(WhatsApp) Cara Mengamankan WA Agar Tidak Disadap

  Kamis, 03 Mei 2018

yesnetijen.web.id - Aplikasi pesan instan paling populer yang sering disebut dengan WhatsAppmemang sudah banyak digunakan oleh hampir setiap pengguna Smartphone. Selain mudah, aplikasi ini juga menyediakan berbagai macam fitur yang membuat penggunanya semakin bertambah. Jadi tak heran jika aplikasi ini sering menjadi sarang untuk penyadapan.

Penyadapan ini sendiri terkadang dilakukan oleh para hacker yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan memantau percakapan orang lain. Apalagi sekarang ini juga banyak aplikasi dan tips untuk penyadapan, sehingga orang awam pun bisa melakukannya dengan mudah.

Nah, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan karena penyadapan, sebagaimana yang dikutip dari Nextren, setidaknya ada tiga cara ampuh yang bisa Teman & temanwati netijen gunakan untuk mengamankan WhatsApp dari serangan penyadapan. Apa saja? Langsung simak ulasannya disini.

 

Gunakan Fitur Two-Step Verification

Teman & temanwati netijen bisa memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi WhatsApp, yakni fitur Two-Step Verification dengan cara masuk ke menu Settings >> Account >> pilih Two-Step Verification >> Enable. Teman & temanwati netijen bisa masukkan 6 digit kode rahasia sebagai sandi ketika hendak masuk ke akun WhatsApp.

Dengan memanfaatkan fitur ini, maka Teman & temanwati netijen bisa mencegah orang lain untuk masuk ke akun secara sembarangan. Namun, Teman & temanwati netijen jangan sampai lupa kata sandi-nya ya guys.

 

WhatsApp Web

Untuk mengetahui apakah WhatsApp kita sedang disadap atau tidak, maka bisa manfaatkan situs WhatsApp Web. Karena kinerja aplikasi sadap WA biasanya sama seperti WhatsApp Web, jadi jika Teman & temanwati netijen bisa membuka WhatsApp Web dan masuk tanpa melakukan scan barcode, bisa jadi WhatsApp Teman & temanwati netijen sedang disadap.

 

Whatslock

Cara yang terakhir ini menggunakan aplikasi tambahan bernama Whatslock. Dimana aplikasi ini akan mengamankan WhatsApp Teman & temanwati netijen dengan sandi yang rumit dan setiap kali Teman & temanwati netijen hendak membuka WhatsApp, maka harus memasukkan kata sandi rahasia. Bukan hanya WhatsApp, aplikasi ini juga bisa Teman & temanwati netijen gunakan untuk mengunci galeri, kontak dan masih banyak lagi.

Sumber: gudingtech.com



Buka File PDF Artikel     


Sebelumnya
Cara Menyembunyikan Foto dan Video Tanpa Aplikasi Tanpa Root
  Berikutnya
Kode Rahasia Smartphone Android

 

(0) Komentar

Beri komentar





Hanya komentar yang sudah di-approve admin yang tampil.

KESIMPULAN : yesnetijen.web.id - Aplikasi pesan instan paling populer yang sering disebut dengan WhatsAppmemang sudah banyak digunakan oleh hampir setiap pengguna Smartphone. Selain mudah, aplikasi ini juga menyediakan berbagai macam fitur yang membuat penggunanya semakin bertambah. Jadi tak heran jika aplikasi ini sering menjadi sarang untuk penyadapan. Penyadapan ini sendiri terkadang dilakukan oleh para hacker yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan memantau percakapan orang lain. Apalagi sekarang ini juga banyak aplikasi dan tips untuk penyadapan, sehingga orang awam pun bisa melakukannya dengan mudah. Nah, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan karena penyadapan, sebagaimana yang dikutip dari Nextren, setidaknya ada tiga cara ampuh yang bisa Teman & temanwati netijen gunakan untuk mengamankan WhatsApp dari serangan penyadapan. Apa saja? Langsung simak ulasannya disini.   Gunakan Fitur Two-Step Verification Teman & temanwati netijen bisa memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi WhatsApp, yakni fitur Two-Step Verification dengan cara masuk ke menu Settings >> Account >> pilih Two-Step Verification >> Enable. Teman & temanwati netijen bisa masukkan 6 digit kode rahasia sebagai sandi ketika hendak masuk ke akun WhatsApp. Dengan memanfaatkan fitur ini, maka Teman & temanwati netijen bisa mencegah orang lain untuk masuk ke akun secara sembarangan. Namun, Teman & temanwati netijen jangan sampai lupa kata sandi-nya ya guys.   WhatsApp Web Untuk mengetahui apakah WhatsApp kita sedang disadap atau tidak, maka bisa manfaatkan situs WhatsApp Web. Karena kinerja aplikasi sadap WA biasanya sama seperti WhatsApp Web, jadi jika Teman & temanwati netijen bisa membuka WhatsApp Web dan masuk tanpa melakukan scan barcode, bisa jadi WhatsApp Teman & temanwati netijen sedang disadap.   Whatslock Cara yang terakhir ini menggunakan aplikasi tambahan bernama Whatslock. Dimana aplikasi ini akan mengamankan WhatsApp Teman & temanwati netijen dengan sandi yang rumit dan setiap kali Teman & temanwati netijen hendak membuka WhatsApp, maka harus memasukkan kata sandi rahasia. Bukan hanya WhatsApp, aplikasi ini juga bisa Teman & temanwati netijen gunakan untuk mengunci galeri, kontak dan masih banyak lagi. Sumber: gudingtech.com

 

 

Step By Step Belajar HTML 5

 

 

Artikel Lainnya :