Mitos Baterai HP Android Yang Dipercaya Benar Ternyata Salah

  Kamis, 20 September 2018

yesnetijen.web.id - Selama ini kita sudah banyak sekali mendengar kabar dan cara dalam menangani baterai smartphone.

Tapi apakah semua itu benar? Apakah kabar dan yang selama ini kita lakukan terhadap baterai HP Android sudah tepat?

Artikel ini akan mencoba menjelaskan kepada Teman & temanwati netijen semua mitos-mitos apa saja terhadap baterai HP Android yang ternyata salah dan miskonsepsi.

Ini dia mitos-mitos baterai Android yang ternyata salah.

 

 

1. Mitos: Bahaya Menggunakan Charger Bukan Bawaan Produk

Ayo, sepertinya sebagian besar dari kita sudah kadung percaya bahwa menggunakan charger selain bawaan pabrik smartphone akan mendatangkan bahaya. Tapi apakah benar? Sesungguhnya ada benarnya namun juga ada salahnya lho. Menggunakan charger selain bawaan pabrik sebetulnya boleh-boleh saja, asal memiliki ampere dan voltase yang sama.

Tapi Teman & temanwati netijen harus tahu bahwa charger alternatif di luar sana juga bermacam-macam. Pilihlah charger dengan merek yang terpercaya dan memang berkualitas, contohnya seperti Belkin. Hal yang harus Teman & temanwati netijen perhatikan justru charger KW yang menyamar seperti charger orisinil. Itulah yang malah mendatangkan bahaya.

Charger murah yang pura-pura menyamar sebagai produk asli suatu vendor smartphone tertentu, memiliki komponen yang murahan, tidak kuat, dan tidak awet. Kondisi seperti ini yang tidak akan membuat smartphone Teman & temanwati netijen tahan lama.

 

 

2. Mitos: Jangan Gunakan Smartphone Ketika Charge

yesnetijen.web.id - Ini juga salah satu miskonsepsi yang hadir di masyarakat. Sesungguhnya apakah Teman & temanwati netijen pernah berpikir, jika smartphone tidak boleh digunakan saat charging, kenapa ia tetap dibiarkan dapat berfungsi oleh vendor smartphone dan Android itu sendiri?

Memang suhu akan meningkat ketika Teman & temanwati netijen menggunakannya, namun kami rasa semua penggunaHP menyadari lah bahwa menggunakan smartphone berlebihan ketika charging hanya akan membuat proses charge melambat.

Kegiatan-kegiatan kecil seperti sinkronisasi cloud, download update, dan menampilkan notifikasi merupakan t Teman & temanwati netijen bahwa HP Android Teman & temanwati netijen tetap harus bekerja ketika di-charge.

Jadi mitos HP Android tidak boleh digunakan ketika di-charge tidak selamanya benar.

 

 

3. Mitos: Selalu Charge Baterai Hingga 100% dan Pakai Hingga Habis

Sebelum Di-chargeIni juga salah satu mitos yang rutin dilakukan oleh pengguna HP Android. Sebenarnya, Teman & temanwati netijen boleh saja mengisi baterai tidak sampai 100%. Tidak masalah kok. Teman & temanwati netijen juga boleh saja menghabiskan baterai hingga mendekati kritikal, namun jangan hingga benar-benar habis agar menjaga setiap setting software dari smartphone Teman & temanwati netijen tidak terpotong di tengah jalan gara-gara mati mendadak.

Hal yang harus Teman & temanwati netijen perhatikan dengan seksama dan yang mungkin banyak dilupakan oleh setiap pengguna adalah siklus charge.  Faktor ini justru yang paling penting dari menjaga kualitas baterai. Semakin sering Teman & temanwati netijen melakukan proses charge, maka kualitas dari baterai tersebut akan menurun secara berkala.

Mitos mengenai harus menghabiskan baterai sebelum di-charge kembali merupakan faktor yang terjadi ketika Teman & temanwati netijen menggunakan baterai Nickel-Cadmium. Baterai jenis tersebut memiliki memori yang akan mengkristal (mengendap) apabila tidak digunakan hingga habis. Tapi kita kini menggunakan baterai Li-Iondan Li-Po yang lebih mutakhir dan hukum tersebut sudah tidak berlaku lagi.

 

 

4. Mitos: Tidak Boleh Men-charge Baterai HP Semalaman

yesnetijen.web.id - Apakah benar? Seorang penulis dari MakeUsOf yaitu Brayn Clark sudah melakukan klarifikasi yang tampaknya memang akurat untuk meluruskan mitos ini. Ia langsung menghubungi call center dari Apple dan AT&T untuk menanyakan permasalahan klasik ini. Apa jawaban dari kedua perusahaan tersebut?

Mereka justru memperbolehkan setiap device untuk ditinggal semalaman ketika di-charge. Teknologi HP dan baterai masa kini memiliki fitur yang otomatis memotong arus ketika baterai sudah berada dalam keadaan full. Jika call center dari perusahaan besar sudah berkata demikian, jadi apa lagi yang harus kita khawatirkan?

Akan tetapi, hal yang harus diperhatikan adalah jangan menaruh HP di atas bantal atau kasur ketika Teman & temanwati netijen men-charge-nya, karena itu akan meningkatkan suhu dari HP tersebut.



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Cara Menambah RAM Android Agar Tidak Lemot Non Root
  Berikutnya
5 Manfaat Melakukan Factory Reset Pada Android

 

(1) Komentar

avatar user

Yongki08 Mar 2019

Bukan salah woi,tapi kurang tepat adminnnšŸ˜Š

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Selama ini kita sudah banyak sekali mendengar kabar dan cara dalam menangani baterai smartphone. Tapi apakah semua itu benar? Apakah kabar dan yang selama ini kita lakukan terhadap baterai HP Android sudah tepat? Artikel ini akan mencoba menjelaskan kepada Teman & temanwati netijen semua mitos-mitos apa saja terhadap baterai HP Android yang ternyata salah dan miskonsepsi. Ini dia mitos-mitos baterai Android yang ternyata salah.     1. Mitos: Bahaya Menggunakan Charger Bukan Bawaan Produk Ayo, sepertinya sebagian besar dari kita sudah kadung percaya bahwa menggunakan charger selain bawaan pabrik smartphone akan mendatangkan bahaya. Tapi apakah benar? Sesungguhnya ada benarnya namun juga ada salahnya lho. Menggunakan charger selain bawaan pabrik sebetulnya boleh-boleh saja, asal memiliki ampere dan voltase yang sama. Tapi Teman & temanwati netijen harus tahu bahwa charger alternatif di luar sana juga bermacam-macam. Pilihlah charger dengan merek yang terpercaya dan memang berkualitas, contohnya seperti Belkin. Hal yang harus Teman & temanwati netijen perhatikan justru charger KW yang menyamar seperti charger orisinil. Itulah yang malah mendatangkan bahaya. Charger murah yang pura-pura menyamar sebagai produk asli suatu vendor smartphone tertentu, memiliki komponen yang murahan, tidak kuat, dan tidak awet. Kondisi seperti ini yang tidak akan membuat smartphone Teman & temanwati netijen tahan lama.     2. Mitos: Jangan Gunakan Smartphone Ketika Charge yesnetijen.web.id - Ini juga salah satu miskonsepsi yang hadir di masyarakat. Sesungguhnya apakah Teman & temanwati netijen pernah berpikir, jika smartphone tidak boleh digunakan saat charging, kenapa ia tetap dibiarkan dapat berfungsi oleh vendor smartphone dan Android itu sendiri? Memang suhu akan meningkat ketika Teman & temanwati netijen menggunakannya, namun kami rasa semua penggunaHP menyadari lah bahwa menggunakan smartphone berlebihan ketika charging hanya akan membuat proses charge melambat. Kegiatan-kegiatan kecil seperti sinkronisasi cloud, download update, dan menampilkan notifikasi merupakan t Teman & temanwati netijen bahwa HP Android Teman & temanwati netijen tetap harus bekerja ketika di-charge. Jadi mitos HP Android tidak boleh digunakan ketika di-charge tidak selamanya benar.     3. Mitos: Selalu Charge Baterai Hingga 100% dan Pakai Hingga Habis Sebelum Di-chargeIni juga salah satu mitos yang rutin dilakukan oleh pengguna HP Android. Sebenarnya, Teman & temanwati netijen boleh saja mengisi baterai tidak sampai 100%. Tidak masalah kok. Teman & temanwati netijen juga boleh saja menghabiskan baterai hingga mendekati kritikal, namun jangan hingga benar-benar habis agar menjaga setiap setting software dari smartphone Teman & temanwati netijen tidak terpotong di tengah jalan gara-gara mati mendadak. Hal yang harus Teman & temanwati netijen perhatikan dengan seksama dan yang mungkin banyak dilupakan oleh setiap pengguna adalah siklus charge.  Faktor ini justru yang paling penting dari menjaga kualitas baterai. Semakin sering Teman & temanwati netijen melakukan proses charge, maka kualitas dari baterai tersebut akan menurun secara berkala. Mitos mengenai harus menghabiskan baterai sebelum di-charge kembali merupakan faktor yang terjadi ketika Teman & temanwati netijen menggunakan baterai Nickel-Cadmium. Baterai jenis tersebut memiliki memori yang akan mengkristal (mengendap) apabila tidak digunakan hingga habis. Tapi kita kini menggunakan baterai Li-Iondan Li-Po yang lebih mutakhir dan hukum tersebut sudah tidak berlaku lagi.     4. Mitos: Tidak Boleh Men-charge Baterai HP Semalaman yesnetijen.web.id - Apakah benar? Seorang penulis dari MakeUsOf yaitu Brayn Clark sudah melakukan klarifikasi yang tampaknya memang akurat untuk meluruskan mitos ini. Ia langsung menghubungi call center dari Apple dan AT&T untuk menanyakan permasalahan klasik ini. Apa jawaban dari kedua perusahaan tersebut? Mereka justru memperbolehkan setiap device untuk ditinggal semalaman ketika di-charge. Teknologi HP dan baterai masa kini memiliki fitur yang otomatis memotong arus ketika baterai sudah berada dalam keadaan full. Jika call center dari perusahaan besar sudah berkata demikian, jadi apa lagi yang harus kita khawatirkan? Akan tetapi, hal yang harus diperhatikan adalah jangan menaruh HP di atas bantal atau kasur ketika Teman & temanwati netijen men-charge-nya, karena itu akan meningkatkan suhu dari HP tersebut.

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :