Bitcoin, Sejarah Dan Kegunaannya

  Minggu, 23 September 2018

yesnetijen.web.id - Pasti banyak yang sudah tidak asing lagi mendengar kata bitcoin.Mulai banyak dari masyarakat Indonesia yang sekarang ini menggunakan bitcoin sebagai alat transaksi pembayaran dan tidak sedikit juga yang menambang bitcoin.

Namun tidak sedikit pula masyarakat yang belum mengerti apa itu bitcoin.

 

 

Pengertian Bitcoin – Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin merupakan mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009. Konon katanya bitcoin ditemukan oleh Satoshi Nakamoto (nama samaran).

 

 

Bitcoin memiliki satuan BTC.

Mata uang ini layaknya mata uang pada umumnya seperti Dolar, Pound Sterling, Rupiah, ataupun mata uang lainnya, akan tetapi hanya ada di dunia digital. Bitcoin mulai populer sejak tahun 2014 lalu karena mata uang digital ini dianggap cukup fluktuatif.

Hal ini membuatnya menjadi tren serta pilihan baru bagi transaksi di dunia digital. Tak sedikit pula yang menjadikan bitcoin sebagai "tambang emas", kenapa begitu?

Hal ini karena bitcoin dipercaya akan menjadi mata uang dan komoditas universal sehingga harga akan terus melambung tinggi. Dan dari situ mereka mulai menginvestasikan aset mereka dalam bentuk bitcoin. Sedangkan disisi lain, perekonomian dunia semakin labil.

Terbukti dengan adanya krisis perbankan Amerika dan Eropa. Selain itu, bitcoin banyak diminati dan "ditambang" karena konsep penggunaannya dianggap sangat mengutamakan privasi. Pengguna bisa menggunakan akun yang sifatnya anonim atau tanpa mencantumkan data diri sedikit pun dalam proses transaksi.

Menarik bukan?

 

 

Bagaimana bitcoin bisa digunakan?

Bitcoin menggunakan jaringan peer-to-peer tanpa penyimpanan terpusat, artinya bitcoin dapat ditransfer ke manapun selama ada jaringan internet. Mata uang yang dimiliki oleh seseorang nantinya hanya akan disimpan di suatu aplikasi bernama Bitcoin Wallet.

Semua pemilik Bitcoin akan mendapatkan yang namanya Bitcoin Address, gunanya untuk menerima kiriman Bitcoin seperti layaknya alamat email.

 

 

Sejarah Dan Perkembangan Bitcoin         

yesnetijen.web.id - Pada saat pertama kali Bitcoin di rilis dan di perdagangkan, nilainya hanya berkisar $ 0,1 / 1 BTC (sekitar Rp. 1,300 saja / 1 BTC).

Dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 nilai tukar Bitcoin mencapai 12,000 kali kenaikan, yaitu sampai pada harga $ 1,200 / 1 BTC (sekitar Rp. 15.8 juta / 1 BTC).

Kemudian pada kuartal ketiga tahun 2017 ini, harga Bitcoin sampai pada level tertinggi sepanjang masa yaitu $ 6,194 / 1 BTC (Rp. 81,7 juta / 1 BTC).

Jika kita lihat total kenaikan dari tahun 2009 sampai tahun 2017 yang hanya dalam kurun waktu 8 tahun saja, harga Bitcoin sudah naik sebesar 61,940 kali / 6,194,000%, hal tersebut merupakan pertumbuhan yang benar-benar fantastis untuk sebuah mata uang.

Menarik sekali bukan?

 

 

Kelebihan Bitcoin :

Bitcoin memiliki beberapa kelebihan dibandingkan mata uang konvensional, diantaranya:

  • Bitcoin dapat dikirim dari dan ke mana saja di seluruh belahan dunia kapanpun atau dengan kata lain ia tanpa batas.

  • Biaya transfer yang relatif kecil bahkan 0.

  • Minim resiko, karena bitcoin relatif lebih aman dan tidak menggunakan informasi-informasi yang bersifat penting atau rahasia.

  • Netral dan transparan, Teman & temanwati netijen bahkan dapat melihat dan memverifikasi secara real-time pasokan dan ketersediaan rantai blok Bitcoin. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tidak ada satupun lembaga yang dapat mengatur atau memanilupasi Bitcoin.

 

 

Kekurangan Bitcoin :

yesnetijen.web.id - Meskipun dirasa banyak peminat dan manfaatnya, ternyata bitcoin memiliki kekurangan juga rupanya, misalnya:

  • Banyak sekali orang yang belum bisa menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

  • Total sirkulasi dan perusahaan/organisasi yang menerima Bitcoin masih relatif kecil.

  • Aplikasi Bitcoin masih dalam fase beta sehingga ada banyak fitur yang sedang dalam pengembangan dan belum bisa dipergunakan.

 

Nah kira-kira begitu pembahasan mengenai bitcoin kali ini.

Bitcoin memang tumbuh secara fantastis dalam kurun waktu 8 tahun saja. Hal ini membuat masyarakat berbondong-bondong mengalihkan investasi mereka kepada "dewa" yang satu ini. Namun, meskipun terhitung banyak peminat dan manfaatnya, banyak pula yang belum bisa menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, guys.

 

Sumber : https://pexels.com/



Buka File PDF Artikel     


  Berikutnya
Gorilla Glass - Sejarah Corning

 

(1) Komentar

avatar user

Gloria11 Feb 2019

Hayo hayo nambang bitcoin😂😂

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Pasti banyak yang sudah tidak asing lagi mendengar kata bitcoin.Mulai banyak dari masyarakat Indonesia yang sekarang ini menggunakan bitcoin sebagai alat transaksi pembayaran dan tidak sedikit juga yang menambang bitcoin. Namun tidak sedikit pula masyarakat yang belum mengerti apa itu bitcoin.     Pengertian Bitcoin – Apa Itu Bitcoin? Bitcoin merupakan mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009. Konon katanya bitcoin ditemukan oleh Satoshi Nakamoto (nama samaran).     Bitcoin memiliki satuan BTC. Mata uang ini layaknya mata uang pada umumnya seperti Dolar, Pound Sterling, Rupiah, ataupun mata uang lainnya, akan tetapi hanya ada di dunia digital. Bitcoin mulai populer sejak tahun 2014 lalu karena mata uang digital ini dianggap cukup fluktuatif. Hal ini membuatnya menjadi tren serta pilihan baru bagi transaksi di dunia digital. Tak sedikit pula yang menjadikan bitcoin sebagai "tambang emas", kenapa begitu? Hal ini karena bitcoin dipercaya akan menjadi mata uang dan komoditas universal sehingga harga akan terus melambung tinggi. Dan dari situ mereka mulai menginvestasikan aset mereka dalam bentuk bitcoin. Sedangkan disisi lain, perekonomian dunia semakin labil. Terbukti dengan adanya krisis perbankan Amerika dan Eropa. Selain itu, bitcoin banyak diminati dan "ditambang" karena konsep penggunaannya dianggap sangat mengutamakan privasi. Pengguna bisa menggunakan akun yang sifatnya anonim atau tanpa mencantumkan data diri sedikit pun dalam proses transaksi. Menarik bukan?     Bagaimana bitcoin bisa digunakan? Bitcoin menggunakan jaringan peer-to-peer tanpa penyimpanan terpusat, artinya bitcoin dapat ditransfer ke manapun selama ada jaringan internet. Mata uang yang dimiliki oleh seseorang nantinya hanya akan disimpan di suatu aplikasi bernama Bitcoin Wallet. Semua pemilik Bitcoin akan mendapatkan yang namanya Bitcoin Address, gunanya untuk menerima kiriman Bitcoin seperti layaknya alamat email.     Sejarah Dan Perkembangan Bitcoin          yesnetijen.web.id - Pada saat pertama kali Bitcoin di rilis dan di perdagangkan, nilainya hanya berkisar $ 0,1 / 1 BTC (sekitar Rp. 1,300 saja / 1 BTC). Dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 nilai tukar Bitcoin mencapai 12,000 kali kenaikan, yaitu sampai pada harga $ 1,200 / 1 BTC (sekitar Rp. 15.8 juta / 1 BTC). Kemudian pada kuartal ketiga tahun 2017 ini, harga Bitcoin sampai pada level tertinggi sepanjang masa yaitu $ 6,194 / 1 BTC (Rp. 81,7 juta / 1 BTC). Jika kita lihat total kenaikan dari tahun 2009 sampai tahun 2017 yang hanya dalam kurun waktu 8 tahun saja, harga Bitcoin sudah naik sebesar 61,940 kali / 6,194,000%, hal tersebut merupakan pertumbuhan yang benar-benar fantastis untuk sebuah mata uang. Menarik sekali bukan?     Kelebihan Bitcoin : Bitcoin memiliki beberapa kelebihan dibandingkan mata uang konvensional, diantaranya: Bitcoin dapat dikirim dari dan ke mana saja di seluruh belahan dunia kapanpun atau dengan kata lain ia tanpa batas. Biaya transfer yang relatif kecil bahkan 0. Minim resiko, karena bitcoin relatif lebih aman dan tidak menggunakan informasi-informasi yang bersifat penting atau rahasia. Netral dan transparan, Teman & temanwati netijen bahkan dapat melihat dan memverifikasi secara real-time pasokan dan ketersediaan rantai blok Bitcoin. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tidak ada satupun lembaga yang dapat mengatur atau memanilupasi Bitcoin.     Kekurangan Bitcoin : yesnetijen.web.id - Meskipun dirasa banyak peminat dan manfaatnya, ternyata bitcoin memiliki kekurangan juga rupanya, misalnya: Banyak sekali orang yang belum bisa menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Total sirkulasi dan perusahaan/organisasi yang menerima Bitcoin masih relatif kecil. Aplikasi Bitcoin masih dalam fase beta sehingga ada banyak fitur yang sedang dalam pengembangan dan belum bisa dipergunakan.   Nah kira-kira begitu pembahasan mengenai bitcoin kali ini. Bitcoin memang tumbuh secara fantastis dalam kurun waktu 8 tahun saja. Hal ini membuat masyarakat berbondong-bondong mengalihkan investasi mereka kepada "dewa" yang satu ini. Namun, meskipun terhitung banyak peminat dan manfaatnya, banyak pula yang belum bisa menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, guys.   Sumber : https://pexels.com/

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :