Tips dan Trik Menggunakan Aplikasi Peta Navigasi Waze

  Rabu, 27 Februari 2019

yesnetijen.web.id - Waze adalah aplikasi GPS penunjuk jalan yang di khususkan bagi Teman & temanwati netijen para pengendara mobil atau motor yang paling banyak digunakan saat ini, dan kabar baiknya Teman & temanwati netijen bisa mengunduh aplikasi waze untuk android dan iOS.

Ada banyak sekali fitur serta kelebihan aplikasi waze yang bisa kita dapatkan, seperti halnya kita dapat saling bertukar informasi sesama pengendara lewat aplikasi yang bermanfaat ini. Saat kita ingin pergi kesuatu tempat, kita bisa mengecek dulu dengan aplikasi waze jalan pintas atau rute mana yang bisa kita lalui secara cepat dan tidak terjadi macet. Dan bahkan sesama pengguna waze bisa bertukar informasi jika ada banjir, kecelakaan dan hal lainnya.

Aplikasi waze juga tersedia dalam bahasa indonesia, jadi Teman & temanwati netijen tidak perlu khawatir untuk tidak mengerti dalam membaca setiap simbol dan intruksi yang ada dalam waze.

 

Sebelum kita membahas untuk cara menggunakan aplikasi waze di android, pastikan Teman & temanwati netijen sudah melakukan setting waze di android secara tepat. Keakuratan menjadi hal yang utama, karena akurat inilah yang akan membawa kita ke tempat dimana kita bisa sampai. Akuratnya peta dan GPS sangat berpengaruh karena informasinya bersifat real time.

 

 

Cara Mendaftar Akun Waze

Layaknya aplikasi lainnya, Teman & temanwati netijen juga harus membuat akun dulu di waze untuk tergabung didalamnya. Ada dua opsi jika ingin mendaftar, menggunakan nomor handphone atau menggunakan akun facebook untuk masuk.

NB : Saya menyarankan Teman & temanwati netijen untuk mendaftar menggunakan nomor hp, karena lebih simpel dan juga untuk verifikasinya hanya memasukkan kode yang telah di kirim dari pihak waze.

 

 

1. Baterai Penuh

Hal yang paling penting adalah pastikan Teman & temanwati netijen sudah mengisi daya baterai smartphone Teman & temanwati netijen secara full sebelum memulai berkendara dengan waze. Karena aplikasi peta ini memakan banyak sekali daya yang di akibatkan oleh koneksi internet serta penggunaan GPS dalam janga waktu yang cukup lama (tergantung jarak tempuh).

 

 

2. Koneksi Internet

Karena aplikasi waze menggunakan maps secara real time, maka Teman & temanwati netijen wajib mengaktifkan data di ponsel Teman & temanwati netijen untuk menggunakan peta. Pastikan Teman & temanwati netijen memilih provider yang tepat dalam masalah koneksi, pilh yang cepat dan juga stabil agar peta arah jalan bisa di tampilkan secara jelas.

 

 

3. Pilih Rute yang Ditampilkan (jalur tempuh)

Pastikan Teman & temanwati netijen memilih jalur tempuh yang sudah di sarankan oleh waze. Namun Teman & temanwati netijen juga harus perhatikan, jarak dan jenis jalan seperti apa yang akan Teman & temanwati netijen lalui. Jangan sampai membuang-buang waktu hanya karena jalan yang Teman & temanwati netijen lalui rusak meskipun jalan tersebut adalah jarak tempuh yang paling cepat.

 

 

4. Sinkroisasi Kalender

Jangan remehkan kalender yang tersinkron dengan aplikasi waze Teman & temanwati netijen, karena waze akan mengingat dan menyimpan jalan tempuh yang pernah Teman & temanwati netijen lalui sebelumnya. Sehingga pada saat Teman & temanwati netijen ingin berpergian kembali, Teman & temanwati netijen bisa menggunakan jalur tempuh tersebut kembali.

 

 

5. Pahami Arti Simbol di Waze

Ada beberapa simbol di waze yang perlu Teman & temanwati netijen ketahui, seperti arah tempuh, stop, route dan simbol lainnya. Pastikan Teman & temanwati netijen sudah paham, agar tidak tersesat di jalanan.

 

 

6. Jaga Privasi

Waze adalah aplikasi sosial dalam hal berbagi informasi sesama pengendara. Namun jangan sampai Teman & temanwati netijen membocorkan hal atau privasi Teman & temanwati netijen secara jelas, misalnya Teman & temanwati netijen memberitahu betul dimana lokasi Teman & temanwati netijen saat ini kepada orang asing sesama pengguna waze. Hal itu sangat berbahay, mungkin saja orang yang bertanya tersebut adalah orang jahat atau perampok?

 

 

7. Bawa Powerbank

Mengingat penggunaan aplikasi waze yang cukup menyita daya, maka saya sarankan Teman & temanwati netijen membawa powerbank untuk berjaga-jaga jika kehabisan baterai di jalan. Aplikasi ini cukup boros baterai karena menggunakan internet, gps, layar dan proses lain yang berjalan di latar belakang.



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Aplikasi Keyboard Terbaik Paling Ringan
  Berikutnya
Cara Atasi Smartphone yang Cepat Panas dan Lemot

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Waze adalah aplikasi GPS penunjuk jalan yang di khususkan bagi Teman & temanwati netijen para pengendara mobil atau motor yang paling banyak digunakan saat ini, dan kabar baiknya Teman & temanwati netijen bisa mengunduh aplikasi waze untuk android dan iOS. Ada banyak sekali fitur serta kelebihan aplikasi waze yang bisa kita dapatkan, seperti halnya kita dapat saling bertukar informasi sesama pengendara lewat aplikasi yang bermanfaat ini. Saat kita ingin pergi kesuatu tempat, kita bisa mengecek dulu dengan aplikasi waze jalan pintas atau rute mana yang bisa kita lalui secara cepat dan tidak terjadi macet. Dan bahkan sesama pengguna waze bisa bertukar informasi jika ada banjir, kecelakaan dan hal lainnya. Aplikasi waze juga tersedia dalam bahasa indonesia, jadi Teman & temanwati netijen tidak perlu khawatir untuk tidak mengerti dalam membaca setiap simbol dan intruksi yang ada dalam waze.   Sebelum kita membahas untuk cara menggunakan aplikasi waze di android, pastikan Teman & temanwati netijen sudah melakukan setting waze di android secara tepat. Keakuratan menjadi hal yang utama, karena akurat inilah yang akan membawa kita ke tempat dimana kita bisa sampai. Akuratnya peta dan GPS sangat berpengaruh karena informasinya bersifat real time.     Cara Mendaftar Akun Waze Layaknya aplikasi lainnya, Teman & temanwati netijen juga harus membuat akun dulu di waze untuk tergabung didalamnya. Ada dua opsi jika ingin mendaftar, menggunakan nomor handphone atau menggunakan akun facebook untuk masuk. NB : Saya menyarankan Teman & temanwati netijen untuk mendaftar menggunakan nomor hp, karena lebih simpel dan juga untuk verifikasinya hanya memasukkan kode yang telah di kirim dari pihak waze.     1. Baterai Penuh Hal yang paling penting adalah pastikan Teman & temanwati netijen sudah mengisi daya baterai smartphone Teman & temanwati netijen secara full sebelum memulai berkendara dengan waze. Karena aplikasi peta ini memakan banyak sekali daya yang di akibatkan oleh koneksi internet serta penggunaan GPS dalam janga waktu yang cukup lama (tergantung jarak tempuh).     2. Koneksi Internet Karena aplikasi waze menggunakan maps secara real time, maka Teman & temanwati netijen wajib mengaktifkan data di ponsel Teman & temanwati netijen untuk menggunakan peta. Pastikan Teman & temanwati netijen memilih provider yang tepat dalam masalah koneksi, pilh yang cepat dan juga stabil agar peta arah jalan bisa di tampilkan secara jelas.     3. Pilih Rute yang Ditampilkan (jalur tempuh) Pastikan Teman & temanwati netijen memilih jalur tempuh yang sudah di sarankan oleh waze. Namun Teman & temanwati netijen juga harus perhatikan, jarak dan jenis jalan seperti apa yang akan Teman & temanwati netijen lalui. Jangan sampai membuang-buang waktu hanya karena jalan yang Teman & temanwati netijen lalui rusak meskipun jalan tersebut adalah jarak tempuh yang paling cepat.     4. Sinkroisasi Kalender Jangan remehkan kalender yang tersinkron dengan aplikasi waze Teman & temanwati netijen, karena waze akan mengingat dan menyimpan jalan tempuh yang pernah Teman & temanwati netijen lalui sebelumnya. Sehingga pada saat Teman & temanwati netijen ingin berpergian kembali, Teman & temanwati netijen bisa menggunakan jalur tempuh tersebut kembali.     5. Pahami Arti Simbol di Waze Ada beberapa simbol di waze yang perlu Teman & temanwati netijen ketahui, seperti arah tempuh, stop, route dan simbol lainnya. Pastikan Teman & temanwati netijen sudah paham, agar tidak tersesat di jalanan.     6. Jaga Privasi Waze adalah aplikasi sosial dalam hal berbagi informasi sesama pengendara. Namun jangan sampai Teman & temanwati netijen membocorkan hal atau privasi Teman & temanwati netijen secara jelas, misalnya Teman & temanwati netijen memberitahu betul dimana lokasi Teman & temanwati netijen saat ini kepada orang asing sesama pengguna waze. Hal itu sangat berbahay, mungkin saja orang yang bertanya tersebut adalah orang jahat atau perampok?     7. Bawa Powerbank Mengingat penggunaan aplikasi waze yang cukup menyita daya, maka saya sarankan Teman & temanwati netijen membawa powerbank untuk berjaga-jaga jika kehabisan baterai di jalan. Aplikasi ini cukup boros baterai karena menggunakan internet, gps, layar dan proses lain yang berjalan di latar belakang.

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :