Magnetically Levitated Train Maglev (Kereta Mengambang)

  Jumat, 09 November 2018


yesnetijen.web.id - Maglev Train atau yang sering disebut kereta mengambang diudara (Flying on the ground) dengan jarak lebih-kurang 10mm. Sering juga disebut kereta api yang mengambang secara magnetis atau kereta magnet.



Seperti namanya, prinsip kerja dari kereta api ini adalah memanfaatkan gaya angkat magnetik pada relnya sehingga terangkat sedikit ke atas, kemudian gaya dorong dihasilkan oleh motor induksi.

Kereta ini mampu melaju dengan kecepatan sampai 650 km/jam (404mpj) jauh lebih cepat dari kereta biasa. Beberapa negara yang telah menggunakan kereta api jenis ini adalah Jepang, Perancis, Amerka, dan Jerman. Dikarenakan mahalnya pembuatan relnya, di sunia pada 2005 hanya ada dua jalur Maglev yang dibuka umum, di Shanghai dan Kota Toyota.

 

 

Ada tiga jenis teknologi maglev :

1. Yang tergantung pada magnet superkondutivitas (suspensi elektrodinamik)

2. Yang tergantung pada elektromagnetik terkontrol (suspensi elektromagnetik)

3. Yang terbaru, mungkin lebh ekonomis, menggunakan magnet permanen (Inductrack)



Jepang dan Jerman merupakan dua negara yang aktif dalam pengembangan teknologi maglev yang menghasilkan banyak pendekatan dan desain. Dalam suatu desain, kereta dapat diangkat oleh gaya tolak magnet dan dapat melaju dengan motor linear.

Pengangkatan magnetik murni menggunakan elektromagnet atau magnet permanen tidak stabil karena teori Earnshaw; Diamagnetik dan magnet superkonduktivitas dapat menopang maglev dengan stabil.
Berat dari elektromagnet besar juga merupakan isu utama dalam desain. Medan magnet yang kuat dibutuhkan untuk mengangkat kereta yang berat.

Efek dari medan magnetik yang kuat tidak diketahui banyak. Oleh karena itu untuk keamanan penumpang, perlindungan dibutuhkan, yang dapat menambah berat kereta. Konsepnya mudah namun teknik dan desainnya kompleks.

Sistem yang lebih baru dan tidak terlalu mahal disebut Inductrack. Teknik ini memiliki kemampuan membawa beban yang berhubungan dengan kecepatan kendaraan, karena ia tergantung kepada arus yang diinduksi pada sekumpulan elektromagnetik pasif oleh magnet permanen.

Dalam contoh, magnet permanen berada di gerbong; secara horizontal untuk menciptakan daya angkat, dan secara vertikal untuk memberikan kestabilan. Sekumpulan kabel putar (lilitan/koil) berada di rel. Magnet dan gerbong tidak membutuhkan tenaga, kecuali untuk pergerakan gerbong. Inductrack pada awalnya dikembangkan sebagai motok magnetik dan penopang untuk "flywheel" untuk menyimpan tenaga. Dengan sedikita perubahan, penopang ini diluruskan manjadi jalur lurus. Inductrack dikembangkan oleh fifikawan Wiliiam Post di Lawrence Livermore National Laboratory.

Inductrack menggunakan array Halbach untuk penstabilan. Array Halbach adalah pengaturan dari magnet permanen yang menstabilisasikan putaran kabel yang bergerak tanpa penstabilan elektronik. Array Halbach mulanya dikembangkan untuk pembimbing sinar dari percepatan partikel. Mereka juga memiliki medan magnet dipinggir rel, dan mengurangi efek potensial begi penumpang.

Sekarang ini NASA melakukan riset penggunaan sistem Maglev untuk meluncurkan pesawat ulang alik. Untuk dapat melakukan ini, NASA harus mendapatkan peluncuran pesawat ulang alik maglev mencapaikecepatan pembebasan, suatu tugas yang membutuhkan pewaktuan pulse magnet yang rumit atau listrik sangat cepat, sangat bertenaga.


 

 

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan utama dari kereta ini adalah kemampuan yang bisa melayang di atas rel, sehingga tidak menimbulkan gesekan. Sehingga secara teoritis tdak akan ada pergantian rel atau roda kereta karena tidak akan ada yang aus (biaya perawatan dapat dihemat).

Keuntungan sampingan lainnya adalah tidak ada gaya resistansi akibat gesekan sehingga Daya aktif yang disedot dari sumber bisa lebih sedikit dibanding kereta konvensional yang masih terdapat gesekan. Gaya resistansi udara tentunya masih ada. Untuk itu dikembangkan lagi kereta Maglev yang lebih aerodinamis.


Dikarenakan bentuk dan kecepatan kereta yang fantstis ini, kebisingan (suara) yang ditimbulkan disaat kereta ini bergerak hampir sama dengan sebuah pesawat jet, dan di perhitungkan lebih mengganggu daripada kereta konvensional.

Sebuah studi membuktikan suara yang ditimbulkan oleh kereta Maglev dengan kereta konvensional lebih bising sekitar 5dB yaitu 78% nya. Kekurangan lain kereta ini adalah di mahalnya investasi terutama pengadaan relnya.


Sumber : Wikipedia, Google



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Hewan (Air) Purba Terganas
  Berikutnya
Hacker Tercanggih Di Dunia Sepanjang Sejarah

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Maglev Train atau yang sering disebut kereta mengambang diudara (Flying on the ground) dengan jarak lebih-kurang 10mm. Sering juga disebut kereta api yang mengambang secara magnetis atau kereta magnet. Seperti namanya, prinsip kerja dari kereta api ini adalah memanfaatkan gaya angkat magnetik pada relnya sehingga terangkat sedikit ke atas, kemudian gaya dorong dihasilkan oleh motor induksi. Kereta ini mampu melaju dengan kecepatan sampai 650 km/jam (404mpj) jauh lebih cepat dari kereta biasa. Beberapa negara yang telah menggunakan kereta api jenis ini adalah Jepang, Perancis, Amerka, dan Jerman. Dikarenakan mahalnya pembuatan relnya, di sunia pada 2005 hanya ada dua jalur Maglev yang dibuka umum, di Shanghai dan Kota Toyota.     Ada tiga jenis teknologi maglev : 1. Yang tergantung pada magnet superkondutivitas (suspensi elektrodinamik) 2. Yang tergantung pada elektromagnetik terkontrol (suspensi elektromagnetik) 3. Yang terbaru, mungkin lebh ekonomis, menggunakan magnet permanen (Inductrack) Jepang dan Jerman merupakan dua negara yang aktif dalam pengembangan teknologi maglev yang menghasilkan banyak pendekatan dan desain. Dalam suatu desain, kereta dapat diangkat oleh gaya tolak magnet dan dapat melaju dengan motor linear. Pengangkatan magnetik murni menggunakan elektromagnet atau magnet permanen tidak stabil karena teori Earnshaw; Diamagnetik dan magnet superkonduktivitas dapat menopang maglev dengan stabil. Berat dari elektromagnet besar juga merupakan isu utama dalam desain. Medan magnet yang kuat dibutuhkan untuk mengangkat kereta yang berat. Efek dari medan magnetik yang kuat tidak diketahui banyak. Oleh karena itu untuk keamanan penumpang, perlindungan dibutuhkan, yang dapat menambah berat kereta. Konsepnya mudah namun teknik dan desainnya kompleks. Sistem yang lebih baru dan tidak terlalu mahal disebut Inductrack. Teknik ini memiliki kemampuan membawa beban yang berhubungan dengan kecepatan kendaraan, karena ia tergantung kepada arus yang diinduksi pada sekumpulan elektromagnetik pasif oleh magnet permanen. Dalam contoh, magnet permanen berada di gerbong; secara horizontal untuk menciptakan daya angkat, dan secara vertikal untuk memberikan kestabilan. Sekumpulan kabel putar (lilitan/koil) berada di rel. Magnet dan gerbong tidak membutuhkan tenaga, kecuali untuk pergerakan gerbong. Inductrack pada awalnya dikembangkan sebagai motok magnetik dan penopang untuk "flywheel" untuk menyimpan tenaga. Dengan sedikita perubahan, penopang ini diluruskan manjadi jalur lurus. Inductrack dikembangkan oleh fifikawan Wiliiam Post di Lawrence Livermore National Laboratory. Inductrack menggunakan array Halbach untuk penstabilan. Array Halbach adalah pengaturan dari magnet permanen yang menstabilisasikan putaran kabel yang bergerak tanpa penstabilan elektronik. Array Halbach mulanya dikembangkan untuk pembimbing sinar dari percepatan partikel. Mereka juga memiliki medan magnet dipinggir rel, dan mengurangi efek potensial begi penumpang. Sekarang ini NASA melakukan riset penggunaan sistem Maglev untuk meluncurkan pesawat ulang alik. Untuk dapat melakukan ini, NASA harus mendapatkan peluncuran pesawat ulang alik maglev mencapaikecepatan pembebasan, suatu tugas yang membutuhkan pewaktuan pulse magnet yang rumit atau listrik sangat cepat, sangat bertenaga.     Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan utama dari kereta ini adalah kemampuan yang bisa melayang di atas rel, sehingga tidak menimbulkan gesekan. Sehingga secara teoritis tdak akan ada pergantian rel atau roda kereta karena tidak akan ada yang aus (biaya perawatan dapat dihemat). Keuntungan sampingan lainnya adalah tidak ada gaya resistansi akibat gesekan sehingga Daya aktif yang disedot dari sumber bisa lebih sedikit dibanding kereta konvensional yang masih terdapat gesekan. Gaya resistansi udara tentunya masih ada. Untuk itu dikembangkan lagi kereta Maglev yang lebih aerodinamis. Dikarenakan bentuk dan kecepatan kereta yang fantstis ini, kebisingan (suara) yang ditimbulkan disaat kereta ini bergerak hampir sama dengan sebuah pesawat jet, dan di perhitungkan lebih mengganggu daripada kereta konvensional. Sebuah studi membuktikan suara yang ditimbulkan oleh kereta Maglev dengan kereta konvensional lebih bising sekitar 5dB yaitu 78% nya. Kekurangan lain kereta ini adalah di mahalnya investasi terutama pengadaan relnya. Sumber : Wikipedia, Google

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :