semua yang tersisa setelah ombak menghapus semua jejak Riangkroko. Bukti adanya hantaman gelombang tsunami yang sangat besar (26 m) diukur di desa pedesaan kecil ini di Pulau Flores, dan 137 orang kehilangan nyawa akibat gempa dan tsunami. Desa itu terletak di muara Sungai Nipah, sebuah sungai kecil dengan sisi barat lautnya menghadap Laut Flores. Jarak penggenangan dari garis pantai sepanjang sungai kira-kira 600 m. Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington. Kehancuran Riangkroko, Indonesia Pantai berpasir adalah semua yang tersisa setelah gelombang melepas semua jejak Riangkroko. Sebuah pelarian tsunami yang sangat besar (26 m) diukur di desa pedesaan kecil ini di Pulau Flores, dan 137 orang kehilangan nyawa akibat gempa dan tsunami. Desa itu terletak di muara Sungai Nipah, sebuah sungai kecil dengan sisi barat lautnya menghadap Laut Flores. Jarak penggenangan dari garis pantai sepanjang sungai kira-kira 600 m. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington] Pemandangan sekitar Riangkroko, Indonesia Pemandangan udara Riangkroko setelah tsunami. Daerah yang tergenang tsunami tampak seperti tanah kosong. Kehancuran tersebut mengindikasikan bahwa tsunami pasti sangat kuat untuk menyingkirkan sebagian besar vegetasi dan struktur di daerah tersebut. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington] Pandangan di Pulau Babi yang hancur akibat gempa bumi dan gelombang tsunami yang kuat, sekitar 700 orang dilaporkan terbunuh dan lebih dari 100 dilaporkan hilang. Daerah ini memiliki korban tewas terbesar di lokasi manapun dalam perisiwa ini. Saksi mata menggambarkan situasi mengerikan termasuk sisa-sisa manusia yang tersangkut dari cabang-cabang pohon. Pulau Babi terletak sekitar lima kilometer lepas pantai Pulau Flores. Bentuknya berbentuk kerucut, diameter dua kilometer, dan ketinggian paling puncak 351 m. Terlepas dari letaknya yang dekat dengan pulau utama, yang terdengar di celah sempit antara Babi dan Flores adalah 241 m dalamnya. Pantai utara menghadap ke Laut Flores dan dilindungi oleh terumbu karang yang luas. Tepi selatan, tempat desa-desa yang hancur itu berada, memiliki terumbu yang jauh lebih sempit. Di dekat tengah pantai pada bagian selatan duterjang pasang kecil yang memisahkan Kampungbaru (di sisi barat) dari Pagaraman (di sisi timur). Kedua desa hancur total akibat tsunami. Tsunami menghilangkan segalanya dari Pagaraman yang hanya menyisakan pantai berpasir putih. Kerusakan total di Kampungbaru, Pulau Babi, Indonesia Dampak tsunami di Kampungbaru, Pulau Babi. Desa muslim di Pulau Babi ini juga hancur total. Beberapa potongan besar bangunan sekarang tersebar di pantai berpasir putih yang luas dan rata dan sangat sedikit pohon yang tersisa. Sedimen, seperti pasir pantai, telah tersebar di sekitar 300 m luas pantai. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington] Puing-puing Kampungbaru, Indonesia Antara ujung atas lembaran sedimen dan kaki bukit terdapat pohon kelapa yang padat di Kampungbaru. Grove ini sekarang kira-kira 1,5 m lebih rendah dari permukaan pantai. Tidak diketahui apakah elevasi yang lebih rendah ini diciptakan oleh penurunan setelah gempa atau jika itu adalah topografi asli. Apapun, daerah dataran rendah ini adalah tempat semua puing-puing dari desa tersebut dibuang oleh tsunami. Situs itu tampak dan berbau seperti tempat pembuangan sampah dangkal. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington] Efek di Wuhring, Floress Island, Indonesia Dampak tsunami di Wuhring, Pulau Flores. Meskipun ketinggian tsunami di lokasi ini lebih rendah daripada di tempat lain (hanya sekitar 3,5 m) ombak menyapu seluruhnya di atas semenanjung 400 m per 200 m yang membanjiri komunitas Wuhring yang padat penduduknya dan membunuh 100. Di sini kerusakannya tidak separah Pulau Babi. Gelombang tersebut membuat akumulasi pasir kerucut di dalam rumah, dan di beberapa lokasi, kedalaman puing sekitar satu meter. [Foto Kredit: Harry Yeh, Universitas Washington]     3. Gempa Papua, Pegunungan Jayawijaya 1976 Korban : 5.422 (422 tewas, lebih 5.000 hilang) Tanggal : 25 Juni 1976 Magnitude : 7.1 Pusat gempa atau Epicenter Gempa Papua, Pegunungan Jayawijaya 25 Juni 1976. Gempa bumi Papua 1976 terjadi 25 Juni 1976 di Papua. Kekuatan gempa 7,1 skala richter yang mengakibatkan lebih dari 500 orang tewas termasuk lebih dari 70 orang yang disebabkan tanah longsor dan 5000-9000 orang dilaporkan hilang setelah tanah longsor dan diperkirakan tewas. Total enam desa dilaporkan hancur di daerah gempa. Wilayah barat Papua dan timur dari Papua Nuginidilaporkan juga merasakan terjadinya gempa.     2. Gempa Jogjakarta / Jawa Tengah 2006 Korban : 6.234 Tanggal : 26 Mei 2006 Magnitude : 6.3 Epicenter atau pusat Gempa Jogjakarta dan Jawa Tengah 2006 Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 (26 May UTC) kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan bahwa gempa terjadi sebesar 6,2 pada skala Richter Rumah-rumah disebuah desa yang runtuh akibat gempa Jogya 26 Mei 2006 Kerusakan akibat Gempa di suatu kampung di Bantul, Jogja, 26 Mei 2006 (foto oleh Radar Jogja).     1. Gempa Andaman (Gempa Aceh) Sumatra 2004 Korban : 283.106 Tanggal : 26 Desember 2004 Magnitude : 9.1 9.3 Animasi gelombang tsunami Gempa Andaman (Gempa Aceh) Sumatera 2004 hingga ke timur pantai benua Afrika. Gempa bumi Samudera Hindia (sebelah barat dari propinsi Aceh) pada tahun 2004, pada awalnya dicatat sebagai 9,0 namun telah meningkat menjadi 9,1 dan 9,3. Gempa ini adalah gempa kedua terbesar yang pernah tercatat pada seismograf. Kota Banda Aceh sebelum tsunami (atas) dan sesudah tsunami (bawah) dilihat melalui satelit. Gempa bumi yang dikenal oleh masyarakat ilmiah sebagai gempa bumi Sumatera-Andaman ini adalah gempa tektonik yang terjadi pada pukul 00:58:53 UTC (07:58:53 waktu lokal) pada 26 Desember 2004, dengan pusat gempa bumi di bagian pantai barat Sumatera, Indonesia. Gempa memicu serangkaian tsunami di sepanjang pantai minimal 13 negara-negara ditengah samudera maupun dilepas pantai Samudera Hindia. Dari Asia Tenggara, Asia Selatan dan negara-negara bagian pantai timur benua Afrika, bahkan hingga ke Afrika Selatan terkena imbas tsunaminya. Selain Indonesia, gelombang tsunami juga menerpa Malaysia, Thailand, Myanmar, Sri Lanka, India, Maladewa, Seychelles, Somalia, Kenya, Tanzania, Madagaskar dan Afrika Selatan Gempa dan tsunami ini telah menewaskan ribuan orang dan menenggelamkan masyarakat pesisir. Gempa ini cukup besar yang menyebabkan seluruh dunia ikut bergetar sebanyak setengah inci, atau lebih dari satu sentimeter. Earthquake and tsunami on Aceh Indonesian 2004 A Ship in front of Hotel Medan, Aceh after earthquake and tsunami on Aceh Indonesian 2004. The tsunami struck a hotel on the coast of the island of Phuket, Thailand, December 26, 2004 . Tsunami in Sri Lanka from Aceh Earthquake Jika dijumlahkan dari ketujuh gempa dengan korban terbanyak tersebut diatas, maka korban total lebih dari tiga ratus ribu jiwa atau lebih tepatnya adalah sebesar 301.225 jiwa meninggal dunia dengan catatan bahwa hasil jumlah itupun hanya perhitungan secara kasar saja. Tak jelas secara pasti, berapa korban yang tertimbun tanah longsor secara masal, atau terkena gelombang tsunami lalu hanyut, dan juga korban yang hilang secara pastinya. Gempa-gempa dahsyat lainnya yang terjadi di Indonesia dengan jumlah korban ribuan jiwa, namun tak tercatat secara resmi Selain ketujuh gempa bumi dengan korban terbanyak yang telah tercatat tersebut, ada beberapa gempa dahsyat lainnya yang jumlah korbannya tak tercatat dalam sejarah yang dipastikan jumlah korbannya juga ribuan. Walau tak tercatat, kepastian jumlah korban ribuan pada gempa lainnya tersebut adalah dilihat dari magnitudenya. Magnitude diatas 5 Skala Richter (SR) sudah bisa menelan korban, diatas 6 SR korban sudah bisa ratusan, sedangkan diatas 7 SR korban sudah bisa hingga ribuan jiwa. Berikut beberapa gempa bumi dahsyat dengan magnitude diatas 8 pada Skala Richter yang tak tercatat korbannya, urutan ini bersadarkan pada kekuatan gempa (magnitude), yaitu: Gempa bumi Sumatera Barat-Bengkulu, 25 November 1833 Gempa terjadi pada pukul 22:00 waktu setempat, berlokasi dilepas pantai antara Pariaman dan Bengkulu. Jumlah korban dipastikan ribuan jiwa, terjadi gelombang Tsunami dan pergerakan lempeng yang menyebabkan terangkatnya lempeng Eurasian dan kemudian terbentuknya pulau-pulau micro-atoll, magnitude gempa: 8,89,2 Skala Richter. Gempa bumi Padang Sumatera Barat, 10 Februari 1797 Gempa bumi Sumatera 1797 merupakan gempa bumi pertama dari serangkaian gempa bumi besar yang terjadi pada bagian segmen Sumatera di sesar megathrust Sunda. Gempa ini memicu gelombang tsunami yang menyebabkan kerusakan parah di Kota Padang. Kapal-kapal Inggris seberat 150-200 ton didorong hingga sejauh 1 km ke pedalaman sungai Batang Arau, magnitude gempa: 8.7-8.9 Skala Richter. Gempa bumi Kep. Nias Sumatera Utara, 16 February 1861 Gempa berlokasi di dekat Pulau Batu, Kepulauan Nias Sumatera Utara, terjadi gelombang Tsunami di beberapa desa, diperkirakan ciri dan efek gempa mirip dengan gempa Sumatera Utara 28 Maret 2005 (point #6 diatas). Gempa itu terasa sampai sejauh hingga ke semenanjung Melayu dan bagian timur pulau Jawa. Sangat diyakini jumlah korban ribuan jiwa, magnitude gempa: 8.5 Skala Richter. Disamping tujuh gempa lainnya dengan korban jiwa yang tercatat dalam sejarah gempa di Indonesia, itulah ketiga gampa tambahan terdahsyat lainnya di wilayah Indonesia namun yang tak tercatat korbannya.   Kita mestinya tahu, bahwa pegeseran lempeng-lempeng benua penyebab gempa selalu bergerak sejak planet Bumi ini terbentuk hingga akhir hayatnya nanti. Jadi bukannya mengharapkan ada gempa lagi dikemudian hari, namun itu adalah suatu kepastian. Manusia tak bisa mengelak suatu bencana, namun hanya tinggal bagaimana manusia dapat beradaptasi dan berusaha untuk menjauh dari pertemuan lempeng-lempeng benua tersebut, atau minimal untuk dapat mengetahui keilmuwan mengenai dasar-dasar penanggulangan gempa bumi untuk membuat korban jiwa seminimal mungkin.. Kita tak perlu takut, justru Tuhan mengharapkan kita untuk banyak belajar dan belajar dan terus belajar dalam penanggulangan bencana alam, termasuk gempa, agar kita dapat menjadi leaders dalam hal keilmuwan terkait bencana gempa bumi dan gunung api di muka Bumi. Lalu, ilmu yang kita dapatkan tersebut juga dapat kita disebarkan kepada wilayah lain bahkan ke negara lainnya. Selama ilmu tersebut selalu digunakan, maka yang menyebarkannya akan selalu mendapatkan pahala yang mengalir kepadanya, yaitu rakyat Indonesia. Semoga ke depannya, kita dapat lebih siap lagi dan dapat belajar lebih baik lagi serta dapat mengambil manfaatnya. Sumber : indocropcircle.com smate.wwu.edu/teched/geology/tsu-NicaIndo92.html en.wikipedia.org/wiki/List_of_earthquakes_in_Indonesia

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :