Resiko Bahaya Menggunakan Wi-Fi Gratis dan Cara Menghindarinya

  Senin, 21 Mei 2018

yesnetijen.web.id - Sesuatu yang gratis memang mengasyikkan, tetapi apakah zaman sekarang ada yang benar-benar gratis?

Mungkin memang ada Wi-Fi gratis yang tersebar di kota-kota besar, di warung kopi, mall, atau tempat publik lainnya. Namun yakinkah Teman & temanwati netijen itu benar-benar gratis? Kalau pun benar, Wi-Fi gratis ini memiliki beberapa risiko dan mungkin Teman & temanwati netijen tidak menyadarinya.

Risiko yang mungkin harus kita terima di Wi-Fi gratis adalah keamanan. Wi-Fi gratis merupakan jaringan yang kebanyakan tidak terlindungi.

Semua orang bisa masuk ke jaringan tersebut dan kita tidak tahu orang yang masuk kedalam jaringan tersebut ada yang bermaksud jahat.

Hacker yang belum profesional bisa memotong aliran data bila jaringan tersebut belum dienkripsi.

Data-data Teman & temanwati netijen bisa jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

 



JARINGAN YANG TIDAK TERENKRIPSI

yesnetijen.web.id - WiFi menggunakan gelombang radio yang langsung. Mereka menyiarkan, berarti seperti yang dikatakan di atas WiFi gratis bisa dinikmati siapa pun yang berada di jangkauannya.

Orang-orang penikmat WiFi gratis tersebut bisa melihat segala sesuatu yang Teman & temanwati netijen lakukan online jika mereka memiliki software yang tepat.

Tanpa perlindungan inilah yang bisa dilihat orang lain

  • Setiap website yang Teman & temanwati netijen kunjungi

  • Setiap teks yang Teman & temanwati netijen kirim

  • informasi log in


Di rumah, itu semua bisa Teman & temanwati netijen atasi dengan membuat perlindungan berupa password Wi-Fi rumah Teman & temanwati netijen. Ini mencegah orang lain masuk ke jaringan Wi-Fi Teman & temanwati netijen, bahkan untuk Wi-Fi modern pengamanannya lebih canggih lagi. Berbeda dengan Wi-Fi gratis, Wi-Fi gratis biasanya tidak terlindungi.

 

 

Apakah ini berarti kita tidak usah menggunakan Wi-Fi gratis?

yesnetijen.web.id - Tidak juga. Perlindungan pertama Teman & temanwati netijen adalah SSL (Secure Sockets Layers), sebuah perlindungan enkripsi dari server ke pengguna. Teman & temanwati netijen bisa melihat penjelasannya di sini (https://www.digicert.com/ssl.htm)

Situs-situs yang menggunakan SSL cukup banyak seperti Google, Facebook dan sebagian besar bank dan website pemerintah. Jadi lalu lintas data ketika Teman & temanwati netijen mengakses situs yang menggunakan SSL akan lebih aman.


Banyak website yang tidak menggunakan SSL untuk keamanan situsnya, namun Teman & temanwati netijen bisa memasang plug-in seperti HTTPS Everywhere (https://www.eff.org/https-everywhere) (masih beta) untuk melindungi data Teman & temanwati netijen.

Walau begitu, HTTPS pun ternyata memiliki celah baru-baru ini teknologi ini dibobol oleh Heartbleed

Salah satu jalan yang terbaik saat ini adalah menggunakan VPN (Virtual Private Network).

Layanan ini menjadi rute lalulintas internet komputer Teman & temanwati netijen dengan server lain dan biasanya VPN selalu mengenkripsi lalu lintas internet kliennya.




ORANG LAIN YANG MENGGUNAKAN WI-FI GRATIS TERINFEKSI

Kita tidak bisa memastikan semua komputer atau perangkat yang terhubung ke Wi-Fi gratis benar-benar aman.

Mungkin komputer mereka tanpa anti virus atau perlindungan atau masih menggunakan Windows XP SP1 yang tak pernah di upgrade.

Itu sebabnya Teman & temanwati netijen perlu memilih jaringan publik saat mulai terhubung ke jaringan Wi-Fi gratis atau aktifkan firewall agar lalulintas data antara komputer terbatasi. Untuk lebih meyakinkan, kembali lagi VPN berperan besar demi keamanan.

 

 

WI-FI GRATIS MUNGKIN SEBUAH JEBAKAN

Membuat Wi-Fi gratis tidak sulit, hanya menggunakan Laptop Teman & temanwati netijen sudah bisa membuat Hotspot di mana-mana.

Karena itu hati-hatilah ketika mendapat Wi-Fi gratis, bila tidak dikenal lebih baik tidak usah terhubung dengan jaringan tersebut, apalagi Wi-Fi gratis tanpa Password.

Bisanya scammers melakukannya untuk mencuri data pribadi Teman & temanwati netijen.

Aksi phising ini sulit untuk di tanggulangi bila Teman & temanwati netijen sudah terjebak. Salah satu pengamannya adalah anti spy ware dan tentu VPN.

Atau Teman & temanwati netijen juga bisa menggunakan software seperti Wi-Fi Protector (https://www.wifiprotector.com/)



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Cara Hack Password Wifi
  Berikutnya
(WhatsApp) Cara Buat Dua Akun (Nomor) WA

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Sesuatu yang gratis memang mengasyikkan, tetapi apakah zaman sekarang ada yang benar-benar gratis? Mungkin memang ada Wi-Fi gratis yang tersebar di kota-kota besar, di warung kopi, mall, atau tempat publik lainnya. Namun yakinkah Teman & temanwati netijen itu benar-benar gratis? Kalau pun benar, Wi-Fi gratis ini memiliki beberapa risiko dan mungkin Teman & temanwati netijen tidak menyadarinya. Risiko yang mungkin harus kita terima di Wi-Fi gratis adalah keamanan. Wi-Fi gratis merupakan jaringan yang kebanyakan tidak terlindungi. Semua orang bisa masuk ke jaringan tersebut dan kita tidak tahu orang yang masuk kedalam jaringan tersebut ada yang bermaksud jahat. Hacker yang belum profesional bisa memotong aliran data bila jaringan tersebut belum dienkripsi. Data-data Teman & temanwati netijen bisa jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.   JARINGAN YANG TIDAK TERENKRIPSI yesnetijen.web.id - WiFi menggunakan gelombang radio yang langsung. Mereka menyiarkan, berarti seperti yang dikatakan di atas WiFi gratis bisa dinikmati siapa pun yang berada di jangkauannya. Orang-orang penikmat WiFi gratis tersebut bisa melihat segala sesuatu yang Teman & temanwati netijen lakukan online jika mereka memiliki software yang tepat. Tanpa perlindungan inilah yang bisa dilihat orang lain Setiap website yang Teman & temanwati netijen kunjungi Setiap teks yang Teman & temanwati netijen kirim informasi log in Di rumah, itu semua bisa Teman & temanwati netijen atasi dengan membuat perlindungan berupa password Wi-Fi rumah Teman & temanwati netijen. Ini mencegah orang lain masuk ke jaringan Wi-Fi Teman & temanwati netijen, bahkan untuk Wi-Fi modern pengamanannya lebih canggih lagi. Berbeda dengan Wi-Fi gratis, Wi-Fi gratis biasanya tidak terlindungi.     Apakah ini berarti kita tidak usah menggunakan Wi-Fi gratis? yesnetijen.web.id - Tidak juga. Perlindungan pertama Teman & temanwati netijen adalah SSL (Secure Sockets Layers), sebuah perlindungan enkripsi dari server ke pengguna. Teman & temanwati netijen bisa melihat penjelasannya di sini (https://www.digicert.com/ssl.htm) Situs-situs yang menggunakan SSL cukup banyak seperti Google, Facebook dan sebagian besar bank dan website pemerintah. Jadi lalu lintas data ketika Teman & temanwati netijen mengakses situs yang menggunakan SSL akan lebih aman. Banyak website yang tidak menggunakan SSL untuk keamanan situsnya, namun Teman & temanwati netijen bisa memasang plug-in seperti HTTPS Everywhere (https://www.eff.org/https-everywhere) (masih beta) untuk melindungi data Teman & temanwati netijen. Walau begitu, HTTPS pun ternyata memiliki celah baru-baru ini teknologi ini dibobol oleh Heartbleed Salah satu jalan yang terbaik saat ini adalah menggunakan VPN (Virtual Private Network). Layanan ini menjadi rute lalulintas internet komputer Teman & temanwati netijen dengan server lain dan biasanya VPN selalu mengenkripsi lalu lintas internet kliennya. ORANG LAIN YANG MENGGUNAKAN WI-FI GRATIS TERINFEKSI Kita tidak bisa memastikan semua komputer atau perangkat yang terhubung ke Wi-Fi gratis benar-benar aman. Mungkin komputer mereka tanpa anti virus atau perlindungan atau masih menggunakan Windows XP SP1 yang tak pernah di upgrade. Itu sebabnya Teman & temanwati netijen perlu memilih jaringan publik saat mulai terhubung ke jaringan Wi-Fi gratis atau aktifkan firewall agar lalulintas data antara komputer terbatasi. Untuk lebih meyakinkan, kembali lagi VPN berperan besar demi keamanan.     WI-FI GRATIS MUNGKIN SEBUAH JEBAKAN Membuat Wi-Fi gratis tidak sulit, hanya menggunakan Laptop Teman & temanwati netijen sudah bisa membuat Hotspot di mana-mana. Karena itu hati-hatilah ketika mendapat Wi-Fi gratis, bila tidak dikenal lebih baik tidak usah terhubung dengan jaringan tersebut, apalagi Wi-Fi gratis tanpa Password. Bisanya scammers melakukannya untuk mencuri data pribadi Teman & temanwati netijen. Aksi phising ini sulit untuk di tanggulangi bila Teman & temanwati netijen sudah terjebak. Salah satu pengamannya adalah anti spy ware dan tentu VPN. Atau Teman & temanwati netijen juga bisa menggunakan software seperti Wi-Fi Protector (https://www.wifiprotector.com/)

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :