Fungsi dan Apa Itu NFC

  Sabtu, 21 Juli 2018

Hai teman & temanwati netijen,

yesnetijen.web.id - Mungkin masih banyak yang belum mengerti apa itu NFC di dunia teknologi Ponsel / Smartphone.

Saya mau share artikel mengenai apa dan fungsinya dari NFC itu sendiri. Walau teknologi ini gak baru2 amat, tapi saya yakin gak banyak yang perhatikan apalagi menggunakan fasilitas ini.

Yuk ah kita pelajari sedikit supaya tambah melek teknologi

Kemajuan teknologi dan tuntutan konsumen untuk melakukan segala sesuatu dengan mudah dan instan kembali mendorong gebrakan baru di dunia teknologi ponsel.

Teknologi terbaru ini disebut NFC, singkatan dari Near-Field Communication, dan ternyata sudah lumayan banyak aplikasinya di beberapa negara maju di dunia.

Sebenarnya apa itu NFC, dan mengapa teknologi ini bisa mencuri perhatian dunia?

Apakah NFC sudah siap digunakan secara luas di masyarakat? Simak ulasan mengenai apa itu NFC di bawah ini.

 

 

Berkenalan Dengan Teknologi Baru NFC

yesnetijen.web.id - Pertanyaan yang sama kembali dilayangkan oleh awam teknologi, apa itu NFC?

Banyak yang sudah kenal dengan Bluetooth, Wifi, dan beragam komunikasi nirkabel lainnya, tapi NFC baru pertama kali menyentuh telinga orang-orang.

NFC, atau Near-Field Communication adalah salah satu teknologi komunikasi antar gadget terbaru yang menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification) untuk saling bertukar data dalam jarak dekat, sekitar 4 inci (+- 10cm).

Teknologi NFC ini memungkinkan pertukaran data antar gadget dan alat hanya dengan sentuhan jarak dekat, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik.

Tidak perlu lagi setting manual koneksi seperti ketika pengguna masih menggunakan sinyal Bluetooth, NFC sudah secara otomatis mengkoneksikan kedua perangkat dengan cepat sesuai kebutuhan.

Setelah mengetahui apa itu NFC, tentu pembaca mulai menerka bagaimana teknologi ini bekerja.

Teknologi NFC bekerja dengan sistem transmisi sinyal radio jarak pendek.

Perangkat dengan NFC tidak membutuhkan energi listrik yang besar.

Ada dua jenis perangkat NFC, satu perangkat tag pasif dan satu lagi perangkat tag NFC pada ponsel.

Ketika melakukan kontak, kedua perangkat ini akan saling terkoneksi dan melakukan pertukaran data dengan frekuensi radio ISM 13.56 MHz dengan maksimum rate transfer 424 Kbps.

Bila pembaca sudah mengetahui apa itu NFC dan bagaimana NFC bekerja, mari lompat ke apakah aplikasi NFC yang mungkin saat ini dan di masa depan.

 

 

Penggunaan NFC di Kehidupan Sehari-Hari

yesnetijen.web.id - Dengan mengetahui apa itu NFC, maka tentu sudah bisa terbayang berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi ini di kemudian hari.

Pelan tapi pasti, NFC kemungkinan akan menggeser kehadiran dompet, kartu ATM maupun kredit, dan tiket-tiket kertas konvensional lainnya (entah itu tiket angkutan umum, pesawat, konser, bioskop, dan lainnya.)

Berikut adalah beberapa kegunaan NFC di dalam kehidupan nyata, yang dirangkum dalam kehidupan satu hari pembaca sebagai seorang karyawan, agar pembaca lebih mengerti lagi apa itu NFC dengan segala kemungkinan yang membuat tercengang, dimana hidup akan terasa jauh lebih mudah dari biasanya.

Ketika terbangun, teman & temanwati netijen melihat susu di kulkas sudah mau habis. Cukup dekatkan ponsel teman & temanwati netijen ke kontainer susu yang biasa teman & temanwati netijen beli, secara otomatis susu akan masuk ke daftar belanja teman & temanwati netijen setelah pulang kerja, lengkap dengan harga dan gerai dimana susu itu bisa dibeli.

Pertukaran informasi yang cepat untuk membantu teman & temanwati netijen berbelanja dan melakukan komparasi harga sebelum membeli produk.

Teman & temanwati netijen adalah pelanggan setia kereta api untuk pergi ke tempat kerja. Antrian di loket karcis penuh? Tidak usah khawatir, karena teman & temanwati netijen memiliki NFC di ponsel, memungkinkan teman & temanwati netijen untuk langsung berjalan menuju ke gerbang. Dekatkan ponsel ke tag pasif NFC di gerbang, dan teman & temanwati netijen sudah masuk ke peron tanpa harus mengantri tiket lagi. NFC untuk sarana angkutan umum dengan sistem prabayar tentu membuat hidup menjadi lebih mudah. Aplikasi ini sudah diterapkan di Jepang dan di Inggris.

Sembari menunggu kereta, teman & temanwati netijen dapat pergi menuju ke kios di depan peron, membeli koran hari ini untuk dibaca selama perjalanan. Tidak perlu repot mengeluarkan uang, cukup dekatkan sekali lagi ponsel teman & temanwati netijen ke tag pasif NFC, maka pembayaran pun dapat dilakukan, debit maupun kredit. NFC ternyata bisa digunakan sebagai sarana pembayaran yang mobile menggantikan kartu-kartu yang membuat dompet teman & temanwati netijen penuh sesak.

NFC dapat juga dijadikan sebagai kunci keamanan. Sampai di kantor, teman & temanwati netijen dapat membuka pintu dengan menggunakan NFC sebagai identitas masuk. Tidak perlu lagi kunci fisik ataupun kartu identitas bermagnet, NFC sudah melakukannya semua untuk teman & temanwati netijen.

Pulang dari kantor, teman & temanwati netijen melewati toko buku dan melihat buku terbaru karangan penulis favorit teman & temanwati netijen sudah terbit. Poster dengan tag NFC pasif terpajang di depan toko buku itu.

Dekatkan ponsel teman & temanwati netijen, dan preview serta sinopsis pun dapat dibaca di ponsel sebelum teman & temanwati netijen memutuskan untuk membeli atau tidak. NFC memberi kenyamanan dan kemudahan dalam promosi produk baru, membuat rumah teman & temanwati netijen tidak dipenuhi brosur-brosur kertas yang juga tidak ramah lingkungan.

 

 

Amankah Penggunaan NFC?

yesnetijen.web.id - Saat ini mungkin belum banyak yang tahu apa itu NFC, namun diprediksi dalam lima tahun ke depan, aplikasi NFC akan semakin luas di masyarakat. Pertanyaan yang kemudian mencuat, apakah aman menggunakan NFC yang semuanya dijejalkan dalam satu perangkat ponsel untuk bertukar data, memesan tiket, bahkan melakukan pembayaran secara mobile?

Tingkat keamanan NFC dipercaya sudah sangat tinggi dan aman untuk digunakan.

Dengan spesifikasi keamanan yang sangat layak dan sertifikasi keamanan setiap melakukan download data dengan melalui TSM (Trusted Service Manager) maka penggunaan NFC akan sangat melindungi konsumen, terlebih bagi mereka yang benar-benar awam dengan apa itu NFC.

 

 

Opini Pribadi :

Pertanyaan yang muncul selanjutnya mungkin adalah mengenai apa perbedaan NFC dan Bluetooth.

Perbedaan NFC dan Bluetooth terletak pada jangkauan berkomunikasi dan mekanisme komunikasi.

NFC hanya bisa berkomunikasi pada jarak yang lebih pendek daripada Bluetooth, yaitu pada kisaran kurang dari 10 cm saja atau dengan cara menyinggungkan dua jenis perangkat, sedangkan Bluetooth bisa tetap berfungsi dalam jarak sampai 10m.

Kelebihan NFC dari Bluetooth adalah kemampuannya berkomunikasi tanpa proses pairing seperti halnya Bluetooth.

Selain itu NFC menguras energi baterai lebih sedikit daripada Bluetooth. Hal yang paling mengesankan adalah NFC memungkinkan smartphone berfungsi sebagai alat pembayaran.

Jika teman & temanwati netijen pernah melihat film fiksi ilmiah yang bercerita tentang masa depan, teman & temanwati netijen akan melihat bahwa semua kegiatan bisa dilakukan secara nirkabel.

Hal ini juga yang coba dirintis oleh NFC untuk alat pembayaran secara contactless atau tidak perlu adanya kontak yang berisi pertukaran informasi sensitif seperti nomer kartu kredit atau kehadiran secara fisik kartu kredit yang digunakan.

Dengan NFC teman & temanwati netijen tidak perlu membawa dompet atau kartu kredit teman & temanwati netijen secara fisik untuk berbelanja cukup membawa smartphone teman & temanwati netijen yang memiliki fungsi NFC.

Aplikasi seperti Google Wallet dari Google, dan komponen pendukungnya seperti PayPass dari Mastercard telah banyak digunakan dinegara-negara Eropa serta India.

Hal ini mendorong para merchant disana untuk menyediakan infrastruktur pendukung pembayaran melalui NFC yang dinamakan "Tag" atau semacam reader untuk perangkat yang memiliki NFC.

Google Wallet sendiri adalah dompet virtual yang bisa diisi dengan keterangan kartu kredit teman & temanwati netijen yang kemudian bisa digunakan pada merchant yang menerima Mastercard PayPass.

Dengan sistem ini nomer kartu kredit teman & temanwati netijen tidak akan diketahui oleh merchant saat melakukan transaksi. Secara singkatnya teman & temanwati netijen seperti mempunyai paypai yang bisa digunakan ditoko offline.

Sayangnya penggunaan Google Wallet masih tersendat-sendat di Indonesia. Tetapi ada pula fungsi NFC yang bisa dirasakan manfaatnya oleh publik Indonesia.

Perangkat yang memiliki NFC bisa ditemui dari Android, BlackBerry dan Windows Phone. Sayangnya Apple tidak masuk jajaran pengusung NFC dalam perangkatnya.

Mulai dari perangkat mid-end seperti Samsung Galaxy Ace hingga BlackBerry Z10, telah memiliki NFC.

Di masa yang akan datang, semua perangkat smartphone akan memiliki kemampuan NFC. Dengan NFC diharapkan kita bisa menggantikan kartu transportasi publik (Busway) dan tetap bisa berbelanja meskipun ketinggalan dompet seperti yang dilakukan di Eropa.

Dengan smartphone yang memiliki NFC kita dapat membeli tiket bioskop dengan lebih efisien, seperti yang dilakukan di India atau sekedar bermain kartu dengan teman terdekat. Dunia akan berada dalam genggaman kita secara harfiah.

 

 

Kesimpulan

Pembaca tentu sudah mengerti apa itu NFC sekarang, mulai dari definisi, aplikasi, hingga tingkat keamanan yang ditawarkan.

Keamanan dan kemudahan adalah aspek kehidupan yang selalu dicari oleh manusia. Dengan NFC, tentu hal tersebut sudah bukan sebuah mimpi belaka.

Namun, perlu diketahui bahwa pergeseran sistem tentu bukanlah suatu hal yang bisa dilakukan dalam satu malam.

Masih perlu sosialisasi dan meluasnya penggunaan NFC di berbagai aspek sebelum benar-benar bisa menggantikan posisi dompet, kartu kredit dan debit, tiket, dan kunci mobil yang berdesakan dalam tas pembaca.

Kita hanya bisa menunggu saja kapan NFC akan mulai diaplikasikan dan dapat digunakan.

Sumber : portalpaseban.com



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Cara Ubah Smartphone Menjadi Laptop
  Berikutnya
Cara Kirim File Berukuran Besar Lewat Email

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : Hai teman & temanwati netijen, yesnetijen.web.id - Mungkin masih banyak yang belum mengerti apa itu NFC di dunia teknologi Ponsel / Smartphone. Saya mau share artikel mengenai apa dan fungsinya dari NFC itu sendiri. Walau teknologi ini gak baru2 amat, tapi saya yakin gak banyak yang perhatikan apalagi menggunakan fasilitas ini. Yuk ah kita pelajari sedikit supaya tambah melek teknologi Kemajuan teknologi dan tuntutan konsumen untuk melakukan segala sesuatu dengan mudah dan instan kembali mendorong gebrakan baru di dunia teknologi ponsel. Teknologi terbaru ini disebut NFC, singkatan dari Near-Field Communication, dan ternyata sudah lumayan banyak aplikasinya di beberapa negara maju di dunia. Sebenarnya apa itu NFC, dan mengapa teknologi ini bisa mencuri perhatian dunia? Apakah NFC sudah siap digunakan secara luas di masyarakat? Simak ulasan mengenai apa itu NFC di bawah ini.     Berkenalan Dengan Teknologi Baru NFC yesnetijen.web.id - Pertanyaan yang sama kembali dilayangkan oleh awam teknologi, apa itu NFC? Banyak yang sudah kenal dengan Bluetooth, Wifi, dan beragam komunikasi nirkabel lainnya, tapi NFC baru pertama kali menyentuh telinga orang-orang. NFC, atau Near-Field Communication adalah salah satu teknologi komunikasi antar gadget terbaru yang menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification) untuk saling bertukar data dalam jarak dekat, sekitar 4 inci (+- 10cm). Teknologi NFC ini memungkinkan pertukaran data antar gadget dan alat hanya dengan sentuhan jarak dekat, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik. Tidak perlu lagi setting manual koneksi seperti ketika pengguna masih menggunakan sinyal Bluetooth, NFC sudah secara otomatis mengkoneksikan kedua perangkat dengan cepat sesuai kebutuhan. Setelah mengetahui apa itu NFC, tentu pembaca mulai menerka bagaimana teknologi ini bekerja. Teknologi NFC bekerja dengan sistem transmisi sinyal radio jarak pendek. Perangkat dengan NFC tidak membutuhkan energi listrik yang besar. Ada dua jenis perangkat NFC, satu perangkat tag pasif dan satu lagi perangkat tag NFC pada ponsel. Ketika melakukan kontak, kedua perangkat ini akan saling terkoneksi dan melakukan pertukaran data dengan frekuensi radio ISM 13.56 MHz dengan maksimum rate transfer 424 Kbps. Bila pembaca sudah mengetahui apa itu NFC dan bagaimana NFC bekerja, mari lompat ke apakah aplikasi NFC yang mungkin saat ini dan di masa depan.     Penggunaan NFC di Kehidupan Sehari-Hari yesnetijen.web.id - Dengan mengetahui apa itu NFC, maka tentu sudah bisa terbayang berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi ini di kemudian hari. Pelan tapi pasti, NFC kemungkinan akan menggeser kehadiran dompet, kartu ATM maupun kredit, dan tiket-tiket kertas konvensional lainnya (entah itu tiket angkutan umum, pesawat, konser, bioskop, dan lainnya.) Berikut adalah beberapa kegunaan NFC di dalam kehidupan nyata, yang dirangkum dalam kehidupan satu hari pembaca sebagai seorang karyawan, agar pembaca lebih mengerti lagi apa itu NFC dengan segala kemungkinan yang membuat tercengang, dimana hidup akan terasa jauh lebih mudah dari biasanya. Ketika terbangun, teman & temanwati netijen melihat susu di kulkas sudah mau habis. Cukup dekatkan ponsel teman & temanwati netijen ke kontainer susu yang biasa teman & temanwati netijen beli, secara otomatis susu akan masuk ke daftar belanja teman & temanwati netijen setelah pulang kerja, lengkap dengan harga dan gerai dimana susu itu bisa dibeli. Pertukaran informasi yang cepat untuk membantu teman & temanwati netijen berbelanja dan melakukan komparasi harga sebelum membeli produk. Teman & temanwati netijen adalah pelanggan setia kereta api untuk pergi ke tempat kerja. Antrian di loket karcis penuh? Tidak usah khawatir, karena teman & temanwati netijen memiliki NFC di ponsel, memungkinkan teman & temanwati netijen untuk langsung berjalan menuju ke gerbang. Dekatkan ponsel ke tag pasif NFC di gerbang, dan teman & temanwati netijen sudah masuk ke peron tanpa harus mengantri tiket lagi. NFC untuk sarana angkutan umum dengan sistem prabayar tentu membuat hidup menjadi lebih mudah. Aplikasi ini sudah diterapkan di Jepang dan di Inggris. Sembari menunggu kereta, teman & temanwati netijen dapat pergi menuju ke kios di depan peron, membeli koran hari ini untuk dibaca selama perjalanan. Tidak perlu repot mengeluarkan uang, cukup dekatkan sekali lagi ponsel teman & temanwati netijen ke tag pasif NFC, maka pembayaran pun dapat dilakukan, debit maupun kredit. NFC ternyata bisa digunakan sebagai sarana pembayaran yang mobile menggantikan kartu-kartu yang membuat dompet teman & temanwati netijen penuh sesak. NFC dapat juga dijadikan sebagai kunci keamanan. Sampai di kantor, teman & temanwati netijen dapat membuka pintu dengan menggunakan NFC sebagai identitas masuk. Tidak perlu lagi kunci fisik ataupun kartu identitas bermagnet, NFC sudah melakukannya semua untuk teman & temanwati netijen. Pulang dari kantor, teman & temanwati netijen melewati toko buku dan melihat buku terbaru karangan penulis favorit teman & temanwati netijen sudah terbit. Poster dengan tag NFC pasif terpajang di depan toko buku itu. Dekatkan ponsel teman & temanwati netijen, dan preview serta sinopsis pun dapat dibaca di ponsel sebelum teman & temanwati netijen memutuskan untuk membeli atau tidak. NFC memberi kenyamanan dan kemudahan dalam promosi produk baru, membuat rumah teman & temanwati netijen tidak dipenuhi brosur-brosur kertas yang juga tidak ramah lingkungan.     Amankah Penggunaan NFC? yesnetijen.web.id - Saat ini mungkin belum banyak yang tahu apa itu NFC, namun diprediksi dalam lima tahun ke depan, aplikasi NFC akan semakin luas di masyarakat. Pertanyaan yang kemudian mencuat, apakah aman menggunakan NFC yang semuanya dijejalkan dalam satu perangkat ponsel untuk bertukar data, memesan tiket, bahkan melakukan pembayaran secara mobile? Tingkat keamanan NFC dipercaya sudah sangat tinggi dan aman untuk digunakan. Dengan spesifikasi keamanan yang sangat layak dan sertifikasi keamanan setiap melakukan download data dengan melalui TSM (Trusted Service Manager) maka penggunaan NFC akan sangat melindungi konsumen, terlebih bagi mereka yang benar-benar awam dengan apa itu NFC.     Opini Pribadi : Pertanyaan yang muncul selanjutnya mungkin adalah mengenai apa perbedaan NFC dan Bluetooth. Perbedaan NFC dan Bluetooth terletak pada jangkauan berkomunikasi dan mekanisme komunikasi. NFC hanya bisa berkomunikasi pada jarak yang lebih pendek daripada Bluetooth, yaitu pada kisaran kurang dari 10 cm saja atau dengan cara menyinggungkan dua jenis perangkat, sedangkan Bluetooth bisa tetap berfungsi dalam jarak sampai 10m. Kelebihan NFC dari Bluetooth adalah kemampuannya berkomunikasi tanpa proses pairing seperti halnya Bluetooth. Selain itu NFC menguras energi baterai lebih sedikit daripada Bluetooth. Hal yang paling mengesankan adalah NFC memungkinkan smartphone berfungsi sebagai alat pembayaran. Jika teman & temanwati netijen pernah melihat film fiksi ilmiah yang bercerita tentang masa depan, teman & temanwati netijen akan melihat bahwa semua kegiatan bisa dilakukan secara nirkabel. Hal ini juga yang coba dirintis oleh NFC untuk alat pembayaran secara contactless atau tidak perlu adanya kontak yang berisi pertukaran informasi sensitif seperti nomer kartu kredit atau kehadiran secara fisik kartu kredit yang digunakan. Dengan NFC teman & temanwati netijen tidak perlu membawa dompet atau kartu kredit teman & temanwati netijen secara fisik untuk berbelanja cukup membawa smartphone teman & temanwati netijen yang memiliki fungsi NFC. Aplikasi seperti Google Wallet dari Google, dan komponen pendukungnya seperti PayPass dari Mastercard telah banyak digunakan dinegara-negara Eropa serta India. Hal ini mendorong para merchant disana untuk menyediakan infrastruktur pendukung pembayaran melalui NFC yang dinamakan "Tag" atau semacam reader untuk perangkat yang memiliki NFC. Google Wallet sendiri adalah dompet virtual yang bisa diisi dengan keterangan kartu kredit teman & temanwati netijen yang kemudian bisa digunakan pada merchant yang menerima Mastercard PayPass. Dengan sistem ini nomer kartu kredit teman & temanwati netijen tidak akan diketahui oleh merchant saat melakukan transaksi. Secara singkatnya teman & temanwati netijen seperti mempunyai paypai yang bisa digunakan ditoko offline. Sayangnya penggunaan Google Wallet masih tersendat-sendat di Indonesia. Tetapi ada pula fungsi NFC yang bisa dirasakan manfaatnya oleh publik Indonesia. Perangkat yang memiliki NFC bisa ditemui dari Android, BlackBerry dan Windows Phone. Sayangnya Apple tidak masuk jajaran pengusung NFC dalam perangkatnya. Mulai dari perangkat mid-end seperti Samsung Galaxy Ace hingga BlackBerry Z10, telah memiliki NFC. Di masa yang akan datang, semua perangkat smartphone akan memiliki kemampuan NFC. Dengan NFC diharapkan kita bisa menggantikan kartu transportasi publik (Busway) dan tetap bisa berbelanja meskipun ketinggalan dompet seperti yang dilakukan di Eropa. Dengan smartphone yang memiliki NFC kita dapat membeli tiket bioskop dengan lebih efisien, seperti yang dilakukan di India atau sekedar bermain kartu dengan teman terdekat. Dunia akan berada dalam genggaman kita secara harfiah.     Kesimpulan Pembaca tentu sudah mengerti apa itu NFC sekarang, mulai dari definisi, aplikasi, hingga tingkat keamanan yang ditawarkan. Keamanan dan kemudahan adalah aspek kehidupan yang selalu dicari oleh manusia. Dengan NFC, tentu hal tersebut sudah bukan sebuah mimpi belaka. Namun, perlu diketahui bahwa pergeseran sistem tentu bukanlah suatu hal yang bisa dilakukan dalam satu malam. Masih perlu sosialisasi dan meluasnya penggunaan NFC di berbagai aspek sebelum benar-benar bisa menggantikan posisi dompet, kartu kredit dan debit, tiket, dan kunci mobil yang berdesakan dalam tas pembaca. Kita hanya bisa menunggu saja kapan NFC akan mulai diaplikasikan dan dapat digunakan. Sumber : portalpaseban.com

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :