Tips Membeli Smartphone Bekas

  Sabtu, 01 September 2018

yesnetijen.web.id - Seperti yang Teman & temanwati netijen ketahui bersama bahwa, hampir setiap bulan ada tipe smartphone baru.

Jika Teman & temanwati netijen latah dan selalu ingin menggunakan smartphone tipe terbaru, maka tidak akan ada habisnya. Bisa-bisa Teman & temanwati netijen harus ngegembel karena uang Teman & temanwati netijen habis untuk beli smartphone terbaru.

Sebenarnya Teman & temanwati netijen tidak perlu harus selalu beli smartphone terbaru. Karena smartphone android bekas pun tidak kalah berkualitas, dengan catatan Teman & temanwati netijen membeli dengan cara yang benar.

Nah, untuk Teman & temanwati netijen yang sedang cari-cari smartphone android bekas, ada baiknya mengikuti 5 tips dibawah ini. Agar tidak menyesal nantinya.

 

 

COD

yesnetijen.web.id - Karena barang yang sedang ingin Teman & temanwati netijen beli adalah barang elektronik bekas pakai, maka sudah wajib hukumnya untuk melihat fisik barang secara langsung. Saya sangat menyarankan untuk COD dan menghindari beli melalui kirim-kirim kurir. Kalau beli smartphone baru sih gapapa, tapi ini barang bekas.

Sangat beresiko jika menggunakan metode transfer bank dan kirim. Dengan beli melalui COD (bayar ditempat), Teman & temanwati netijen bisa tahu apakah smartphone android yang ingin Teman & temanwati netijen beli itu kondisinya masih bagus atau tidak.

 

 

Cek kondisi dengan seksama

yesnetijen.web.id - Nah, setelah Teman & temanwati netijen bertemu dengan penjual, Teman & temanwati netijen bisa cek kondisi smartphone android tersebut dengan sedetail-detilnya. Mulai dari kondisi layar, baterai, hingga seluruh port. Lakukan pengecekan dengan seksama.

Pastikan bahwa kondisi smartphone sama dengan apa yang penjual tulis di deskripsi. Jika memang sudah cocok dengan barang secara fisik, cobalah gunakan beberapa fitur utama smartphone tersebut. Seperti fitur untuk menelpon, GPS, dan lain-lain. Pastikan semua fitur penting tersebut dalam kondisi aman.

 

 

Beli dari pemakai

yesnetijen.web.id - Kenapa harus beli pemakai dan bukan dari toko? Alasannya akan sangat lebar jika saya jabarkan disini. Jadi intinya adalah, jika Teman & temanwati netijen membeli dari pemakai, Teman & temanwati netijen bisa mendapatkan barang yang lebih layak dan harga yang lebih masuk akal. Berbeda dengan jika Teman & temanwati netijen membeli dari toko, smartphone bekas bisa dibanderol dengan harga yang mahal.

Sangat jauh berbeda selisihnya jika Teman & temanwati netijen beli dari pemakai (si pemilik langsung smartphone bekas). Sudah gitu, kemungkinan "daleman" atau hardware smartphone telah di utak-atik juga lebih sedikit jika Teman & temanwati netijen beli dari pemakai.



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
(WhatsApp) Cara Menghilangkan Status Online di WA
  Berikutnya
(WhatsApp) Cara Keluar Group WA Tanpa Ketahuan

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Seperti yang Teman & temanwati netijen ketahui bersama bahwa, hampir setiap bulan ada tipe smartphone baru. Jika Teman & temanwati netijen latah dan selalu ingin menggunakan smartphone tipe terbaru, maka tidak akan ada habisnya. Bisa-bisa Teman & temanwati netijen harus ngegembel karena uang Teman & temanwati netijen habis untuk beli smartphone terbaru. Sebenarnya Teman & temanwati netijen tidak perlu harus selalu beli smartphone terbaru. Karena smartphone android bekas pun tidak kalah berkualitas, dengan catatan Teman & temanwati netijen membeli dengan cara yang benar. Nah, untuk Teman & temanwati netijen yang sedang cari-cari smartphone android bekas, ada baiknya mengikuti 5 tips dibawah ini. Agar tidak menyesal nantinya.     COD yesnetijen.web.id - Karena barang yang sedang ingin Teman & temanwati netijen beli adalah barang elektronik bekas pakai, maka sudah wajib hukumnya untuk melihat fisik barang secara langsung. Saya sangat menyarankan untuk COD dan menghindari beli melalui kirim-kirim kurir. Kalau beli smartphone baru sih gapapa, tapi ini barang bekas. Sangat beresiko jika menggunakan metode transfer bank dan kirim. Dengan beli melalui COD (bayar ditempat), Teman & temanwati netijen bisa tahu apakah smartphone android yang ingin Teman & temanwati netijen beli itu kondisinya masih bagus atau tidak.     Cek kondisi dengan seksama yesnetijen.web.id - Nah, setelah Teman & temanwati netijen bertemu dengan penjual, Teman & temanwati netijen bisa cek kondisi smartphone android tersebut dengan sedetail-detilnya. Mulai dari kondisi layar, baterai, hingga seluruh port. Lakukan pengecekan dengan seksama. Pastikan bahwa kondisi smartphone sama dengan apa yang penjual tulis di deskripsi. Jika memang sudah cocok dengan barang secara fisik, cobalah gunakan beberapa fitur utama smartphone tersebut. Seperti fitur untuk menelpon, GPS, dan lain-lain. Pastikan semua fitur penting tersebut dalam kondisi aman.     Beli dari pemakai yesnetijen.web.id - Kenapa harus beli pemakai dan bukan dari toko? Alasannya akan sangat lebar jika saya jabarkan disini. Jadi intinya adalah, jika Teman & temanwati netijen membeli dari pemakai, Teman & temanwati netijen bisa mendapatkan barang yang lebih layak dan harga yang lebih masuk akal. Berbeda dengan jika Teman & temanwati netijen membeli dari toko, smartphone bekas bisa dibanderol dengan harga yang mahal. Sangat jauh berbeda selisihnya jika Teman & temanwati netijen beli dari pemakai (si pemilik langsung smartphone bekas). Sudah gitu, kemungkinan "daleman" atau hardware smartphone telah di utak-atik juga lebih sedikit jika Teman & temanwati netijen beli dari pemakai.

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :